Sudah Sejak Lama Orang Indonesia Larikan Uang Ke Luar Negeri, Kenapa Pemerintah Seperti Baru Nyadar?

Pemerintah harus instrospeksi diri.

Pemerintah diminta instrospeksi diri, lantaran mencoba pura-pura tidak tahu alias tutup mata bahwa banyak orang yang tercatat sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) membawa kabur uang dari Negara ini dan menyimpannya di luar negeri.

Modus melarikan uang dari Indonesia dan menyimpan di luar negeri, bukan hal baru. Namun, peristiwa demi peristiwa seperti itu selama ini dibiarkan saja oleh pemerintah.

Mencuatnya skandal Panama Papersi, yang menyebut bahwa sejumlah WNI dan pejabat Indonesia berupaya menyembunyikan uang dan menghindari kewajiban pajaknya di Indonesia, hanyalah serpihan dari kejadian yang sudah berlangsung sejak lama.

Wakil Ketua Umum  Dewan Pimpinan Pusat partai Pemersatu Bangsa (DPP PPB) Jimmi Iriawan Rimba menyampaikan, pemerintah harus introspeksi diri dan segeralah bergerak untuk mengambil kembali uang Indonesia yang dibawa kabur ke luar negeri itu.

“Fenomena WNI menyimpan uang di luar negeri sudah mala terjadi. Pemerintah tidak seharusnya panic. Semestinya pemerintah introspeksi diri terkait dengan tidak adanya jaminan keamanan investasi serta suhu politik yang kurang stabil. Ditambah lagi dengan deregulasi yang berubah-ubah, hal inilah yang membuat banyak WNI takut menyimpan uangnya di Indonesia,” ujar Jimmy dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (09/04/2016).

Jadi, kata dia, sangat tidak relevan jika kemudian kini pemerintah mempersalakan WNI yang menyimpan uang di luar negeri.

Bocoran dokumen The Panama Papers yang ikut menyeret sejumlah WNI, yang mana mereka menjadi klien dari sebuah firma hukum asal Panama, bernama Mossack Fonseca tidak semestinya membuat negara ini kebakaran jenggot.

Perusahaan dan orang-orang maupun pejabat sejumlah negara, termasuk Indonesia, yang disebut di dalam dokumen finansial itu, lanjut Jimmy, wajar saja, sebab mereka pernah menyewa jasa Mossack Fonseca untuk mendirikan perusahaan atau menempatkan uangnya di negara bebas pajak atau tax heaven.

Dikatakan Jimmy, boleh-boleh saja WNI menyimpan uang di luar negeri dan menjadi klien Mossack Fonseca, asalkan uang tersebut sudah dilaporkan pajaknya dan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) juga diisi dengan benar, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dia mengingatkan, Indonesia sendiri menganut sistim perpajakan board based taxation yang objek pemajakannya adalah worldwide income.

Yang artinya, penghasilan dalam negeri maupun penghasilan dari luar negeri harus dilaporkan sesuai dengan income, dan mengisi SPT serta membayar Pajak Penghasilan (PPh). “Selama SPT dan PPh-nya lunas, maka WNI boleh menyimpan uangnya di luar negeri,” ujar Jimmy.

Karena itu, Jimmy meminta pemerintah tidak hanya bisa mempersalakan para WNI yang menyimpan uangnya di luar negeri. Menurut dia, pemerintah seharusnya memberikan perhatian khusus dan melindungi para pengusaha Nasional, sebab  mereka adalah penggerak perekonomian bangsa Indonesia.

“Karena bagi pengusaha, menyimpan uang di luar negeri adalah bisa dilakukan sebagai bentuk investasi dan ekspansi bisnis,” pungkasnya.(JR-1)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan