Tak Direken, Mahasiswa Kembali Geruduk Kejaksaan Agung, Minta Aparat Penegak Hukum Serius Tangani Dugaan Korupsi di Pekanbaru

Tak Direken, Mahasiswa Kembali Geruduk Kejaksaan Agung, Minta Aparat Penegak Hukum Serius Tangani Dugaan Korupsi di Pekanbaru. – Foto: Aksi unjuk rasa massa yang menyebut dirinya Forum Komunikas Mahasiswa Nusantara (FKMN) kembali dilakukan di depan Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (10/08/2020). (Ist)
Tak Direken, Mahasiswa Kembali Geruduk Kejaksaan Agung, Minta Aparat Penegak Hukum Serius Tangani Dugaan Korupsi di Pekanbaru. – Foto: Aksi unjuk rasa massa yang menyebut dirinya Forum Komunikas Mahasiswa Nusantara (FKMN) kembali dilakukan di depan Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (10/08/2020). (Ist)

Demonstrasi yang dilakukan berturut-turut oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Nusantara mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak kalah melawan dugaan korupsi di Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru.

Riswan Siahaan, yang menjadi Koordinator Aksi, mengaku kecewa dengan sikap penegak hukum yang abai atas pengusutaan dugaan korupsi tersebut.

“Ya gimana enggak kecewa, kita sudah berulang kali mendesak KPK dan Kejagung. Namun sampai saat ini tidak ada sikap dari kedua lembaga rasuah tersebut,” kata Riswan, di depan kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (10/08/2020).

Dia menuturkan, proyek di Tenayan Raya, Pekanbaru yang digagas oleh Pemkot Pekanbaru sarat akan tindak pidana korupsi. Mulai dari pembangunan kantor Pemkot Pekanbaru hingga pembangunan Kawasan Industri Terpadu.

Riswan melanjutkan, sikap yang abai ini menunjukkan tumpulnya hukum di Indonesia, bagi orang-orang yang berkuasa.

“Harusnya kan hukum tak boleh memandang siapapun. Negara tak boleh dan harus tak pernah kalah dengan koruptor,” tegasnya.

Sampai saat ini Riswan bersama para demonstran, tidak melihat perkembangan kasus yang ditangani oleh pihak aparat hukum. Sehingga, Riswan menduga adanya kongkalikong antara Pemkot Pekanbaru dengan KPK maupun Kejagung.

“Kami melihat tidak ada atensi untuk kasus ini, membuat kami curiga. Jika begini, masyarakat harus berharap pada siapa?” pungkasnya.(Richard)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan