Sejumlah Pejabat Pemprov Riau Dimintai Keterangan Dugaan Kasus Korupsi, Kejaksaan Tinggi Riau Belum Temukan Pidana Yan Prana Dkk. Hati-Hati Dipetieskan!

Sejumlah Pejabat Pemprov Riau Dimintai Keterangan Dugaan Kasus Korupsi, Kejaksaan Tinggi Riau Belum Temukan Pidana Yan Prana Dkk. Hati-Hati Dipetieskan!
Sejumlah Pejabat Pemprov Riau Dimintai Keterangan Dugaan Kasus Korupsi, Kejaksaan Tinggi Riau Belum Temukan Pidana Yan Prana Dkk. Hati-Hati Dipetieskan!

Kejaksaan Tinggi Riau (Kejati Riau) belum menetapkan satu pun tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan sejumlah Pejabat Pemerintah Provinsi Riau.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Riau (Kasipenkum) Muspidauan menyampaikan, Jaksa Penyidik Kejati Riau masih sibuk mengumpulkan bahan keterangan.

“Kami baru mencari peristiwa pidananya. Belum tahu apakah ada pidananya atau tidak,” tutur Kasipenkum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, ketika ditemui Sinarkeadilan.com di Kejaksaan Tinggi Riau (Kejati Riau), pada Kamis siang(16/07/2020) lalu.

Sebagaimana diberitakan, pada Senin (06/07/2020) lalu, sejumlah Pejabat Pemprov Riau diundang dan dimintai keterangannya oleh jaksa penyidik di Kejati Riau.

Para Pejabat Eselon I dan Eselon II di Pemprov Riau itu belum lama dilantik oleh Gubernur Riau Syamsuar. Tampak Yan Prana dan kawan-kawannya diundang dan dimintai keterangan oleh Kejati Riau.

Kasipenkum dan Humas Kejati Riau Muspidauan mengatakan, undangan untuk dimintai keterangan oleh jaksa kepada para pejabat Pemprov Riau itu dilakukan Jaksa karena adanya laporan dari masyarakat mengenai adanya dugaan penyalahgunaan jabatan yang diduga dilakukan Yan Prana dan kawan-kawannya.

“Ada laporan yang masuk ke Kejaksaan Tinggi Riau. Dan kini masih dalam proses tahap penyelidikan dugaan kasus tindak pidana korupsinya,” ujar Muspidauan.

Saat ini, Yan Prana Jaya adalah Pejabat Eselon I aktif  yang dilantik oleh Gubernur Riau Syamsuar pada bulan November 2019 lalu.

Pada tahun 2016-2017 lalu, Yan Prana Jaya pernah menduduki posisi strategis di Pemerintah Kabupaten Siak. Kala itu, Gubernur Riau Syamsuar juga masih menjabat sebagai Bupati Siak.

Yan Prana Jaya menjabat sebagai Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan. Dia pernah menjabat sebagai Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Siak pada 2017.

Selain Yan Prana Jaya, pejabat Pemprov Riau lainnya yang dipanggil dan dimintai keterangan oleh Jaksa Kejati Riau adalah Yurnalis Basri.

Yurnalis Basri adalah pejabat Eselon II yang kini aktif mengisi jabatan di lingkup Pemerintah Provinsi Riau. Saat ini, Yurnalis Bsri menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Riau. Dia diangkat dan dilantik oleh Gubernur Riau Syamsuar pada Bulan Juni 2020 yang lalu.

Sepanjang tahun 2016-2017, Yurnalis Basri sempat meduduki jabatan strategis yakni, sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) di Pemerintah Kabupaten Siak. Yang mana, pada masa jabatan itu di bawah kepemimpinan Asisten Pemerintahan dan Kesra Budhi Yuwono sebagai Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Siak.

Namun pada tahun 2017 hingga tahun 2020, Yurnalis Basri menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Siak yang pada masa itu dilantik oleh Syamsuar.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F Silaen mengatakan, Kejaksaan harus bisa memberikan kepastian hukum kepada publik terkait adanya praduga tak bersalah yang ditujukan kepada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Riau.

“Jika memang ada bukti, segeralah diproses hukum. Dan buka kepada publik pelanggaran apa saja yang dilakukan. Jangan dibuat lama prosesnya. Sebab, dikhawatirkan akan masuk angin, atau disinyalir dipetieskan. Atau jika karena ada deal, malah di-SP3,” tutur Samuel F Silaen.(Jhonny M)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan