Breaking News

Selama Ini Telah Terjadi Pergeseran, Wakil Jaksa Agung Dorong Doktrin Dominus Litis Dalam Penyusunan KUHAPidana

Selama Ini Telah Terjadi Pergeseran, Wakil Jaksa Agung Dorong Doktrin Dominus Litis Dalam Penyusunan KUHAPidana.

Wakil Jaksa Agung (Waja) Dr Arminsyah menegaskan telah terjadi pergeseran doktirn dominus litis atau prinsip Jaksa Sebagai Penguasa Perkara dalam proses hokum di Indonesia dewasa ini.

Karena itu, mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus) ini mendorong agar doktrin itu kembali ditegaskan dalam penyusunan Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Hal itu disampaikan Arminsyah saat menjadi Keynote Speaker dalam Talk Show bertema Dominus Litis dalam Criminal Justice System: Peluang dan Tantangannya, yang digelar Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair), di Surabaya, Jumat (16/02/2019).

“Secara normatif dan praktek telah terjadi pergeseran doktrin dominus litis dalam sistem peradilan pidana terpadu. Pergeseran tersebut merupakan suatu peluang dan tantangan dalam penyusunan Rancangan KUHAPidana Indonesia di masa mendatang,” tutur Arminsyah.

Dalam Talk Show dalam rangka kegiatan memperingati Pendidikan Tinggi Hukum ke-66 di Surabaya itu, Arminsyah memaparkan Arah Kebijakan Kejaksaan dalam Integrated Criminal Justice mendatang.

Lebih lanjut, Mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung (Jamintel) itu menekankan perlunya penguatan doktrin yang terabaikan selama ini.

“Penguatan doktrin dominus litis dalam sistem peradilan pidana di Indonesia merupakan upaya sinkronisasi secara struktural, substansial maupun kultural dalam pelaksanaan sistem peradilan pidana terpadu,” ujarnya.

Sedangkan sebagai tantangan, lanjut Arminsyah, setiap pemangku kepentingan diharapkan legowo untuk menerapkannya kembali.

“Perubahan pastilah membutuhkan pengorbanan dan sikap legowo para pamangku kepentingan sistem peradilan pidana terpadu di Indonesia,” ujar Arminsyah.(JR)

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*