Breaking News

Sepuluh Orang Utusan Buruh Masuk ke Lingkungan Istana, Tak Ada Jokowi, Tak Ada Keputusan

Presiden Tak Peduli Nasib Buruh, SBSI Serukan Aksi Long March Buruh Se-Tanah Air.

Sekitar pukul satu siang lewat, sebanyak sepuluh orang utusan buruh yang menggelar aksi did epan Istana Negara pada Senin (27/02/2017) masuk ke dalam Istana Negara.

 

Tim delegasi yang diminta mewakili para buruh yang telah menggelar aksi long march dari Kota Medan hingga ke Jakarta itu dipimpin oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPP SBSI) Muchtar Pakpahan. Tokoh buruh itu didampingi oleh sembilan orang negosiator buruh yang terdiri dari para demonstran yakni Koordinator Aksi Long March Buruh SBSI Arsula Gultom, Koordinator Wilayah Sumatera Utara SBSI Nicholas Sutrisman, Ketua DPC SBSI Kota Medan April Waruwu, Ketua Bidang Program DPP SBSI Johannes Dartha Pakpahan, bersama lima orang buruh mewakili PT Pelindo II, PT Pelindo III dan PT Pelindo IV.

 

Setelah keluar dari dalam lingkungan Istana Negara, Koordinator Aksi Long March Buruh SBSI Arsula Gultom segera menaiki mobil komando aksi yang masih menggelar aksi di depan Istana Negara.

 

Dari pengeras suara, Arsula menjelaskan bahwa Tim Negostiator kecewa, dikarenakan bukan ke dalam Kantor Presiden mereka diarahkan dan tidak bertemu dengan Presiden Joko Widodo, serta tidak ada hasil keputusan pasti yang mereka peroleh.

 

Tim negosiator pun menolak pertemuan dengan pihak Kementerian Sekretaris Negara (Mensesneg) yang menggiring para buruh ke kantor Sekretariat Negara.

 

“Saya pikir tadi saya akan menginjakkan kaki ke dalam Istana Negara, tapi ternyata kami ke pinggiran Istana, diarahkan ke kantor Mensesneg,” kata Arsula di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Senin (27/02/2017).

 

Penolakan tersebut dilakukan oleh tim negosiasi yang mewakili ratusan buruh karyawan PT Pelindo I yang mengharapkan adanya keputusan yang diberikan oleh Pemerintah. Perjalanan yang sudah ditempuh selama 40 hari sejak tanggal 20 Januari 2017 dengan jarak dua ribu kilometer untuk bertemu dengan Presiden ternyata tidak membuahkan hasil.

 

Oleh karena itu, Arsula menegaskan, para buruh akan tetap bertahan di sekitar Istana Negara sampai Presiden Jokowi mau menerima mereka dan memberikan keputusan atas nasib mereka.

 

“Untuk teman-teman yang dari PT Pelindo I, karena sampai saat ini belum ada keputusan, maka kita akan menginap di sini sampai kita mendapatkan keputusan,” ujar Arsula.

 

Dia menegaskan, para buruh tidak akan pulang ke Medan, jika belum mendapatkan hasil dari perjuangan yang sudah mereka lakukan untuk datang ke Jakarta. Mereka sangat kecewa dengan sikap pemerintah yang tidak perduli dengan perjuangan yang sudah mereka lakukan untuk sampai ke Jakarta.

 

Merekapun meminta lebih baik ditangkap dan masuk penjara dari pada pulang tanpa hasil yang mereka inginkan.

 

“Pak polisi, lebih baik tangkap kami dari pada kami pulang tidak membawa hasil. Karena kalau bapak polisi menangkap kami, kami masih dikasi makan di penjara. Tapi kalau kami pulang pasti kami engga bisa makan lagi, dan tetap saja akan mati terseok-seok,” pungkas Arsula.

 

Jelang larut malam, para buruh diminta menginap di Gelanggang Olah Raga, Senen, Jakarta Pusat. “Besok kami kembali aksi ke depan Istana ini,” ujar Arsula.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*