Syukur Alhamdulillah, Puji Tuhan, Sudah Sampai di Jakarta, Sebelum ke Istana Negara Aksi Long March Buruh SBSI PT Pelindo I Medan Temui Kawan-Kawan Buruh di Tanjung Priok

Syukur Alhamdulillah, Puji Tuhan, Sudah Sampai di Jakarta, Sebelum ke Istana Negara Aksi Long March Buruh SBSI PT Pelindo I Medan Temui Kawan-Kawan Buruh di Tanjung Priok, Minggu (26/02/2017).

Buruh yang sudah sebulan lebih menggelar aksi long march atau jalan kaki dari Kota Medan, Sumatera Utara telah tiba di Ibukota Negara, Jakarta.

 

Pada Minggu (26/02/2017) siang, ratusan buruh yang tergabung dalam Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FIKEP SBSI) Medan itu sudah terlihat melintas dari daerah pertokoan Pasar Baru menuju Gunung Sahari, Jakarta Pusat, untuk selanjutnya bertemu dulu dengan kawan-kawan buruh dari PT Pelindo II, PT Pelindo III, PT Pelindo IV dan Serikat Pekerja Jakarta International Container Tanjung Priuk (SP JICT) di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

 

Ketua Koordinator Wilayah Se-Sumatera Utara Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Arsula Gultom yang memimpin para buruh memasuki Jakarta menyampaikan, para buruh akan rehat satu malam di wilayah Tanjung Priuk. Bersama Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPP SBSI) dan buruh dari Serikat Buruh/Serikat Pekerja lainnya, kemudian akan melakukan aksi jalan kaki secara damai dari Tanjung Priok menuju Istana Negara.

 

“Puji Tuhan, Syukur Alhamdulillah sudah tiba di Jakarta. Rencananya, besok pada Senin 27 Februari 2017, kita akan bersama-sama bergerak dari Tanjung Priuk, berjalan kaki ke Istana Negara, mau menemui Presiden Joko Widodo, menyampaikan persoalan kami para buruh yang tidak kunjung diselesaikan selama bertahun-tahun,” ujar Arsula Gultom, setibanya di daerah Pasar Baru, Jakarta Pusat, Minggu (26/02/2017).

 

Dia menjelaskan, perjalanan panjang dari Sumatera menuju Jakarta, digelar sejak Jumat 20 Januari 2017, dengan menyusuri Jalur Lintas Timur Pulau Sumatera. Jarak sepanjang kurang lebih 2000 kilometer disusuri dengan berjalan kaki, demi bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, untuk menyampaikan secara langsung persoalan buruh PT Pelindo I Medan yang tak kunjung digubris oleh Pemerintah dan jajarannya, sejak setahun lebih.

 

“Aksi ini adalah aksi damai. Kami datang ke Jakarta dengan berjalan kaki, meninggalkan anak isteri kami, meninggalkan kampung halaman kami, meminta kepada Presiden Jokowi agar memberikan kepastian dan keputusan atas persoalan-persoalan kami selama ini. Sudah sejak terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia 2014 lalu, kami memilih dan mendukung Pak Jokowi-Jusuf Kalla, namun sampai kini nasib kami tidak diperhatikan,” tutur Arsula Gultom.

 

Selanjutnya, di Jakarta, ratusan buruh SBSI dari PT pelindo I Medan yang telah menggelar aksi long march itu akan bergabung bersama kawan buruh dari PT Pelindo II, PT Pelindo III, PT Pelindo IV, kawan-kawan KASBI dan para serikat buruh/serikat pekerja lainnya, aksi long march akan terus dilakukan hingga ke Istana Negara pada Senin 27 Februari 2017.

 

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (Sekjen DPP SBSI) Andi Naja FP Paraga menjelaskan, buruh kembali mengetuk hati nurani pemerintah, meminta Presiden Joko Widodo membuka mata hati dan telinganya agar melihat dan mau mendengar serta menyelesaikan persoalan-persoalan perburuhan di Indonesia yang tak kunjung memperoleh kesejahteraannya.

 

Ratusan buruh yang tergabung dalam Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FIKEP SBSI) Medan akhirnya mengambil langkah untuk menyusuri jalanan Lintas Sumatera dari Medan menuju Jakarta melalui aksi jalan kaki long march.

 

“Tindakan ini, bukan tanpa alasan. Pada tanggal 2 Januari 2017, PK SBSI Kopkarpel UTPK Belawan-Pelindo I yang tergabung dalam FIKEP SBSI melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Pusat PT Pelindo I, di Jalan Krakatau Ujung, Medan, Sumatera Utara,” tutur Andi Naja FP Paraga.

 

Dia menjelaskan, aksi ini merupakan respon atas tindakan Kopkarpel UTPK Belawan-Pelindo I dan PT Pelindo I yang secara tiba-tiba meminta semua buruh Kopkarpel untuk menandatangani perjanjian kerja baru dengan perusahaan outsourcing lain bila masih ingin bekerja.

 

Untuk buruh yang menandatangani perjanjian kerja dengan perusahaan outsourcing baru, maka masa kerja selama ini dihilangkan dan kembali menjadi 0 tahun. Sedangkan untuk buruh yang tidak mau menandatangani, maka dianggap tidak lagi bekerja untuk PT Pelindo I di UTPK Belawan.

 

Hal ini bertentangan dengan hasil perundingan yang dilakukan di tahun 2016, dimana saat itu disepakati penyelesaian semua hak buruh (BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, kekurangan upah dan lembur) serta akan melanjutkan perundingan terkait status buruh.

 

Sebelum melaksanakan aksi, bahkan selama aksi beberapa upaya perundingan telah dilakukan namun gagal mencapai kesepakatan, karena pihak PT Pelindo I tidak mau hadir. PT Pelindo I menganggap hal ini merupakan permasalahan Kopkarpel dan tidak berhubungan dengan PT Pelindo I.

 

“Namun karena buruh yang melakukan aksi disalurkan oleh Kopkarpel untuk melakukan pekerjaan inti di pelabuhan peti kemas PT Pelindo I, dan Kopkarpel sendiri bukanlah perusahaan outsourcing yang memenuhi ketentuan peraturan, maka menurut ketentuan undang-undang buruh Kopkarpel secara otomatis menjadi buruh PT Pelindo I,” ujarnya.

 

Tindakan PT Pelindo I merupakan pelanggaran terhadap aturan ketenagakerjaan, terutama setelah dikuatkan oleh rekomendasi Panitia Kerja Outsourcing Komisi 9 DPR RI tanggal 25 Oktober 2013, yang disepakati oleh Kementerian BUMN dan Kementerian Tenaga Kerja.

 

Rekomendasi tersebut meminta kepada semua BUMN untuk menghapuskan segala bentuk kerja outsourcing di dalam BUMN, dan bahkan meminta Kementerian BUMN untuk mengganti semua direksi BUMN yang menolak melaksanakannya.

 

Pada hari aksi mogok kerja ke-7 tanggal 9 Januari 2017, perwakilan SBSI diminta untuk bertemu dengan Kapolres Belawan di kantor Polres Belawan.

 

Dalam pertemuan tersebut, SBSI yang diwakili oleh Nicholas Sutrisman (Ketua Korwil SBSI Sumatera Utara), Arsula Gultom (Konsolidasi Korwil SBSI Sumatera Utara), dan Johannes Dartha Pakpahan (Staff DPP SBSI bidang Program dan Konsolidasi) menyampaikan tuntutan buruh yaitu; bayarkan semua kekurangan upah buruh sejak tahun 2012 sampai dengan 2015 sesuai kesepakatan tahun 2016; bayarkan semua kekurangan upah lembur buruh tahun 2016.

 

Terkait status agar buruh diangkat menjadi buruh tetap PT Pelindo I sesuai ketentuan, karena bidang pekerjaannya merupakan inti produksi, masa kerjanya telah lebih dari 3 tahun, dan Kopkarpel bukan merupakan badan usaha resmi yang memilik ijin melakukan pelaksanaan outsourcing, atau, bila PT Pelindo I tidak mau melaksanakan ketentuan undang-undang secara otomatis, tetap pekerjakan buruh melalui Kopkarpel sambil menunggu keputusan dari Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), namun diminta perjanjian tertulis bahwa semua pihak akan mentaati apapun hasil keputusan pengadilan.

 

Hasil dari pertemuan tersebut adalah Kapolres bersedia menjadi mediator dan akan menyampaikan tuntutan buruh kepada SBSI; SBSI sepakat untuk melanjutkan aksi namun khusus hari itu (tanggal 10 Januari 2017) tidak akan dilakukan di depan kantor pusat PT Pelindo I.

 

Namun langkah yang diambil oleh Kapolres Belawan tersebut juga tidak membawa hasil, karena PT Pelindo I tetap tidak merasa bertanggungjawab atas aksi buruh. Bahkan beberapa perundingan lain yang dicoba dengan bantuan DPRD Medan dan DPRD Sumatera Utara juga tidak membawa hasil.

 

Karena arogansi PT Pelindo I yang merasa di atas hukum (tidak mau menyelesaikan permasalahan ini melalui jalur hukum), maka PK SBSI Kopkarpel UTPK Belawan di PT Pelindo I, merasa satu-satunya langkah adalah mengadukan hal ini secara langsung ke Kementerian BUMN dan Presiden Republik Indonesia di Istana Presiden Jokowi.

 

Maka pada tanggal 20 Januari 2017, PK SBSI Kopkarpel UTPK Belawan di PT Pelindo I yakni sebanyak 132 orang yang tersisa, bersama dengan 4 orang pengurus DPC FIKEP SBSI dan seorang Pengurus Korwil SBSI Sumatera Utara melakukan aksi longmarch dari Kota Medan menuju Kota Jakarta.

 

“dari Medan, pada Jumat 20 Januari 2017, buruh diberangkatkan jalan kaki ke Jakarta dari titik keberangkatan dimulai dari depan Kantor Pusat PT Pelindo I di Jalan Krakatau Ujung Nomor 100, Medan, Sumatera Utara, dan akan berakhir di depan Istana Merdeka, Jakarta,” pungkas Andi.(JR)

 

Contact Person:

Ketua Umum DPP SBSI Muchtar Pakpahan: 081295853704
Sekjen DPP SBSI Andi Naja F Paraga: 087884044215
Korwil SBSI Se-Sumatera Amser Hutauruk: 087711145338
Korwil SBSI Sumatera Utara Nicholas Sutrisman: 081263976597
Ketua Korwil SBSI Se-Sumut Arsula Gultom: 085297318011
Ketua DPC SBSI Medan April Waruwu: 081310052827 dan 081310052872

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*