Tak Kunjung Umumkan Tersangka, Kejagung Masih Garap 5 Orang Saksi Dalam Mega Skandal Jiwasrayagate

Tak Kunjung Umumkan Tersangka, Kejagung Masih Garap 5 Orang Saksi Dalam Mega Skandal Jiwasrayagate.
Tak Kunjung Umumkan Tersangka, Kejagung Masih Garap 5 Orang Saksi Dalam Mega Skandal Jiwasrayagate.

Penyidik di Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus) belum jua menetapkan tersangka dalam mega skandal korupsi jiwasrayagate yang ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp 13,7 Triliun.

Penyidik di Gedung Bundar Kejaksaan Agung masih menggeber pemeriksaan saksi. Rabu, 08 Januari 2020, sebanyak 5 orang digarap penyidik kejagung. Berstatus sebagai saksi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono menyebut Kelima orang yang diperiksa, itu adalah I Putu Sutama yang pernah menjabat sebagai Mantan General Manager Teknik PT Asuransi Jiwasraya, Yahya Partisan Huae, jabatan Wakil Kepala Pusat Bancassurance dan Aliansi Strategis PT Asuransi Jiwasraya, Dwianto Wicaksono, Kepala Bagian Keuangan Bancassurance dan Aliansi Strategis PT Asuransi Jiwasraya, Kepala Divisi Wealth Management Kantor Pusat BRI Bagian Bancasurrance PT.BRI (Persero) Tbk dan Setyo Widodo mantan Kepala Bagian Pertanggungjawaban Bancassurance dan Aliansi Strategis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tahun 2015 sampai 2018.

“Iya benar. Diperiksa lima orang sebagai saksi,” kata Hari Setiyono, Kamis (09/01/2020).

Sebelumnya, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menyatakan adanya dugaan tindak pidana korupsi di perusahaan plat merah tersebut sudah ditindaklanjuti dengan mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan kasus Jiwasraya dengan Nomor: Trim 33/F2/Fd2/12 tahun 2019 tertanggal 17 Desember 2019.

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah banyak melakukan investasi pada aset-aset dengan risiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi, diantaranya penempatan saham sebanyak 22,4 persen senilai Rp 5,7 triliun dari aset finansial.

Sebanyak 5 persen dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik, sisanya 95 persen ditempatkan di saham yang berkinerja buruk. Selain itu, penempatan reksa dana sebanyak 59,1 persen senilai Rp 14,9 triliun.

Sebanyak 2 persen dikelola oleh manajer investasi dengan kerja baik. Sementara 98 persen dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja buruk. Akibatnya, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sampai hingga Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp 13,7 triliun.(JR/Richard)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan