Tak Mau Dibilang Minim Prestasi, Jaksa Agung HM Prasetyo Klaim Penanganan Perkara di Kejaksaan Maksimal

Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Mobil Listrik, Jaksa Agung Malah Hentikan Penyidikan Kepada Mantan Dirut Perum Perikanan Agus Suherman, Ada Apa?

Kejaksaan Agung (Kejagung) menepis isu publik yang mengatakan bahwa instansi Adhyaksa tersebut minim prestasi dan minim kinerja serta tidak serius dalam menangani banyaknya kasus perkara hukum.

 

Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, pihaknya telah melakukan banyak perubahan dalam pengananan perkara hukum.

 

Menurut dia, Kejagung telah mengeluarkan strategi tambahan, yaitu bukan hanya mendasarkan pada segi penindakan, represif melainkan preventif.

 

“Untuk penanganan perkara kita jalan terus. Yang pasti strategi kita juga ada strategi tambahan, tidak hanya mendasarkan pada segi penindakan, bukan hanya represif tapi preventif,” ujar Prasetyo di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (03/03/2017).

 

Prasetyo menyampaikan, strategi itu dapat terlihat ketika kita membentuk Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4).

 

“Sekarang TP4 sudah kita bentuk di semua jajaran Kejaksaan dan sudah melakukan kerja-kerjanya,” ucapnya.

 

Prasetyo berharap dengan tindakan preventif yang dikeluarkan Kejaksaan, akan mampu mencegah orang lain untuk melawan hukum.

 

“Semoga bisa mencegah orang lain untuk tidak melawan hukum dalam jangka panjang hasilnya akan baik,” ujarnya.

 

Terkait dengan tindak pidana korporasi, Prasetyo mengatakan akan terus mengawal perkara tersebut. Namun harus diteliti terlebih dahulu sebelum terjadinya kerugian negara.

 

Prasetyo menambahkan, jika ada oknum-oknum yang melakukan penyimpangan dan ada bukti-bukti serta fakta yang kuat akan penyimpangan itu, maka akan dilakukan tindakan represif.

 

“Jika ada penyimpangan masa kita biarkan. Dan ketika kerugian negara sudah timbul maka kita akan bergerak serta mengamankan aset-aset dan keuangan negara,” ujarnya.(Richard)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan