Tak Punya Kartu BPJS Kesehatan, Pasien Miskin Terkatung-katung di Rumah Sakit

Tak Punya Kartu BPJS Kesehatan, Pasien Miskin Terkatung-katung di Rumah Sakit.
Tak Punya Kartu BPJS Kesehatan, Pasien Miskin Terkatung-katung di Rumah Sakit.

Hingga kini, kasus-kasus berkenaan dengan BPJS Kesehatan masih terus terjadi. Kali ini dialami oleh seorang Ibu bernama Kuswiti.

Perempuan kelahiran Kuningan, 13 April 1980 ini  sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta.




Ketua Umum Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Marlo Sitompul yang melakukan advokasi terhadap kondisi Kuswiti menyampaikan, warga Dusun Cisampih, RT 023/RW 07, Kelurahan Cipakem, Kecamatan Maleber, Kuningan, Jawa Barat itu dibawa ke RS Sumber Waras pada Selasa 28 Mei 2019.

“Dirawat di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat. Masih dalam perawatan di  ICU. Masuk tanggal 28 Mei 2019 ini. Ibu Kuswiti tidak memiliki BPJS Kesehatan,” tutur Marlo Sitompul, Selasa (28/05/2019).

Marlo mengungkapkan, perempuan berusia 39 tahun itu tergolong keluarga miskin. Oleh karena itu, Kuswiti berhak mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau BPJS PBI.




“Bersangkutan perlu mendapat tindakan operasi loh,” ujar Marlo.

Dengan kondisi keterbatasan ekonomi itu, Marlo mengatakan, pihak keluarga sudah berupaya memenuhi uang muka untuk perobatan, untuk operasi.

Memang, lanjutnya, Kuswiti tidak memiliki cukup dana untuk membayar biaya operasi. Dan untuk itu yang bersangkutan sedang berupaya mengurus pembuatan BPJS PBI atau Kartu Indonesia Sehat (KIS).




“Dia telah membayar uang muka sebesar Rp 6 Juta agar dapat di rawat di ruang ICU.  Dan kemudian, pihak Rumah Sakit menyarankan agar pasien mengurus BPJS Kesehatan saja,” terangnya.

Marlo pun meminta pihak RS Sumber Waras segera melakukan tindakan operasi, tanpa harus menunggu BPJS Kesehatan PBI yang sedang dalam proses pembuatan.

Selain itu, lanjutnya, kepada Dinas Sosial Kuningan, Jawa Barat, Marlo meminta agar pasien dipermudah membuat kartu Indonesia Sehat (KIS) atau BPJS Kesehatan PBI.




Marlo juga menyampaikan, hendaknya Menteri Kesehatan (Menkes), Dirut BPJS Kesehatan dan Kepala Dinas Sosial segera responsif dengan situasi warga miskin yang kesulitan memperoleh kartu BPJS Kesehatan atau KIS.

“Kepada Menkes, Dirut BPJS Kesehatan dan Kepala Dinas Sosial, semoga bisa segera memberi respon positif dengan keberadaan warga miskin yang mengalami kesulitan perobatan, seperti yang dialami Ibu Kuswiti,” tutur Marlo.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*