Sudah Rugikan Pekerja, Presiden Diharap Segera Teken Revisi Peraturan Tentang Santunan Bagi Ahli Waris

Kegiatan Disseminasi Sistem Jaringan Sosial Nasional (SJSN) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (17/10/2019). Kiri, Kasubdit Jamsos Kemenaker RI, Awaludin bersama Kabid Hubungan Industrial Disnaker Provinsi NTB yang menyerahkan santunan. Acara itu Diseminasi Jaminan Sosial kepada Pekerja Informal.
Kegiatan Disseminasi Sistem Jaringan Sosial Nasional (SJSN) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (17/10/2019). Kiri, Kasubdit Jamsos Kemenaker RI, Awaludin bersama Kabid Hubungan Industrial Disnaker Provinsi NTB yang menyerahkan santunan. Acara itu Diseminasi Jaminan Sosial kepada Pekerja Informal.

Semakin lama dilakukannya revisi Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015, maka para pekerja akan semakin dirugikan.

Presiden diharapkan segera merevisi PP Nomor 44 Tahun 2015 itu, dikarenakan sangat berkenaan langsung dengan kebutuhan para buruh dan pekerja. Terutama mengenai santunan ahli warus dan beasiswa.

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar mengatakan, saat dirinya diundang mengikuti acara Diseminasi Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) bagi para pekerja informal di Kota Mataram, belum lama ini, juga dilakukan pembukaan yang diisi dengan penyerahan manfaat Jaminan kematian bagi ahli waris. Besarannya mencapai Rp 24 jutaan.

“Kalau saja Presiden segera menandatangani Revisi PP 44 tahun 2015 maka santunan bagi ahli waris akan lebih besar dari Rp 24 juta. Yang menurut draft yang saya peroleh, santuanannya meningkat menjadi Rp 42 juta,” tutur Timboel Siregar, Sabtu (19/10/2019).

Belum lagi, lanjutnya, beasiswa bagi  dua orang anak pekerja, hingga ke Perguruan Tinggi. Hingga saat ini belum ter-cover.

“Tentunya kenaikan santunana ini sangat membantu ahli waris. Revisi PP No 44 Tahun 2015 ini sangat lama dilakukan. Dan ini merugikan pekerja,” ujar Timboel.

Dia mengingatkan, semakin lama Presiden menandatangani revisi PP ini, maka semakin banyak ahli waris pekerja yang akan dirugikan juga.

“Semoga Presiden segera menandatangani revisi PP Nomor 44 tahun 2015 itu. Dan ahli waris akan mendapatkan santunan yang lebih besar lagi,” ujar Timboel Siregar.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*