Sebanyak 76 Buronan Ditangkap Tahun 2024, Jamintel Reda Manthovani Perkuat Kerja Sama dengan Dirjen Imigrasi Silmy Karim

Sebanyak 76 Buronan Ditangkap Tahun 2024, Jamintel Reda Manthovani Perkuat Kerja Sama dengan Dirjen Imigrasi Silmy Karim

- in DAERAH, EKBIS, HUKUM, NASIONAL, PROFIL
295
0
Foto: Kegiatan Penandatanganan Addendum Perjanjian Kerja Sama antara Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) dengan Direktorat Jenderal Dirjen Imigrasi (Dirjen Imigrasi) oleh Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung (Jamintel), Prof Dr Reda Manthovani dengan Direktur Jenderal Imigrasi (Dirjen Imigrasi), Silmy Karim, di Aula Lantai 10 Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin, 01 Juli 2024. (Dok)Foto: Kegiatan Penandatanganan Addendum Perjanjian Kerja Sama antara Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) dengan Direktorat Jenderal Dirjen Imigrasi (Dirjen Imigrasi) oleh Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung (Jamintel), Prof Dr Reda Manthovani dengan Direktur Jenderal Imigrasi (Dirjen Imigrasi), Silmy Karim, di Aula Lantai 10 Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin, 01 Juli 2024. (Dok)

Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung (Jamintel), Prof Dr Reda Manthovani memperkuat kerja sama dengan Direktur Jenderal Imigrasi (Dirjen Imigrasi), Silmy Karim, dalam rangka pelaksanaan tugas penegakan hukum serta sinergitas antara Jamintel dengan Direktorat Jenderal Imigrasi.

Kerja sama itu berupa Penandatanganan Addendum Perjanjian Kerja Sama antara Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) dengan Direktorat Jenderal Dirjen Imigrasi (Dirjen Imigrasi) terkait pertukaran data dan/atau informasi serta koordinasi intelijen dalam rangka penegakan hukum.

Kegiatan penandatanganan Kerja Sama itu dilakukan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung (Jamintel), Prof Dr Reda Manthovani dengan Direktur Jenderal Imigrasi (Dirjen Imigrasi), Silmy Karim, di Aula Lantai 10 Gedung Utama Kejaksaan Agung, pada Senin, 01 Juli 2024 lalu.

Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung (Jamintel), Prof Dr Reda Manthovani, menyampaikan bahwa Addendum Perjanjian Kerja Sama ini merupakan sebuah langkah optimalisasi dalam rangka pelaksanaan tugas penegakan hukum serta sinergitas antara Jamintel dengan Direktorat Jenderal Imigrasi.

“Pasca pemberlakuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan, terdapat penyempurnaan tugas dan fungsi Intelijen Kejaksaan yang merupakan pelaksana tugas dan wewenang Kejaksaan di Bidang Intelijen,” tutur Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung (Jamintel), Prof Dr Reda Manthovani.

Hal itu sebagaimana tertuang pada Pasal 30 B Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 yang menyatakan kewenangan Intelijen Kejaksaan untuk menyelenggarakan fungsi penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan untuk kepentingan penegakan hukum.

Saat ini, lanjut Reda Manthovani yang merupakan mantan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Kajati DKI Jakarta) itu, fokus utama pool data Intelijen Kejaksaan yang diolah melalui Command Centre Kejaksaan telah berhasil melakukan penangkapan buronan yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang sebanyak 76 buron per tahun 2024 ini.

Berdasarkan hasil pelacakan, lanjutnya, Tim telah menemukan posisi dan lokasi keberadaan para buronan yang saat ini masih dalam proses pengejaran.

“Optimalisasi pelacakan buronan dengan melibatkan teknologi informasi melalui Command Center terbukti telah berhasil meningkatkan success rate dari pencarian buronan yang masuk dalam daftar DPO,” ujarnya.

“Oleh karena itu penggunaan sarana prasarana teknologi informasi serta kerja sama dengan lembaga negara menjadi sebuah kebutuhan utama dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan dalam mencari dan melacak pergerakan pelaku kejahatan,” jelas Reda Manthovani.

Reda Mantovani yang juga mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Banten (Kajati Banten) itu menuturkan bahwa informasi di bidang Imigrasi, khususnya data dan informasi terkait perlintasan orang pada tempat-tempat pemeriksaan imigrasi dapat memberikan tambahan informasi yang sangat penting untuk digunakan sebagai bahan analisa Intelijen, untuk selanjutnya diolah dan dipergunakan guna kepentingan penegakan hukum.

“Melalui penandatanganan Addendum Perjanjian Kerja Sama ini, diharapkan sinergitas antara Jamintel dengan Direktorat Jenderal Imigrasi akan semakin baik, khususnya agar implementasi di lapangan kedua lembaga dapat melakukan koordinasi yang erat dan saling memberikan dukungan untuk keberhasilan kinerja,” jelas Reda Manthovani.

Sementara itu, Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim, menyambut baik pelaksanaan Addendum Perjanjian Kerja Sama ini dalam rangka memperkuat sinergi antar lembaga, khususnya dalam menjalankan fungsi Intelijen.

“Direktorat Jenderal Imigrasi akan terus mendukung kerja-kerja Intelijen yang dilaksanakan oleh Kejaksaan khususnya Jamintel Kejaksaan Agung, terkait data dan/atau informasi Tersangka/Terpidana yang telah dinyatakan buron atau DPO,” jelas Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim.

Acara ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya, para Direktur, Kepala Pusat Penerangan Hukum dan Para Koordinator pada Jamintel. 

Sementara itu, jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi dihadiri oleh Direktur Kerjasama Keimigrasian dan Direktur Intelijen Keimigrasian.(RED)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sambutan Ketua Umum PGI pada Resepsi Interfaith PBNU Bersama Imam Besar Masjid Al-Azhar Mesir; Pdt Gomar Gultom: Mari Bersama-Sama Selamatkan Peradaban, Selamatkan Kemanusiaan, Selamatkan Keberagaman

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pendeta