Studi Lapangan Fakultas Hukum Universitas Jakarta ke Lapas Kelas I Cipinang: Terus Berbenah, Pembinaan Warga Lapas Harus Semakin Baik dari Tahun ke Tahun

Studi Lapangan Fakultas Hukum Universitas Jakarta ke Lapas Kelas I Cipinang: Terus Berbenah, Pembinaan Warga Lapas Harus Semakin Baik dari Tahun ke Tahun

- in DAERAH, EKBIS, HUKUM, NASIONAL, PROFIL
1523
0
Foto: Studi Lapangan Fakultas Hukum Universitas Jakarta (FH UNIJA) ke Lapas Kelas I Cipinang, pada Kamis (11/1/2024). (Dok)Foto: Studi Lapangan Fakultas Hukum Universitas Jakarta (FH UNIJA) ke Lapas Kelas I Cipinang, pada Kamis (11/1/2024). (Dok)

Pembinaan Warga Binaan atau para Narapidana alias Napi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang masih perlu terus dibenahi.

Hingga kini, tampak sudah ada kemajuan yang lebih baik dalam pembinaan warga binaan di Lapas yang terletak di Jakarta Timur itu.

Hal itu terungkap saat Studi Lapangan Fakultas Hukum Universitas Jakarta (FH UNIJA) ke Lapas Kelas I Cipinang, pada Kamis (11/1/2024).

Sebanyak 42 mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Jakarta (FH UNIJA) bersama dua dosen pendamping yang juga dosen pengampu mata kuliah Hukum Penitensier, yakni Dr (Cand) Ir Yapiter Marpi, S.Kom., SH., MH., CMLC., C.Med., CTA dan Yuka Dinda Permata, SH., MH, melakukan Studi Lapangan ke Lapas Kelas I Cipinang.

Dalam perkunjungan Studi Lapangan ini, para mahasiswa dibawa berkeliling melihat langsung aktivitas dan keseharian para warga binaan di Lapas Kelas I Cipinang.

Terdapat banyak kegiatan pembinaan yang dilakukan di Lapas Kelas I Cipinang itu. Mulai dari pengelolaan dapur umum yang melibatkan warga binaan, kelas belajar Kejar Paket B dan Paket C, sarana olah raga, sarana beribadah, stand food court, barber atau pangkas, sarana membatik, perkayuan atau pertukangan, perbengkelan, pengelolaan café, ikan hias, dan kerajinan tangan.

Ada juga hasil kerajinan tangan yang sudah dipasarkan secara online. Semu aitu adalah hasil karya para warga binaan di Lapas Kelas I Cipinang.

“Kita berharap, dengan keahlian yang mereka peroleh selama pembinaan di Lapas Kelas I Cipinang ini, nantinya jika sudah kembali lagi ke Masyarakat, akan bisa survive dan mengembangkan keahlian yang diperoleh untuk memenuhi kebutuhan hidup. Itulah modal awal yang bisa kita berikan kepada warga binaan,” tutur Lies, salah seorang petugas Lapas Kelas I Cipinang, yang mendampingi para mahasiswa dalam Studi Lapangan itu.

Lies mengakui, permodalan untuk pembinaan warga binaan di tempat itu masih sangat minim. Pihak Lapas hanya bisa menyediakan permodalan berupa peralatan yang diperlukan untuk sarana pembinaan dan kerajinan tangan.

Sedangkan terkait kapasitas Lapas Kelas I Cipinang yang memiliki daya tampung sesungguhnya sebanyak 880 warga binaan, kini dihuni mencapai 2800-an warga binaan.

“Itu juga masih menjadi pergumulan dari tahun ke tahun. Sebab, daya tampung Lapas Kelas I Cipinang memang terus bertambah. Over Capacity. Namun, kami sebagai UPDT hanya bisa menampung semampu kita. Ibaratnya, Lapas in ikan Bagai TPA (Tempat Penampungan Akhir). Sedangkan terkait penambahan Lapas atau Pembangunan Lapas baru, itu menjadi kewenangan para pimpinan dan DPR. Kami hanya sebagai pelaksana saja,” tuturnya menjelaskan.

Proses Studi Lapangan Fakultas Hukum Universitas Jakarta ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang berlangsung lancar dan penuh keakraban. Para mahasiswa dan rombongan disambut dengan sukacita dan girang.

Usai kunjungan dan bicara langsung dengan para warga binaan, rombongan melanjutkan dengan menggelar dialog dan diskusi di Aula Lapas dengan para petugas Lapas. Membahas problem-problem di Lapas yang memungkinkan untuk disampaikan dan dipelajari lebih lanjut.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang merupakan salah satu Lapas tertua yang memiliki luas 2000 hektar, dengan kapasitas tahanan mencapai 2000 orang, dengan sebanyak 200 orang petugas Lapas.

Kegiatan Studi Lapangan Fakultas Hukum Universitas Jakarta melakukan Studi lapangan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Cipinang ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang bagaimana Praktik Pemasyarakatan Warga Binaan di Lapas.

Mahasiswa dapat melakukan wawancara secara langsung dengan warga binaan, baik warga binaan yang berasal dari dalam atau Luar Negeri yang tersangkut hukum di Indonesia.

Selain melakukan Kunjungan Studi Lapangan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Cipinang, FH UNIJA melanjutkan melanjutkan observasi wawancara terhadap 10 warga binaan dan diskusi hangat bersama pejabat Lapas.

Kehadiran Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jakarta sangat disambut hangat dan ceria dan sangat senang hati untuk berdiskusi dan memberikan wawasan konkret teknis di Lapas.

Harapan ke depan, ada Memorandum of Understanding (MoU) antar insitusi Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Cipinang dengan Universitas Jakarta.

Di lain waktu boleh melanjutkan MoU sebagai bentuk kolaborasi kerjasama dalam perwujudan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian.

“Kedepannya rencana kerjasama meliputi akademik, kemahasiswaan, lecture exchange, penelitian, pengabdian masyarakat, publikasi, dan kerja sama lain yang disepakati bersama,” tutur Dosen Pengampu Mata Kuliah Hukum Penitensier Fakultas Hukum Universitas Jakarta, Dr (Cand) Ir Yapiter Marpi, S.Kom., SH., MH., CMLC., C.Med., CTA.

Yapiter juga menyampaikan arti penting kunjungan lapangan ini sebagai studi komparasi antar teori dan praktik.

“Selama di kelas mendapatkan teoritis secara kepustakaan nantinya mahasiswa akan memahami observasi secara empirik studi lapangan mengenal lebih lanjut wujud konkret sebagaimana penerapan teori yang ada terealisasi akan adanya sistem maupun teknis di Lapas,” ujarnya.

Masih banyak lagi manfaat kunjungan lapangan tersebut dapat dipotret secara positif. Kelak data dan pengalaman tersebut mahasiswa dapat menjadikan acuan dasar penelitian pada menulis karya artikel, tugas akhir maupun skripsi.

“Jadi ini sangat banyak manfaat yang bisa diambil,” imbuhnya.

“Dengan demikian, setiap mata kuliah yang ada keterkaitan observasi lapangan sangat penting dilakukan hal serupa, untuk menyelaraskan akan adanya teoritis dan praktis dalam wawasan pengetahuan ilmiah secara konkret demi tercapai observasi, advokasi, dan penerapan intelektual kedepan secara komprehensif,” tandas Dr (Cand) Ir Yapiter Marpi, S.Kom., SH., MH., CMLC., C.Med., CTA.(RED)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Dukung Terwujudnya Ekonomi Hijau di Indonesia dengan ‘Green Democratic’ pada Pilkada Serentak 2024

Dalam waktu dekat Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan