Tak Terima Kalah, Wasit Dituding Bikin Pengaturan Skor di Bundesliga

Tak Terima Kalah, Wasit Dituding Bikin Pengaturan Skor di Bundesliga

- in DUNIA, OLAHRAGA
537
0
Tak Terima Kalah, Wasit Dituding Bikin Pengaturan Skor di Bundesliga. - Foto: Pemain Bayern Munchen, Leroy Sane berhadapan dengan pemain Borussia Dortmund, Emre Can dalam laga Bundesliga, di Allianz Arena, Munich, Jerman, Minggu dinihari, 7 Maret 2021.(Reuters)Tak Terima Kalah, Wasit Dituding Bikin Pengaturan Skor di Bundesliga. - Foto: Pemain Bayern Munchen, Leroy Sane berhadapan dengan pemain Borussia Dortmund, Emre Can dalam laga Bundesliga, di Allianz Arena, Munich, Jerman, Minggu dinihari, 7 Maret 2021.(Reuters)

Laga Liga Jerman atau Bundesliga 2021/2022 antara Borussia Dortmund melawan Baern Munchen yang berlangsung pada Minggu (05/12/2021) dini hari tadi berakhir dengan skor 2-3. 

Tudingan adanya pengaturan skor oleh wasit mencuat setelah Munchen memenangkan laga itu lewat titik putih. 

Borussia Dortmund sebenarnya mampu unggul terlebih dahulu pada laga itu lewat gol Julian Brandt pada menit kelima. Robert Lewandowski menyamakan kedudukan empat menit berselang. 

Bayern Munchen berbalik unggul lewat gol Kingsley Coman pada menit ke-44 namun Erling Haaland kembali membuat skor imbang saat babak kedua berjalan tiga menit. 

Gol kemenangan Bayern Munchen tercipta lewat titik putih pada menit ke-77. Wasit Felix Zwayer memberikan Munchen penalti setelah menganggap Mats Hummels menyentuh bola dengan tangannya. Lewandowski yang maju sebagai algojo tak menyianyiakan peluang itu dan membawa timnya kembali unggul 3-2. 

Jude Bellingham menyatakan Munchen tak layak mendapatkan hadiah penalti. Menurut dia, Hummels tak memiliki niat untuk menyentuh bola dengan tangannya karena justru bola yang mengarah ke tangan Hummels. 

Dia pun menyoroti sejumlah keputusan Zwayer yang dianggap janggal. Apalagi si wasit pernah ketahuan melakukan pengaturan skor pada 2005 lalu. 

“Menurut saya itu bukan penalti. Dia (Hummels) bahkan tak melihat ke arah datangnya bola dan berjuang untuk mendapatkannya. Bola menghampiri dia dan saya kira dia tak melihatnya tetapi Anda tahu, Anda bisa melihat banyak keputusan pada pertandingan itu,” tutur Bellingham. 

Dia sangat menyayangkan jika ada wasit yang malah mengatur skor. 

“Anda membiarkan wasit yang pernah ketahuan mengatur skor sebelumnya untuk memimpin laga terbesar di Jerman. Apa yang bisa Anda harapkan?” ujarnya. 

Pada 2005, Zwayer disebut ketahuan melakukan pengaturan skor. Dia menerima suap sebesar 300 euro dari rekannya sesama wasit, Robert Hoyzer sehingga mendapatkan larangan memimpin pertandingan selama enam bulan. 

Pemain Borussia Dortmund lainnya, Erling Haaland juga mengkritik keputusan Zwayer lainnya. Haaland menyatakan bahwa Zwyer mengabaikan permintaannya untuk mengecek tayangan ulang saat Marco Reus dilanggar oleh pemain Bayern Munchen di kotak penalti sebelum penalti Lewandowski. 

Haaland menyatakan dirinya menahan emosi karena pengabaian Zwayer itu dan hanya menyebut si wasit Arogan. 

“Itu jelas penalti. Saya meminta dia (wasit) untuk melihat (tayangan ulang) dan dia menyatakan tak membutuhkannya seperti orang yang arogan. Saya harus sedikit menahan emosi tetapi ya dia arogan. Saya tak ingin mengatakan hal lainnya,” kata Haaland. 

Hasil 2-3 laga Borussia Dortmund vs Bayern Munchen itu memberikan keuntungan bagi skuad asuhan Julian Nagelsmann. Mereka mempertahankan posisi puncak klasemen Liga Jerman dengan perolehan 34 angka. 

Padahal, Dortmund bisa memuncaki klasemen jika berhasil meraih kemenangan pada laga itu karena sebelumnya mereka hanya berjarak satu angka.*** 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Pemerintah Beri WIUPK Kepada Ormas Keagamaan; KIARA: Praktik Penciptaan Konflik Horizontal Antar Masyarakat Yang Menolak Tambang dengan Ormas Keagamaan!

Pada tanggal 30 Mei 2024, Presiden Joko Widodo