Semasa Hidupnya Berani Mati Tegakkan Hukum, Makam Jaksa Agung RI Pertama Mr R Gatot Taroenamihardja Dipindah ke Taman Makam Pusara Adhyaksa

Semasa Hidupnya Berani Mati Tegakkan Hukum, Makam Jaksa Agung RI Pertama Mr R Gatot Taroenamihardja Dipindah ke Taman Makam Pusara Adhyaksa

- in DAERAH, HUKUM, NASIONAL, PROFIL
64
0
Semasa Hidupnya Berani Mati Tegakkan Hukum, Makam Jaksa Agung RI Pertama Mr R Gatot Taroenamihardja Dipindah ke Taman Makam Pusara Adhyaksa. - Foto: Proses Upacara Pemindahan Makam Jaksa Agung Republik Indonesia Pertama Mr Raden Gatot Taroenamihardja dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo Tebet, Jakarta Selatan menuju Taman Makam Pusara Adhyaksa Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Kamis 25 November 2021.(Dok)Semasa Hidupnya Berani Mati Tegakkan Hukum, Makam Jaksa Agung RI Pertama Mr R Gatot Taroenamihardja Dipindah ke Taman Makam Pusara Adhyaksa. - Foto: Proses Upacara Pemindahan Makam Jaksa Agung Republik Indonesia Pertama Mr Raden Gatot Taroenamihardja dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo Tebet, Jakarta Selatan menuju Taman Makam Pusara Adhyaksa Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Kamis 25 November 2021.(Dok)

Pada Kamis 25 November 2021 pukul 06.30 WIB, Kejaksaan Republik Indonesia bersama Pengurus Pusat Persatuan Jaksa Indonesia melaksanakan Upacara Pemindahan Makam Jaksa Agung Republik Indonesia Pertama Mr Raden Gatot Taroenamihardja dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo Tebet, Jakarta Selatan menuju Taman Makam Pusara Adhyaksa Cibinong, Kabupaten Bogor. 

Upacara pemindahan jenasah itu dihadiri keluarga dan ahli waris dari Meester in de Rechten (Mr) R Gatot Taroenamihardja, Wakil Jaksa Agung RI Setia Untung Arimuladi selaku Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia (PJI), Jaksa Agung Muda Pembinaan (Jambin) Bambang Sugeng Rukmono, Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Feri Wibisono, Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Amir Yanto, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Militer (Jampidmil) Laksamana Muda Anwar Saidi, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia (Kabandiklat) Tony Tribagus Spontana, yang juga selaku Pembina PJI. 

Proses pemindahan jenasah Jaksa Agung Republik Indonesia Pertama itu juga diikuti oleh pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung, dan diikuti para pegawai melalui live streaming youtube Kejaksaan RI. 

Upacara Pemindahan Makam Jaksa Agung Republik Indonesia Pertama Mr R Gatot Taroenamihardja diawali dengan persiapan prosesi penggalian makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo Tebet, Jakarta Selatan, yang dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kajari Jaksel) Nurcahyo Jungkung Madyo. 

Setelah dilakukan prosesi penggalian makam, jenasah Jaksa Agung Republik Indonesia Pertama Mr R Gatot Taroenamihardja dimasukkan ke dalam peti jenasah. Kemudian dipersiapkan untuk diantarkan dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo menuju Taman Makam Pusara Adhyaksa Cibinong, Kabupaten Bogor, dengan menggunakan mobil jenasah. 

Pada pukul 09.00 WIB, mobil jenasah Jaksa Agung Republik Indonesia Pertama Mr R Gatot Taroenamihardja tiba di Taman Makam Pusara Adhyaksa Cibinong, Kabupaten Bogor.  

Selanjutnya dilakukan Upacara Pemindahan Makam yang dipimpin oleh Inspektur Upacara yaitu Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Setia Untung Arimuladi.  

Dengan dilaksanakannya penurunan peti jenasah, dan dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga oleh Wakil Jaksa Agung RI dan juga dari perwakilan keluarga Jaksa Agung Republik Indonesia Pertama Mr R Gatot Taroenamihardja. 

Setelah penurunan peti jenasah Jaksa Agung Republik Indonesia Pertama Mr R Gatot Taroenamihardja, Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Setia Untung Arimuladi membacakan sambutan Jaksa Agung Republik Indonesia Burhanuddin secara langsung dari Taman Makam Pusara Adhyaksa Cibinong Kabupaten Bogor. 

Mengawali sambutannya Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Setia Untung Arimuladi menyampaikan, Jaksa Agung Republik Indonesia Burhanuddin secara pribadi maupun atas nama pimpinan Kejaksaan Republik Indonesia, memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pengurus Pusat Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) dalam proses pemindahan makam Jaksa Agung Republik Indonesia Pertama Mr R Gatot Taroenamihardja dari Taman Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo ke Taman Makam Pusara Adhyaksa di Cibinong secara baik dan lancar. 

“Saya berharap, melalui kegiatan ini jangan hanya diartikan sebagai sebuah kegiatan simbolis semata. Tapi kita harus mampu menangkap makna bahwa kita para Adhyaksa penerus menempatkan sosok Jaksa Agung Mr R Gatot Taroenamihardja sebagai sosok panutan dan menjadi idola setiap Jaksa. Selain itu, kegiatan ini terkandung maksud bahwa para Adhyaksa muda tidak akan pernah melupakan senior bahwa di setiap insan Adhyaksa juga memiliki keterikatan batin satu sama lain,” tutur Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia, Setia Untung Arimuladi. 

Peran dan sosok Jaksa Agung Mr R Gatot Taroenamihardja bagi Bangsa dan Negara Indonesia, seperti diketahui, Mr R Gatot Taroenamihardja merupakan Jaksa Agung Republik Indonesia pertama, yang mengemban tugas sebagai Jaksa Agung sebanyak 2 kali yaitu pada 1 Oktober 1945 sampai dengan 24 Oktober 1945 dan pada 1 April 1959 sampai dengan 22 September 1959. 

Jaksa Agung Republik Indonesia Pertama Mr R Gatot Taroenamihardja lahir di Sukabumi pada 24 November 1901. Pernah menjabat sebagai Hakim Ketua di Purwokerto, Penasihat Hukum, Pejabat Tinggi Kementerian Kehakiman dan Pejabat Departemen Kehakiman. 

“Meskipun masa tugas beliau sebagai Jaksa Agung relatif singkat, namun beliau bertekad untuk membersihkan Negara ini dari korupsi. Beliau semasa hidupnya dikenal sebagai figur yang berani, tegas, berwibawa, dan gigih dalam mempertahankan serta menjunjung tinggi hukum di Indonesia. Bahkan beliau tidak segan mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan integritas, dedikasi dan pendiriannya dalam menjunjung tinggi supremasi hukum terlihat dalam penanganan perkara,” lanjut Setia Untung Arimuladi. 

Oleh karena itu, Setia Untung Arimuladi melanjutkan, kepada segenap insan Adhyaksa, haruslah sudah paham betul apa yang menjadi risiko dan konsekuensi dalam menjalankan tugas, fungsi dan kewenangan, semenjak berikrar untuk menjadi seorang Adhyaksa. 

“Untuk itu, jangan takut dan janganlah ragu dalam menjalankan tugas kita dalam proses penegakan hukum. Marilah kita tauladani apa yang dicontohkan oleh Jaksa Agung Mr R Gatot Taroenamihardja dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” tutur Untung. 

Semasa hidupnya, Jaksa Agung Mr R Gatot Taroenamihardja telah mengemban amanah dan mendedikasikan segenap kemampuan terbaiknya untuk membuat fondasi institusi Kejaksaan dalam menyelenggaranya penegakan hukum yang baik. 

“Sebuah kontribusi positif yang manfaat besarnya kita rasakan nyata sekarang ini,” lanjut Untung. 

Di akhir sambutan, Setia Untung Arimuladi menyampaikan, dengan memindahkan makam Jaksa Agung Mr R Gatot Taroenamihardja ke Taman Makam Pusara Adhyaksa, memang tidak akan pernah sebanding dengan kontribusinya bagi Kejaksaan. 

“Untuk itu, semoga dengan ditempatkannya jenasah Jaksa Agung Mr R Gatot Taroenamihardja di Taman Makam Pusara Adhyaksa ini, dapat terus mengenang dan mewujudkan harapan beliau dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenang kita dalam proses penegakan hukum,” ujar Untung. 

Untung menekankan, meskipun Jaksa Agung Mr R Gatot Taroenamihardja sudah tidak dapat ditemui secara langsung, namun spiritnya akan terus menjadi keteladanan bagi Korps Adhyaksa. 

“Semangat, dedikasi dan keteladanan dari Jaksa Agung Mr R Gatot Taroenamihardja akan terus dapat kita rasakan hingga hari ini. Dan akan terus melekat di hati sanubari setiap insan Adhyaksa,” ujar Setia Untung Arimuladi. 

Setelah pembacaan sambutan upacara ditutup dengan dengan pembacaan doa oleh KH Lesmana. Yang dirangkaikan dengan tabur bunga oleh seluruh pegawai Kejaksaan RI yang hadir, serta Keluarga Jaksa Agung Republik Indonesia Pertama Mr R Gatot Taroenamihardja. 

Sebelumnya, Pemindahan Makam Jaksa Agung Republik Indonesia Pertama Mr R Gatot Taroenamihardja dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo Tebet, Jakarta Selatan menuju Pusara Adhyaksa Cibinong, Kabupaten Bogor dilaksanakan berawal dari bulan Januari 2019. 

Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Setia Untung Arimuladi  selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) mendapatkan laporan dari anggota PJI, bahwasanya ada makam mantan Jaksa Agung RI di TPU Menteng Pulo, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan sudah dalam keadaan tidak terawat. 

Kemudian, Setia Untung Arimuladi sebagai Ketua Umum PP PJI memerintahkan anggota PJI berkoordinasi dengan pihak TPU Menteng Pulo. Untuk mengecek kebenaran informasi tersebut, serta menelusuri keberadaan Ahli Waris mendiang. 

Dari hasil koordinasi itu diketahui bahwa, pertama, makam yang tidak terawat dimaksud adalah makam Mr R Gatot Taroenamihardja, mantan Jaksa Agung RI Pertama dan Ke-5. 

Kedua, berdasarkan data yang tercatat pada dokumen di TPU Menteng Pulo, ahli waris mendiang adalah (Alm) Purwoto Suhadi Gandasubrata yang meninggal pada tahun 2005, dengan alamat di Jl Karang Asem Tengah No 13, RT/RW 07/02, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan. 

Ketiga, dari tahun 2005 sampai dengan sekarang, makam tersebut tidak dibayarkan biaya sewa atau retribusi, sehingga makam tidak terawat dan tidak dapat dikenali karena dipenuhi tumbuhan liar. 

Keempat, dengan pertimbangan hal-hal sebagaimana disampaikan sebelumnya, mengingat Kejaksaan Republik Indonesia memiliki Taman Makam sendiri yaitu Taman Makam Pusara Adhyaksa yang berada di Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, maka Ketua Umum PP PJI menginisiasi pemindahan makam Mr R Gatot Taroenamihardja. Dengan tujuan agar makam mendiang bisa lebih terawat. 

Inisiasi tersebut dilaksanakan dengan dasar AD/ ART Persatuan Jaksa Indonesia, yakni pasal 6 huruf c Bab III Tujuan Dan Upaya Anggaran Dasar Persatuan Jaksa Indonesia, yang berbunyi “tujuan PJI untuk menjaga, menjunjung tinggi harkat dan martabat Jaksa, mempertebal rasa tanggung jawab dalam melaksanakan dharma bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa dan negara”. 

Dan juga pasal 2 huruf a Bab II Upaya Anggaran Rumah Tangga Persatuan Jaksa Indonesia yang berbunyi “untuk mencapai tujuan PJI menyelenggarakan, memperjuangkan, dan meningkatkan kesejahteraan materiil dan spirituil para anggota.” 

Pada tanggal 11 Januari 2019, atas arahan Ketua Umum PP PJI, dilakukan kunjungan ke kediaman (Alm) Purwoto Suhadi Gandasubrata. Dengan tujuan silaturahmi dan memohon ijin kepada ahli waris Mr R Gatot Taroenamihardja untuk memindahkan makam mendiang dari TPU Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan ke pemakaman milik Kejaksaan Republik Indonesia yaitu Taman Makam Pusara Adhyaksa, Cibinong Kabupaten Bogor. 

Kunjungan anggota PJI diterima oleh Pradana Ramadhian Gandasubrata, yang bersangkutan adalah putra dari (Alm) Purwoto Suhadi Gandasubrata (Ketua MA RI ke-8), mendiang adalah putra dari Ny Siti Soebindjai Taroenamihardja yang tidak lain adalah adik dari Mr R Gatot Taroenamihardja. 

Dari hasil pertemuan, diketahui bahwa (Alm) Purwoto Suhadi Gandasubrata adalah putra keempat dari 7 bersaudara putra-putri dari Ny Siti Soebindjai Taroenamihardja. 

Dan dari ketujuh bersaudara keponakan Mr R Gatot Taroenamihardja tersebut, yang masih hidup adalah Ny Wahyudiati T Salim Gandasubrata (umur 87 tahun). Dengan alamat di Bona Vista Apartemen Tower IA No. 206, Jl Bona Vista Raya No. 10, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan. 

Setelah dilakukan komunikasi dengan ahli waris Mr R Gatot Taroenamihardja yang masih hidup yaitu Ny Wahyudiati T Salim Gandasubrata, yang bersangkutan menyatakan tidak keberatan atas rencana pemindahan makam Mr R Gatot Taroenamihardja. Dan bersedia membuat surat pernyataan secara tertulis di atas materai. 

Pada bulan Mei 2019, Ketua Umum PP PJI melaporkan kepada Jaksa Agung RI selaku Pelindung PJI pada saat itu perihal rencana pemindahan makam Mr R Gatot Taroenamihardja dari TPU Menteng Pulo, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan ke Taman Makam Pusara Adhyaksa yang berada di Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor. 

Atas persetujuan Jaksa Agung RI selaku Pelindung PJI, kemudian dijadwalkan pemindahan makam Mr R Gatot Taroenamihardja rencana dilaksanakan bulan Juli 2019 sebagai rangkaian peringatan Hari Bhakti Adhyaksa Tahun 2019. 

Dikarenakan keadaan tidak memungkinkan pemindahan makam Mr R Gatot Taroenamihardja ditunda pelaksanaannya. 

Pandemi Covid-19 mulai melanda akhir tahun 2019 sampai dengan sekarang, sehingga kegiatan tidak bisa dilaksanakan. 

Menjelang akhir tahun 2021, pandemi Covid-19 mulai terjadi penurunan. Dan kebijakan Pemerintah memperbolehkan kegiatan yang melibatkan banyak orang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. 

Akhir bulan Oktober 2021, Ketua Umum PP PJI mengusulkan kembali kepada Jaksa Agung RI ST Burhanuddin selaku Pelindung PJI perihal rencana pemindahan makam Mr R Gatot Taroenamihardja dari TPU Menteng Pulo, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan ke Taman Makam Pusara Adhyaksa yang berada di Pondok Rajeg, Cibinong Kabupaten Bogor. Dan usulan Ketua Umum PP PJI disetujui oleh Jaksa Agung RI untuk dilaksanakan. 

Pelaksanaan Prosesi dan Upacara Pemindahan Makam Jaksa Agung Republik Indonesia Pertama Mr R Gatot Taroenamihardja dilaksanakan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan, antara lain dengan menerapkan 3M.(J-RO)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like