Sukses Ungkap Kasus Senilai Rp 6,4 T dan Bongkar Pabrik PCC, Pejuang Anti Narkoba di BNN Dapat Penghargaan

Sukses Ungkap Kasus Senilai Rp 6,4 T dan Bongkar Pabrik PCC, Pejuang Anti Narkoba di BNN Dapat Penghargaan.

Sebanyak 115 orang Pejuang Anti Narkoba yang merupakan karyawan terbaik Badan Narkotika Nasional (BNN) mendapat penghargaan. Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan mereka dalam mengungkap sejumlah kasus terbesar dalam capaian kerja BNN, seperti kasus senilai Rp 6,4 triliun dan mengusut pabrik narkoba jenis paracetamol, caffeine dan carisoprodol (PCC) di Jawa Tengah.




Kepala Badan Narkotika Nasional Heru Winarko menyampaikan, selain memperingati Hari kartini, BNN menyerahkan penghargaan kepada 41 orang anggota Polri dan 65 orang PNS yang terlibat dalam pengungkapan kasus pabrik pil PCC di Jawa Tengah, serta 6 orang anggota Polri dan 1 orang PNS yang berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp 6,4 triliun.

Selain itu, BNN juga memberi penghargaan terhadap 2 orang perempuan yang turut terlibat dalam pengungkapan kasus TPPU.

“Pegawai yang menerima penghargaan akan kami beri kesempatan untuk meningkatkan kompetensinya, salah satunya melalui Diklat Pim IV, dan pemberian penghargaan di momen Hari Kartini ini diharap jadi penyemangat bagi personel BNN yang sebagian perempuan untuk terus meningkatkan prestasinya”, ungkap Heru, saat ditemui usai upacara penghargaan di Lapangan Parkir BNN, Senin (22/4/2019).

Sebelumnya, BNN menggelar upacara bendera sebagai bentuk peringatan Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2019. Upacara dipimpin oleh Deputi Bidang Rehabiliitasi BNN, Yunis Farida Oktoris, seluruh karyawan BNN hadir sebagai peserta upacara dengan mengenakan baju daerah.

“Momentum peringatan Hari Kartini hendaknya kita gunakan sebagai proses refleksi diri dalam pengabdian kita kepada bangsa dan negara melalui lembaga BNN tercinta ini dengan menerapkan budaya organisasi yaitu berani, nasionalis, netral, responsif dan inovatif”, ujar Yunis dalam sambutannya.

Satu-satunya Deputi perempuan di BNN ini juga mengajak seluruh karyawan BNN untuk selalu meneladani sifat-sifat utama kartini.

Menurutnya, peran perempuan yang semakin besar saat ini bukan terjadi karena pemberian kaum lak-laki, melainkan karena adanya bukti nyata bahwa perempuan Indonesia mampu berperan serta secara aktif dalam perjuangan bangsa indonesia.




“Perempuan Indonesia mampu menjadi panutan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sehari-hari sesuai norma serta nilai agama dan budaya Indonesia,” ujarnya.

Secara khusus, Yunis juga mengharapkan munculnya Kartini-Kartini Muda yang dapat berinovasi, sehingga mampu menjadi pegawai perempuan yang aktif, cerdas, inspiratif serta kompetitif di era globalisasi sesuai dengan cita-cita luhur kartini.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*