Sekum PGI Pdt Gomar Gultom: Badan Otorita Danau Toba Masih Pakai Gaya-Gaya Orde Baru

Hati-Hati, Pertemuan Abal-Abal BPODT Dengan Warga Banyak Bohongnya

Hati-Hati, Pertemuan Abal-Abal BPODT Dengan Warga Banyak Bohongnya, Sekum PGI Pdt Gomar Gultom: BPODT Masih Pakai Gaya-Gaya Orde Baru.
Hati-Hati, Pertemuan Abal-Abal BPODT Dengan Warga Banyak Bohongnya, Sekum PGI Pdt Gomar Gultom: BPODT Masih Pakai Gaya-Gaya Orde Baru.

Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (Sekum PGI) Pendeta Gomar Gultom menyampaikan, sebaiknya masyarakat tidak terhasut dengan adanya penyebaran informasi yang menyebut, telah adanya pertemuan dan sudah mencapai kata sepakat dari Badan Otorita Danau Toba (BODT) atau yang dikenal juga dengan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT), terhadap persoalan warga masyarakat di Kawasan Danau Toba (KDT) dengan warga Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Menurut Pendeta Gomar Gultom, pertemuan dan kesepakatan itu tidak fair, penuh kebohongan dan tidak menyelesaikan persoalan yang terjadi.

“Adanya beberapa orang yang walk out dari pertemuan itu tidak diberitakan. Buat BODT itu tak masalah. Nanti BODT akan katakan, sudah ada musyawarah, persis cara-cara Orde Baru,” tutur Pendeta Gomar Gultom, Senin (16/09/2019).

Faktanya, persoalan yang dihadapi oleh Masyarakat itu belum jelas penyelesaiannya. “Katanya menempuh jalur hukum, tapi pembangunan jalan tetap diteruskan. Mestinya status quo, dong,” ujar Gomar.

Dia mengingatkan, di sisi lain, pendekatan hukum formal pun akan menempatkan masyarakat pada posisi lemah.

“Negeri ini, dengan rejim sertifikasi, tak memberi ruang buat kepemilikian Masyarakat Adat. Meski ada Keputusan MK No 35 Tahun 2013, prosesnya cukup alot dan berliku. Karena masih membutuhkan Perda tentang Masyarakat Adat,” ujar Gomar.

Menurut dia, ada perlakuan yang kesannya diskriminatif yang dilakukan unsur pemerintah, kepada Masyarakat di Kawasan Danau Toba (KDT).

“Yang saya heran, kenapa untuk menindahkan pasar di Solo, Jokowi mau berlelah sampai 21 kali dialog dan musyawarah. Itu di tengah masyarakat Jawa yang paternalistik. Mengapakah di tengah masyarakat Batak yang egaliter, BODT memaksakan kehendak, dan tak mau meniru cara Jokowi di Solo?” ujar Gomar.

Sebelumnya, Pihak BPODT merilis, seusai rapat mediasi  BODT antara  Masyarakat Motung dan Sigapiton, tercapai kesepakatan di kedua belah pihak.

Rapat mediasi dilaksanakan di Kantor Camat Lumban Julu, Toba Samosir, pada Minggu, (15/9/2019) sore, pukul 16:00 WIB.

Rapat tersebut membahas masalah persoalan tanah antara BODT dan masyarakat. Masyarakat mengklaim lahan tersebut  milik mereka hingga terjadi pelarangan saat pembukaan jalan.

Rapat yang berlangsung lebih dari 5 jam akhirnya menyepakati pekerjaan pembukaan jalan sepanjang 1,5 km bisa dilangsungkan besok paginya yakni pada Senin (16/9/2019).

Pembukaan jalan ini sangat penting sebagai akses yang menghubungkan jalan besar ke kawasan strategis lokasi wisata.

Mediasi antara BODT dan Masyarakat ini tadinya berlangsung tertutup bagi umum. Panitia hanya mempersilahkan orang-orang yang berkepentingan memasuki ruangan.

Awak media hanya menunggu di luar hingga acara mediasi hampir berakhir. Setelah ditemukan kesepakatan, awak mediapun diperbolehkan masuk.

Di akhir mediasi yang tergolong alot hingga memakan waktu lima jam lebih, para awak media masih sempat menyaksikan saat Bupati Tobasa mengakhiri kata-kata yang berisi poin-poin yang disepakati. Termasuk, makam milik warga juga diminta agar tidak terganggu.

Saat temu pers diakhir acara, pihak BPODT diwakili Arie Prasetyo, Kapolres Tobasa AKBP Agus Waluyo dan Bupati Tobasa mengucapkan beberapa hal terkait poin-poin yang disepakati.

Poin-poin tersebut diantaranya, warga meminta agar sumber air tidak terganggu, listrik dan penggusuran tidak terjadi saat pembukaan jalan.

Terkait klaim pemilik tanah, Kapolres Tobasa AKBP Agus Waluyo mengatakan, jika masyarakat sah-sah saja mengajukan persoalan ini melalui pengadilan perdata. Dan ini tidak mempengaruhi pembukaan jalan tersebut.

Hal ini disetujui pihak BODT dalam hal ini Arie Prasetyo, hingga bupati menutup pertemuan dengan mengucapkan Horas.

Di akhir acara, Kapolres Tobasa AKBP Agus Waluyo, Bupati Tobasa Darwin Siagian, Pihak BPODT Arie Prasetyo menyalami warga dan melakukan foto bersama.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan