Suka Dengan Janji Buka 2 Juta Lapangan Kerja Tiap Tahun, Buruh KSBSI Tetap Galang Dukungan ke Jokowi

Suka Dengan Janji Buka 2 Juta Lapangan Kerja Tiap Tahun, Buruh KSBSI Tetap Galang Dukungan ke Jokowi.

Buruh yang tergabung di Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBI) menyatakan tetap menggalang dukungan untuk pemenangan Calon Presiden 2019 Jokowi. Hal itu akan dilakukan, asalkan mantan Walikota Solo itu tetap konsisten memperjuangkan nasib buruh dengan membuka sebanyak 2 juta lapangan kerja setiap tahun.

Presiden KSBSI Mudhofir Khamid menyampaikan, pihaknya tidak mempersoalkan siapa pasangan Jokowi sebagai Cawapres di Pilpres 2019. Yang paling penting, menurut Mudhofir, program-program pro buruh harus komitmen dilakukan dan dijalankan.

“Enggak masalah siapapun Cawapresnya Pak Jokowi. Yang penting tetap pro buruh. Terhadap persoalan buruh pun Jokowi sudah tak diragukan lagi. Jokowi tetap fokus menciptakan program dua juta orang lapangan kerja untuk angkatan muda tiap tahunnya,” tutur Mudhofir Khamid, di Jakarta, Rabu (15/08/2018).

Menurut dia, sosok  Ma’aruf Amin sebagai Cawapres juga tidak ada persoalan. Mudhofir mengatakan, Ma’ruf Amin merupakan tokoh ulama umat Islam yang sangat dihormati karena ilmu agamanya. Dia juga diterima semua kalangan lintas agama dan suku, karena dikenal sebagai tokoh lintas agama.

Oleh karenanya, lanjut Mudhofir, sejak pasangan Joko Widodo-KH Ma’aruf Amin (Jokowi-Ma’aruf), resmi mendaftarkan peserta Capres-Cawapres Pilpres 2019, di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU Pusat), hari Jumat (10/8), para relawannya pun langsung bergerilya ke akar rumput menggalang kekuatan dukungan massa.

KSBSI, lanjutnya, sebagai salah satu organisasi serikat buruh yang mendukung pasangan Jokowi-Ma’aruf pun langsung menyatakan akan fokus menggalang suara buruh.

Mudhofir menyampaikan, pengurus dan anggota KSBSI dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota sudah siap memenangkan Jokowi-Ma’aruf. Ada beberapa strategi yang sedang dijalankan KSBSI dalam rangka pemenangan Jokowi-Ma’aruf.

Diantaranya, konsolidasi internal dari tingkat pusat dan daerah sudah terealisasi. Selain itu, dia juga menyampaikan organisasi yang dipimpinnya akan ikut mensosialisasikan visi dan misi pasangan Jokowi-Ma’aruf kepada buruh-buruh di luar anggota KSBSI.

“Sepuluh Federasi Serikat Buruh (FSB) di bawah payung KSBSI sudah siap bergerilya sampai tingkat kabupaten/kota, bahkan sampai tingkat Komisariat di perusahaan, dalam rangka pemenangan Jokowi-Ma’aruf di tahun 2019 nanti,” ungkap Mudhofir.

Bagi Mudhofir,  kedua tokoh itu merupakan pasangan ideal bagi buruh, karena ada kombinasi kepemimpinan nasionalis-religius. Terlebih lagi, ketika Jokowi selama empat tahun menjadi presiden, berbagai macam terobosan baru sudah dilakukan untuk membangun pondasi negara yang lebih baik.

“Terutama, dalam terobosan pembangunan infrastruktur, perbaikan ekonomi dan menciptakan keamanan negara yang stabil,” katanya.

Mudhofir juga menyerukan agar semua aktivis KSBSI dan relawan lainnya, bekerja keras memenangkan kedua tokoh itu di Pilpres 2019.

Dia meminta buruh jangan ragu memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf. Kedua tokoh itu sudah terbukti sebagai tokoh pemersatu dan dekat dengan rakyat.

Terhadap persoalan buruh , menurut dia,  Jokowi sudah tak diragukan lagi. Jokowi tetap fokus menciptakan program dua juta orang lapangan kerja untuk angkatan muda tiap tahunnya dan mengatasi berbagai macam kasus pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menyikapi serangan fitnah (hoax), yang bertubi-tubi menyerang kepmimpinan Jokowi selama ini, Mudhofir menyerukan seluruh pengurus dan anggota KSBSI tidak terpancing menyikapinya.

Sarannya, lebih baik membantu pemerintah dalam bentuk saran dan kritik yang membangun  dari pada menanggapi isu hoax yang disebarkan oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Malah, menurut dia, ketika Presiden Jokowi semakin diserang isu dan pemberitaan hoax, Jokowi semakin mengukir prestasi pembangunan dan semakin disegani pemimpin negara lain.

“Lihat saja, ketika pemerintah sering diserang fitnah bahwa Indonesia diserbu tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang jumlahnya mencapai 10 juta orang, buktinya sampai hari ini lawan-lawan Jokowi tak ada yang bisa membuktikannya,” ujarnya.

Dia mengingatkan, agar lawan politik Jokowi yang tak bertanggung jawab dengan menyebar isu hoax segera berhenti menyebar nafsu kebencian. Bagi Mudhofir, Jokowi lebih memilih sibuk bekerja dari pada terpancing merecoki lawan-lawan politiknya.

“Lebih baik mengedepankan akal politik yang cerdas dan sehat dari pada menyebar isu hoax, karena akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan