Selalu Bawa-Bawa Keharuman Gerakan Reformasi Dalam Aksinya, Adian Napitupulu Hanya Residu Politik Hendak ‘Merampok’ BUMN

Selalu Bawa-Bawa Keharuman Gerakan Reformasi Dalam Aksinya, Adian Napitupulu Hanya Residu Politik Hendak ‘Merampok’ BUMN. – Foto: Politisi PDIP Adian Napitupulu saat tertangkap kamera nampak bagai sedang tertidur pada saat Rapat DPR di Senayan. (Net)
Selalu Bawa-Bawa Keharuman Gerakan Reformasi Dalam Aksinya, Adian Napitupulu Hanya Residu Politik Hendak ‘Merampok’ BUMN. – Foto: Politisi PDIP Adian Napitupulu saat tertangkap kamera nampak bagai sedang tertidur pada saat Rapat DPR di Senayan. (Net)

Siapa yang tak kenal politisi Adian Napitupulu. Selama musim kampanye Pemilihan Presiden (Pilres) 2019 lalu sering muncul di televisi dan berbagai media massa.

Dalam aksi-aksi politiknya, pria kelahiran Manado, 9 Januari 1971 itu kerap mengidentifikasi dirinya sebagai salah seorang sosok Gerakan Aktivis Reformasi 1998.

Berhasil duduk di kursi DPR RI pada Pemilu 2019, pria bernama lengkap Adian Yunus Yusak Napitupulu ini, kini duduk di Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika dan intelijen.


 

Adian yang oleh sesama rekannya aktivis kerap memanggil dia dengan sebutan kakek, sering menjadi buah bibir. Lantaran aksi-aksinya yang nyeleneh  dan bahkan bisa disebut berani, hingga luar batas aktivis. Pria yang bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu sering membawa-bawa eks gerakan reformasi 1998 dalam aktivitas politiknya.

Baru-baru ini, Adian kembali melancarkan manuver, dengan menghantam Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Banyak pihak menduga, aksi Adian ini dikarenakan pria yang dikenal sebagai aktivis jalanan ini terusik karena banyak jatah komisaris BUMN tidak lagi diberikan ke kelompok Adian Napitupulu. Terutama kepada orang-orang yang bernaung di dalam organisasi bentukannya yakni Posko Perjuangan Rakyat (Pospera). Pospera adalah salah satu organisasi yang menjadi relawan pemenangan Jokowi menuju kursi Presiden.


 

Atas ulah Adian ini, kini banyak protes dan kritikan yang disampaikan kepadanya. Pria yang mengklaim dirinya sebagai Sekretaris Jenderal Perhimpunan Nasional Aktivis 98 atau (Pena 98) ini pun perlahan kurang disenangi masyarakat.

Aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Gorga Donny Manurung melancarkan kritik pedas terhadap aksi-aksi Adian Napitupulu.

Menurut Gorga Donny Manurung yang adalah Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta (GMKI Jakarta), Adian Napitupulu sudah santer dikenal sebagai perampok BUMN.


 

“Adian Napitupulu sudah tidak layak membawa nama sebagai aktivis 98, karena sudah meminta jatah komisaris BUMN dengan cara-cara yang tak sepatutnya. Adian sudah cukup dikenal kini sebagai perampok BUMN,” tutur Gorga Donny Manurung, di Jakarta, Selasa (16/06/2020).

Bahkan, menurut pria yang belum lama menamatkan profesi advokatnya ini, Adian Napitupulu sudah tak layak selalu mengatasnamakan rakyat dalam setiap aksi-aksi busuknya.

“Adian sudah meludah ke langit. Stop berpura-pura mengatasnamakan rakyat. Padahal sama busuknya dengan Orde Baru,” ujar Donny.


 

Menurut Donny, semakin lama Adian Napitupulu membuat aksi-aksi busuk, kini semakin muak masyarakat terhadap dirinya.

Adian Napitupulu, lanjutnya, sudah tak layak menyebut dirinya sebagai aktivis gerakan reformasi 1988 dan sudah tak layak mengklaim diri sebagai Sekjen Pena 98. Sebab, faktanya, setelah menjadi politisi di DPR dari PDIP, Adian Napitupulu sudah tidak pernah membela rakyat. Adian hanya membela kepentingan sempitnya dan kelompoknya. Bahkan, terus-terusan hendak merampok BUMN.

“Dia itu kini hanya sampah reformasi. Residu politik yang mencoba-coba meraup untung pribadi dari BUMN. Adian, jangan sok jadi pahlawan reformasilah,” tutur Donny lagi.


 

Yang anehnya, lanjut Donny, Adian Napitupulu adalah anggota Komisi I DPR RI. Namun, getol sekali mengutuki dan hendak merampok BUMN.

Bahkan, katanya, sepengetahuan Donny, Adian Napitulu tidak menjalankan tugas dan fungsinya sebagai anggota DPR. Adian Napitupulu yang duduk menjadi DPR dari Daerah Pemilihan Jazwa Barat V (Dapil Jabar V) itu, menurut Donny lagi, tidak faham tugas dan fungsi DPR.

“Masa anggota Komisi I ngurusi BUMN? Itu Adian, anggota DPR atau relawan Pilpres? Jangan-jangan tugas dan fungsi DPR pun dia tak tahu dan tak mengerti. Sudah layak diberhentikan anggota DPR seperti Adian Napitupulu itu,” tandas Gorga Donny Manurung.


 

Tak lama setelah politikus PDIP Adian Napitupulu melemparkan kritik ke Menteri BUMN, Erick Thohir, anggota DPR lainnya Andre Rosiade melemparkan dugaan adanya motif tertentu di balik kritik Adian itu. Andre menyebut aksi Adian Napitupulu itu berkenaan dengan usulan kursi komisaris BUMN yang tak diakomodir. Adian menyanggah serangan dari Andre.

“Tidak ada hubungannya. Saya minta Andre membuktikan karena itu tuduhan serius,” kata Adian Napitupulu, sebagaimana dilansir media detikcom, Minggu (14/6/2020).

Adian menantang Andre untuk mengomentari data yang dia paparkan dalam kritik ke Erick. Di sisi lain, Adian juga meminta Andre untuk tak melempar rumor.


 

“Kalau Andre kritis, komentari datanya saja, benar atau tidak, jangan komentari rumor. Terlalu mahal rakyat membiayai DPR hanya untuk mengomentari rumor,” kata Adian.

Adian mengaku tahu posisinya sebagai anggota DPR Komisi I, yang mengkritik Menteri BUMN Erick Thohir.

“Mungkin Andre harus memahami fungsi pengawasan DPR dan jelas yang diawasi adalah kinerja eksekutif, bukan romor sesama DPR. Karena kalau rumor dibicarakan, saya juga banyak mendengar rumor tentang Andre. Tapi, karena saya tahu fungsi dan tugas DPR, maka saya tidak umbar itu di media,” kata Adian.


 

Adian lantas meminta Andre untuk lebih banyak belajar. “Andre harus belajar data, jawab data, bukan data dijawab rumor. Gitu aja,” kata Adian.(Nando)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan