Serigala Merobek-robek Sayap Elang, Mourinho Belum Senang

Serigala Merobek-robek Sayap Elang, Mourinho Belum Senang

- in DUNIA, OLAHRAGA
386
0
Liga Italia, AS Roma vs Spezia, Skor 2-0, Serigala Merobek-robek Sayap Elang, Mourinho Belum Senang. - Foto: Bek Roma Roger Ibanez (atas) berselebrasi setelah mencetak gol kedua timnya, pada laga Serie A Liga Italia antara AS Roma vs Spezia, pada 13 Desember 2021, di Stadion Olimpico, Roma, Italia.(AFP/Filippo Monteforte)Liga Italia, AS Roma vs Spezia, Skor 2-0, Serigala Merobek-robek Sayap Elang, Mourinho Belum Senang. - Foto: Bek Roma Roger Ibanez (atas) berselebrasi setelah mencetak gol kedua timnya, pada laga Serie A Liga Italia antara AS Roma vs Spezia, pada 13 Desember 2021, di Stadion Olimpico, Roma, Italia.(AFP/Filippo Monteforte)

I Lupi alias Serigala Ibu Kota, julukan AS Roma, berhasil merobek-robek sayap Sang Elang atau Aquilotti, julukan Spezia, dalam duel di giornata atau pekan ke-17 Serie A Liga Italia 2021/2022. 

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Olimpico, Roma, Italia, Selasa (14/12/2021) dini hari WIB itu, AS Roma menang telak dengan skor 2-0. 

I Giallorossi, juga julukan AS Roma, unggul cepat. Ketika pertandingan baru berjalan enam menit, mereka mencetak gol pembuka lewat Chris Smalling. 

Berawal dari sepak pojok Jordan Veretout, Tammy Abraham menanduk bola untuk dikirimkan ke Smalling. 

Setelah menerima operan dari Abraham, Smalling lalu melakukan penyelesaian akhir dengan sundulannya. 

Menurut catatan Opta, ini merupakan kali pertama sejak 2004-2005, pemain Inggris mengirim assist untuk rekan senegaranya dalam satu laga Serie A. 

Gol Chris Smalling menjadi satu-satunya yang tercipta sepanjang 45 menit pertama. 

Memasuki babak kedua, AS Roma menggandakan keunggulan pada menit ke-56 lewat cara yang hampir sama dengan gol pertama. 

Jordan Veretout mengirim umpan dari situasi corner kick ke kotak penalti Spezia. 

Bola kiriman Veretout kemudian ditanduk ke gawang lawan oleh Roger Ibanez yang berdiri cukup bebas di jantung pertahanan lawan. 

Kiper Spezia tidak punya kesempatan untuk menghalau lesakan Ibanez, karena bola datang secara tiba-tiba. 

Setelah unggul dua gol, AS Roma harus bermain dengan 10 orang pada masa injury time (90+3’) karena Felex Afena-Gyan menerima kartu kuning kedua. 

Kendati demikian, AS Roma tetap bisa mempertahankan keunggulan 2-0 mereka atas Spezia hingga peluit panjang dibunyikan wasit. 

Dengan kemenangan ini, AS Roma asuhan Jose Mourinho naik ke peringkat keenam Klasemen Liga Italia 2021/2022. 

Tim Serigala Ibu Kota sekarang mengoleksi 28 poin dari 17 laga, sama dengan Juventus yang mengekor di bawah mereka. 

Untuk duel ini, Roger Ibanez dinobatkan sebagai man of the match, dengan rating 8.1 dari Whoscored. Tentu, gol bukan satu-satunya faktor yang membuatnya layak disebut sebagai man of the match. 

Mencetak gol bukan tugas utama pria berumur 23 tahun itu, mengingat dia berperan sebagai bek.  

Performanya di jantung pertahanan patut diapresiasi, terutama karena dirinya mampu mencatatkan dua tekel, empat sapuan dan empat intersep. 

Kontribusinya semakin terasa dengan catatan dua kemenangan duel udara, yang semuanya dilakukan di wilayah pertahanan lawan. Ia juga mampu menyelesaikan 53 dari 65 operan yang dilakukan sepanjang pertandingan berlangsung. 

Berkat penampilan apiknya, tun rumah AS Roma bisa memenangkan pertandingan dengan catatan clean sheet. Sesuatu yang jarang terjadi kepada mereka dalam tiga pertandingan terakhir di semua kompetisi. 

Meskipun berhasil memetik kemenangan, ternyata Pelatih AS Roma, Jose Mourinho belum puas dengan permainan timnya. 

Eks pelatih Inter Milan itu merasa senang dengan dua gol yang diciptakan timnya, tapi tidak bahagia dengan permainan yang diperlihatkan AS Roma. 

“Saya menyukai dua gol dari sepak pojok, karena kemarin kami telah berlatih dengan bola mati selama 25 menit,” tutur Jose Mourinho seperti dilansir Football Italia. 

Menurutnya, bukan soal hasilnya saja kali ini yang mesti menjadi perhatiannya. Tetapi proses dan permainan yang terjadi tidak menarik. 

“Saya suka hasilnya, bukan permainannya, itu bukan laga sulit. Sejak babak pertama, kami kehilangan bola terlalu banyak,” ujar Mourinho. 

Bahkan, lanjutnya, AS Roma tidak memperlihatkan permainan yang berkualitas pada laga ini. 

“Kami juga tidak pernah sepenuhnya memiliki aliran bola yang baik, saya merasa permainan belum baik,” katanya. 

Pernyataan yang disampaikan Mourinho itu seakan mengisyaratkan bahwa juru taktik asal Portugal itu tidak sepenuhnya puas melihat permainan anak asuhnya di atas lapangan. 

Ketidakpuasan yang ditunjukkan Mourinho tergolong cukup wajar mengingat permainan AS Roma memang tidak terlalu menggigit saat menjamu Spezia. 

Dengan skuat yang dimiliki dan catatan buruk yang dimiliki Spezia, tentu Mourinho berharap tim asuhannya bisa tampil lebih menggeliat. 

Sehingga skor dua gol tanpa balas yang didapatkan melalui sepak pojok ternyata masih belum membuat Mourinho merasa puas. 

Terlepas dari hal itu, Mourinho sepertinya perlu bersyukur timnya bisa menang setelah sebelumnya menelan dua kekalahan beruntun di liga domestik. 

Setelah kalah secara mengejutkan Bologna, AS Roma kena bantai oleh Inter Milan, dengan skor tiga gol tanpa balas pada pekan sebelumnya. 

Dengan kemenangan melawan Spezia ini, setidaknya membuat AS Roma berhasil mengakhiri tren buruk mereka di liga domestik. 

Raihan tiga poin bertemu Spezia ini juga membuat AS Roma terus menjaga peluang bertarung memperebutkan tiket Liga Champions musim depan. 

Mourinho menyebut, upaya Ibanez cukup bagus. Namun secara keseluruhan, anak asuhnya belum memperlihatkan duel yang menarik. 

“Kami tidak pernah memiliki sirkulasi bola yang baik. Saat itu tidak sulit bermain melawan Spezia. Setelah 2-0, saya juga menyukai upaya Ibanez, yang tetap berada di lapangan dengan beberapa kesulitan,” katanya. 

Dia melanjutkan, rasanya permainan belum berakhir. Sebab, perlawanan Spezia masih berlangsung. 

“Saya merasa permainan belum berakhir. Setelah Smalling keluar, semuanya berubah, karena (Bryan) Cristante menggantikannya. Tim membiarkan lawan memasuki pertandingan,” imbuhnya. 

Mourinho juga ditanya apakah Smalling, Ibanez dan Nicolo Zaniolo akan siap melawan Atalanta pada hari Sabtu. 

“Kita lihat saja nanti. Ibanez tetap di lapangan, saat Smalling absen,” kata Mourinho. 

Untuk menghadapi Atalanta pada duel mendatang, Jose Mourinho menyebut, AS Roma tidak boleh gegabah. 

“Smalling merasakan sesuatu, Ibanez selalu bermain. Saya harap ini lebih merupakan masalah kelelahan. Atalanta adalah tim papan atas, dengan skuat yang besar. Ini akan sulit,” ujarnya. 

Dia juga berharap, para pemainnya dalam kondisi fit, serta tidak mengalami cedera, agar bisa bertarung melawan klub-klub yang berat. 

“Untuk Zaniolo, saya tidak tahu, dia tidak mengalami cedera serius, tapi mari kita lihat. Ini akan sulit melawan Atalanta, juga dengan Sampdoria,” tandas Mourinho. 

Ada dua pertandingan tersisa sebelum jeda musim dingin, dengan Atalanta tandang pada 18 Desember dan Sampdoria di kandang pada 22 Desember. 

AS Roma dijadwalkan akan menghadapi Atalanta dalam laga berikutnya. Yaitu pada matchday 18 Liga Italia di Stadion Bergamo, Sabtu (18/12/2021) mendatang.*** 

Susunan Pemain 

AS Roma (3-5-2) : 1-Rui Patricio; 3-Roger Ibanez, 6-Chris Smalling (42-Amadou Diawara 64’), 24-Marash Kumbulla; 2-Rick Karsdorp, 17-Jordan Veretout (52-Edoardo Bove 90+3’), 4-Bryan Cristante, 77-Henrikh Mkhitaryan, 5-Matias Vina; 21-Borja Mayoral (64-Felix Afena-Gyan 64’), 9-Tammy Abraham. 

Pelatih: Jose Mourinho. 

Spezia (3-5-2) : 94-Ivan Provedel; 27-Kelvin Amian, 28-Martin Erlic, 43-Dimitrios Nikolau; 11-Emmanuel Gyasi, 8-Viktor Kovalenko (33-Kevin Agudelo 53’), 7-Jacopo Sala (14-Jakub Kiwior 17’), 25-Giulio Maggiore (20-Simone Bastoni 53’), 13-Arkadiusz Reca; 44-David Strelec (10-Daniele Verde 53’), 9-Rey Manaj. 

Pelatih: Thiago Motta. 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Aroma Money Politics Sangat Terasa di Bangka Belitung, Tokoh Masyarakat Ingatkan Petugas Awasi Lapas dan Pelosok Pada Pencoblosan Pemilu 2024

Salah seorang Tokoh Masyarakat Bangka Belitung, Bujang Musa,