Sambut Perayaan Natal dan Tahun Baru Dengan Keprihatinan, PGI Himbau Umat Hindari Open House

Sambut Perayaan Natal dan Tahun Baru Dengan Keprihatinan, PGI Himbau Umat Hindari Open House

- in DAERAH, DUNIA, NASIONAL, PROFIL, World
30
0
Sambut Perayaan Natal dan Tahun Baru Dengan Keprihatinan, PGI Himbau Umat Hindari Open House. - Foto: Pdt Gomar Gultom, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).(Net)Sambut Perayaan Natal dan Tahun Baru Dengan Keprihatinan, PGI Himbau Umat Hindari Open House. - Foto: Pdt Gomar Gultom, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).(Net)

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menghimbau Umat Kristen di Tanah Air agar bersama-sama merasakan keprihatinan bersama terhadap kondisi pandemi Covid-19 yang belum juga surut. 

Untuk itu, PGI menghimbau agar Umat Kristiani tetap merayakan Hari Natal Kelahiran Yesus Kristus dengan tidak berkerumum, dan menghindari potensi-potensi terjadinya penyebaran Covid-19. Salah satunya, menghindari acara Open House dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru. 

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt Gomar Gultom menyampaikan seruan PGI itu mengingat pergumulan panjang akibat pandemi Covid-19, serta beragam bencana yang menerpa Negeri Indonesia tercinta. 

“Atas berkat kemurahan dan penyertaan Kristus, Sang Kepala Gereja, kita sebagai Gereja-Gereja-Nya terus dimampukan menghadapi pergumulan panjang pandemi Covid-19 dan beragam bencana yang menerpa. Oleh karenanya, kami menyapa Saudara-Saudara dengan rasa syukur dan pengharapan,” ujar Ketua Umum PGI, Pdt Gomar Gultom memulai siaran persnya, yang diterima Selasa (23/11/2021). 

Pdt Gomar Gultom menyampaikan, saat ini Indonesia cukup ditenangkan dengan data kasus penularan Covid-19 yang tidak semengerikan kenyataan beberapa bulan lalu. 

Demikian pula di banyak Daerah telah diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel rendah. 

“Namun demikian pandemi belumlah usai. Kita masih berada dalam bayang-bayang ancaman masalah kesehatan dan beragam dampak buruknya. Belum lagi Negeri tercinta ini acap diterpa bencana alam yang menimbulkan banyak korban dan kerugian,” lanjutnya. 

Sementara itu, tidak lama lagi Umat Kristen akan memasuki masa Adven dan Perayaan Natal. 

Masa dalam Kalender Gerejawi, yang mengingatkan manusia untuk mengosongkan diri, sebagaimana Allah sendiri mengosongkan diri dari keilahian-Nya untuk menjadi manusia atau kenosis. 

Oleh karenanya, lanjut Pdt Gomar Gultom, dengan semangat pengosongan diri di tengah masa pandemi dan beragam krisis yang dihadapi bersama, rangkaian Ibadah Perayaan Adven dan Natal di tahun ini sejatinya tidak diselenggarakan secara berlebihan dan berpotensi mengancam kehidupan bersama. 

“Pengosongan diri ini mendorong kita pula untuk bersolidaritas dengan sesama yang menderita oleh karena rupa-rupa bencana dan pergumulan kehidupannya,” lanjutnya. 

PGI mengeluarkan himbauan, pertama, mendorong warga untuk memprioritaskan penyelenggaraan Ibadah dan Perayaan Advent, Natal dan Tahun Baru, yang aman dan berkeugaharian. 

“Serta memperhatikan kebijakan-kebijakan yang diberlakukan Pemerintah dalam upaya mengakhiri pandemi Covid-19 di Negeri yang kita cintai ini. Terkait hal tersebut, pengumpulan umat secara ragawi, dan perayaan di rumah-rumah dalam bentuk open house, sebaiknya dihindari,” tutur Pdt Gomar Gultom. 

Dua, memberi pemahaman kepada keluarga-keluarga Kristen, bahwa keluarga merupakan palungan bagi kelahiran Yesus. Sehingga sentrum perayaan Natal sepatutnya ditempatkan pada persekutuan keluarga. 

Ketiga, mendorong warga senantiasa menjadi teladan bagi masyarakat luas dalam penerapan protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas. Dan berperilaku hidup bersih dan sehat. 

Keempat, bersama warga, meningkatkan empati dan solidaritas terhadap para korban bencana alam dan warga masyarakat yang menderita akibat persoalan kemiskinan, diskriminasi dan ketidakadilan. 

“Berkat yang kita terima dari Tuhan, dan sebagai ungkapan syukur atas masa Adven, Natal dan Tahun baru nanti, adalah baik untuk dibagikan kepada mereka yang sangat membutuhkan perhatian dan bantuan kita dalam rangka mengurangi beban dan penderitaannya,” lanjut Pdt Gomar Gultom. 

Pdt Gomar Gultom menambahkan, PGI sangat mengapresiasi peran nyata Gereja-Gereja selama ini dalam upaya bersama memutus mata rantai penularan Covid-19. 

Serta atas kesediaan bahu-membahu menolong anak-anak bangsa yang terdampak berat pandemi dan bencana alam yang terjadi berulang kali. 

“Alkitab mengatakan Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. Tertulis di Yakobus 2 ayat 22. Kami percaya dan senantiasa berdoa agar beragam pergumulan dan tantangan ke depan dapat kita lalui bersama dalam penyertaan Tuhan. Immanuel!” tutup Pdt Gomar Gultom.(J-RO) 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like