Saham Puluhan Perusahaan Milik Taipan Go Hengky Setiawan Mesti Disuspensi

Presiden Komisaris dan Presiden Direktur Telah Jadi Tersangka Penipuan Sekaligus, Saham Puluhan Perusahaan Milik Taipan Go Hengky Setiawan Mesti Disuspensi.

Aparat penegak hukum mesti berani menegakkan keadilan bagi masyarakat. Proses penegakan hukum berupa pelaporan warga masyarakat mestinya segera ditindaklanjuti, apalagi jika berkenaan dengan hak warga masyarakat yang ditipu oleh pengusaha kakap.

Hal itulah yang diperjuangkan Ernawati dkk, yakni untuk memperoleh keadilan dan ketegasan hukum bagi para penipu, meskipun harus berhadapan dengan sekelas Presiden Komisaris (Preskom), Presiden Direktur (Presdir) atau pengusaha kakap jenis apapun yang telah melakukan penipuan kepada warga masyarakat.

Tiga orang warga mendesak aparat penegak hukum dan aparatur pemerintahan maupun bisnis untuk segera menindaktegas dan melakukan suspensi terhadap saham-saham perusahaan PT Binakarya Bangun Propertindo milik pengusaha Go Hengky Setiawan.

Ketiga warga masyarakat itu adalah Ernawati yang beralamat di Jalan Kapuk Raya, Nomor 10 G, RT 003/RW01, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat bersama Maulano Andrepati V, warga yang berlamat di Jalan Rasamala Hijau I, Blok G-6 Nomor 18, RT 003/RW 009, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat dan The Wan Ju, warga yang berlamat di Jalan Orpa Nomor 19A, RT 009/RW 003, Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, mengajukan gugatan terhadap PT Binakarya Bangun Propertindo, Go Hengky Setiawan dkk.

Kuasa Hukum Ketiga Warga itu, Patar Sihaloho dan Eben Ezer Munthe telah mendaftarkan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) yang berlamat di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, pada Jumat 15 Maret 2019. Salah satu isi gugatannya adalah agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) segera melakukan suspensi terhadap perusahaan-perusahaan milik Go Hengky Setiawan dan kawan-kawannya.

“Gugatan sudah kami daftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Jumat kemarin. Salah satu isinya, supaya perusahaan-perusahaan milik Go Hengky Setiawan dan Budiono Halim sahamnya disuspensi. Kedua orang itu sekarang sebagai Presiden Komisaris dan Presiden Direktur di PT Binakarya Bangun Propertindo. Paling tidak ada sebanyak 21 perusahaannya dan ditambah perusahaan induknya, jadi 22 perusahanlah yang kami gugat melakukan penipuan kepada warga,” tutur Patar Sihaloho, Selasa (19/03/2019).

Patar Sihaloho menjelaskan, Suspensi Saham adalah tindakan penghentian sementara terhadap perdagangan suatu saham. Artinya, saat suatu saham dinyatakan terkena suspensi, saham tersebut tidak boleh dijual ataupun dibeli oleh siapapun dalam jangka waktu tertentu.

Pihak BEI sendiri tidak menetapkan jangka waktu yang baku untuk pengenaan suspensi saham. Bisa satu hari, satu minggu, ataupun satu bulan, tergantung pada kondisi yang terjadi serta penilaian yang diambil pihak bursa.

Patar Sihaloho membeberkan, di dalam gugatannya, selain PT Binakarya Bangun Propertindo, ada beberapa pihak tergugat lainnya, yakni PT Bank Maybank Indonesia, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia, Otoritas Jasa keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Binakarya Jaya Abadi, Gubernur Provinsi DKI Jakarta dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta.

Patar juga memaparkan, sebagai Perusahaan Terbuka  atau go public, menurut Laporan Tahun 2017, PT Binakarya Jaya Abadi, sebagai turut tergugat IV, yang beralamat di Mall Taman Palem, Lantai 3, Jalan Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng, Jakarta Barat, memiliki Anak Perusahaan yang seluruhnya bergerak dibidang developer yang sahamnya juga dikuasai oleh Go Hengky Setiawan dan  Budianto Halim.

Anak-anak perusahaan itu yakni  terdiri dari PT Griya Abadi Permai, beralamat di Mall Taman Palem Lantai 3 Blok D No. 9B, Jalan Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng Jakarta Barat. Pemegang Saham; PT Binakarya Sakti Perkasa, beralamat di Mall Taman Palem Lantai 3 Blok D No. 9B, Jalan Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng Jakarta Barat; PT Binakarya Citra Buana, Jalan Raya Sholeh Iskandar No. 5, Kedung Badak Bogor; PT Mitragama Inti Perkasa, beralamat di Jalan Letjend. Suprapto, Rt. 004 Rw. 003, Cijengkol Setu, Bekasi Jawa Barat; PT Binakarya Makmur Sentosa, beralamat di Mall Taman Palem Lantai 3 Blok D No. 9B, Jalan Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng Jakarta Barat; PT Anaamaya Selaras, beralamat di Jalan Kubu Anyar No. 31 Kota Badung, Bali; PT Griya Karunia Sejahtera, beralamat di Mall Taman Palem Lantai 3 Blok D No. 9B, Jalan Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng Jakarta Barat.

Kemudian, PT Satwika Permai Indah, beralamat di Mall Taman Palem Lantai 3 Blok D No. 9B, Jalan Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng Jakarta Barat; PT. Binakarya Agung Propertindo, beralamat di Jalan Pahlawan Revolusi No. 2, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur; PT Binakarya Bangun Propertindo, beralamat di Komplek Pergudangan Rt. 005 Rw. 003, Penjaringan Jakarta Utara; PT Binakarya Anugrah Pratama, beralamat di Mall Taman Palem Lantai 3 Blok D No. 9B, Jalan Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng Jakarta Barat; PT Binakarya Jaya Perkasa, beralamat di Mall Taman Palem Lantai 3 Blok D No. 9B, Jalan Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng Jakarta Barat; PT Griya Mandiri Perkasa, beralamat di Mall Taman Palem Lantai 3 Blok D No. 9B, Jalan Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng Jakarta Barat.

Selanjutnya, PT Binakarya Makmur Abadi, Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur; PT Binakarya Mitra Selaras, beralamat di Mall Taman Palem Lantai 3 Blok D No. 9B, Jalan Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng Jakarta Barat; PT Prasetya Agung Cipta Abadi, Kompleks Ruko Istana Pasteur Regency RA 29-30, Jalan Gunung Batu, Bandung; PT Karya Cipta Makmur Abadi, beralamat di Jalan Camplung Tanduk, Lingkungan Seminyak Kuta, Badung Bali; PT Triputra Natatama, beralamat Jalan Cut Mutia, Kelurahan Margahayu, Bekasi Tmur, Kota Bekasi.

Serta, PT Binakarya Graha Sentosa, beralamat beralamat di Mall Taman Palem Lantai 3 Blok D No. 9B, Jalan Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng Jakarta Barat; PT Palem Indah Permai, beralamat di Mall Taman Palem Lantai 3 Blok D No. 9B, Jalan Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng Jakarta Barat dan PT Binakarya Prima Lestari, beralamat di Mall Taman Palem Lantai 3 Blok D No. 9B, Jalan Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng Jakarta Barat.

“Pada fakta yang sesungguhnya, 21 perusahaan tersebut, sahamnya mayoritas dikuasa oleh Go Hengky Setiawan dan Budiono Halim,” tutur Patar Sihaloho.

Dia menjelaskan, Ernawati dkk sebagai warga telah dirugikan oleh PT Binakarya Bangun Propertindo dkk, atas pembelian unit apartemen atau rumah susun sederhana milik Pluit Sea View, yang merupakan bisnis dan usaha yang dilakukan Go Hengky Setiawan dan Budiman Halim melalui perusahaan-perusahaannya.

“Bukan hanya klien kami yang telah menjadi korbannya, ada banyak warga yang menjadi korbannya. Termasuk ada satu orang warga bernama Lin Ratna Sari. Kasusnya tengah ditangani di Polres Jakarta Utara. Bahkan Go Hengky Setiawan dan Budiono Halim sebagai Preskom dan Presdir sudah ditetapkan sebagai tersangka di Polres Jakarta Utara,” bebernya.

Sementara, lanjut Patar Sihaloho, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2015 tentang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Peraturan Presiden Nomor 135 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2015 tentang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.

“Maka sesuai Pepres itu, Go Hengky Setiawan dan Budiono Halim serta perusahaan-perusahaannya seharusnya mengikuti ketentuan-ketentuan dan kewajiban-kewajiban dalam menyelenggarakan pengadaan apartemen,”ujarnya.

Oleh karena itulah, warga berharap aparat penegak hukum tidak pilih bulu dalam menegakkan keadilan dan hukum di masyarakat.

Menurut Patar Sihaloho, keberanian aparat penegak hukum Indonesia akan diuji salah satunya ketika berhadapan dengan pengusaha yang memiliki banyak uang seperti Go Hengky Setiawan dan Budiono Halim itu.

“Penegakan hukum dan keadilan jangan sampai kalah dengan uangnya pengusaha, jangan sampai mau tergoda atau malah masuk angina ketika berhadapan hukum dengan para penipu yang katanya pengusaha kakap seperti Go Hengky Setiawan itu,” ujar Patar.

PT Binakarya Bangun Propertindo & Go Hengky Setiawan Harus Segera Dihukum

Secara terpisah, Lim Ratna Sari, warga lainnya yang juga telah melaporkan Go Hengky Setiawan dan Budiono Halim beserta perusahaannya di Polres Jakarta Utara, menyampaikan agar penipuan yang dialaminya dan warga lainnya segera diselesaikan melalui proses hukum yang fair.

Melalui Kuasa Hukumnya Lim Ratna Sari, Sandi Ebenezer Situngkir menyampaikan, aparat penegak hukum hendaknya segera menghentikan kejahatan yang dilakukan oleh sejumlah pebisnis property, dengan cara menangkap dan menjerat mereka dengan tindakan hukum yang tegas.

Harapan Lim Ratna Sari, warga di Jalan Pluit Timur Blok C Timur Nomor 11 RT 11/RW 09, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara itu diutarakannya karena mengalami kejahatan penipuan oleh pengembang kakap Presiden Direktur PT Binakarya Bangun Property, Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim.

Menurut Sandi Ebenezer Situngkir, kedua pengembang tajir ini dikenal licin. Mereka berlindung di balik bisnis properti lalu mengambil uang konsumen, tanpa bisa membuktikan adanya properti yang ditawarkan kepada konsumen.

“Presiden Direktur PT Binakarya Bangun Property, Go Hengky Setiawan dan Direktur PT Binakarya Bangun Property Budianto Halim sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Jakarta Utara. Masyarakat kita membutuhkan aparat hukum yang berani seperti Penyidik di Polres Jakarta Utara itu, agar masyarakat tidak makin banyak yang menjadi korban penipuan atas nama jual beli atau bisnis property,” tutur Sandi Ebenezer Situngkir.

Dia mengingatkan, kedua pebisnis property hitam itu telah melakukan serangkaian penipuan dan telah melanggar Perlindungan Konsumen.

Go Hengky Setiawan yang merupakan bekas CEO Agung Sedayu Group, juga pernah diperiksa dan dicekal oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena diduga terlibat kasus korupsi bersama Muhamad Nazarudin yang mantan Bendahara DPP Partai Demokrat.

Sepak terjang Go Hengky Kurniawan dan Budianto Halim di PT Binakarya Bangun Propertindo kian menggurita. Perusahaan itu pesat menjadi pengembang besar di Indonesia. “Sahamnya juga sudah masuk Bursa Efek Indonesia,” ujar Sandi Ebenezer.

Oleh karena itu, dia mengatakan, para pengembang nakal seperti Go Hengky Setiawan, Budiman Halim dan kawan-kawannya harus segera ditangkap dan menjalani proses penegakan hukum di Indonesia.

Sepak terjang mereka itu harus dihentikan, lantaran menyelenggarakan bisnis yang merugikan masyarakat dan Negara Indonesia.

Sandi berharap, kejahatan Go Hengky Setiawan dan kawan-kawannya itu diputus. Dan proses hokum yang dilakukan tidak masuk angin.

“Sebagai Kuasa Hukum dari Saudari Lim Ratna Sari, kami mendesak agar para pengembang nakal seperti Go Hengky Setiawan dan kawan-kawannya dihukum berat,” tutur Sandi Ebenezer Situngkir.

Pemilik Kantor Hukum Sesa Law ini menjelaskan, selama ini para mafia property berkedok pengembang masih dibiarkan bebas berkeliaran. Meskipun tidak memiliki izin untuk membangun property di Indonesia, para pengembang nakal seperti Go Hengky Setiawan dan kawan-kawannya itu kerap lolos dari jeratan hukum.

“Mungkin lantaran ada main dengan pihak-pihak tertentu. Padahal, pengusaha nakal seperti ini dengan nyata-nyata melakukan penipuan kepada warga Negara dan kepada Negara. Ini tidak boleh dibiarkan. Aparat penegak hukum kita, harus berani dan tegas memburu dan menindak tegas para pengembang nakal,” ujar Sandi Ebenezer.

Kasus pengembang nakal ini terungkap, ketika Lim Ratna Sari, salah seorang warga di Jalan Pluit Timur Blok C Timur Nomor 11 RT 11/RW 09, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, melaporkan Go Hengky Setiawan ke Polisi, lantaran diduga menjual properti fiktif di Pluit Sea View, Jakarta Utara.

Lim Ratna Sari, melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan pengembang PT Binakarya Bangun Propertindo milik Go Hengky Setiawan dan kawan-kawannya.

Dia menjelaskan, Lim Ratna Sari berniat membeli satu unit apartemen di Pluit Sea View Tower Belize A, Lantai 20, Unit 1, Tipe 3 BC, seluas 68.00 M2. Apartemen itu dimiliki dan dipasarkan oleh PT Binakarya Bangun Propertindo, Tbk, yang beralamat di Mall Taman Palem Lantai 3, Cengkareng, Jakarta Barat.

Pada 25 Maret 2012, Lim Ratna Sari melakukan booking fee kepada PT Binakarya Bangun Propertindo sebesar Rp 200 juta. Booking fee itu terkonfirmasi berdasarkan Surat Konfirmasi Unit Nomor 0745 tertanggal 25 Maret 2012 melalui Credit Card BCA Master 2500.

Pada 30 Maret 2012, PT PT Binakarya Bangun Propertindo Group sebagai Pengembang Pluit Sea View menerbitkan kuitansi yang diteken dan disetujui bersama pemesan yakni Lim Ratna Sari dengan penerima pesanan bernama Ridwan, Master Stock Zakiyah dan Zales Andrew.

Harga satu unit apartemen itu adalah Rp 466 juta. Selanjutnya Lin Ratna Sari melakukan angsuran sampai lunas.  Pada 5 Maret 2014, angsuran ke 24 sebagai angsuran terakhir atau pelunasan telah dilakukan lewat Internet Banking pada Bank BCA Nomor Rekening 5910995555 atas nama Binakarya Bangun Property pada BCA.

“Lim Ratna Sari dijanjikan akan menerima kunci apartemen akhir bulan itu. Nah, ternyata unit itu tidak ada. Di cek di Pluit Sea View Tower Belize A, Lantai 20, Unit 1, Tipe 3 BC, seluas 68.00 M2, tidak ada unit seperti itu. Fiktif. Sampai sekarang malah uang Lin Ratna Sari ditahan dan tidak dikembalikan pihak pengembang,” beber Sandi.

Dua tahun laporan Ratna Sari ditangani penyidik Polres Jakarta Utara. Bahkan, dari konfirmasi yang diberikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemprov DKI Jakarta, diterangkan bahwa izin membangun apartemen oleh PT Binakarya Bangun Propertindo tidak ada.

Dalam surat bernomor 4805/-1.752.13, tertanggal 31 Juli 2017 dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemprov DKI Jakarta, dijelaskan bahwa proses izin mendirikan bangunan dari PT Binakarya Bangun Propertindo untuk bangunan Apartemen Pluit Sea View Tower Belize A yang berlokasi di RW 03, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, tidak ada.

Wakil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemprov DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto menjelaskan, Proses Izin Mendirikan Bangunan dari PT Binakarya Bangun Propertindo untuk bangunan Apartemen Pluit Sea View Tower Belize A yang berlokasi di RW 03, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemprov DKI Jakarta, belum dapat diproses. “Karena masih terdapat kekuarangan berkas persyaratan,” tuturnya.

Padahal, belum ada izin namun PT Binakarya Bangun Propertindo sudah sepihak membangun Apartemen Pluit Sea View Tower Belize A. Pihak pengembang  Apartemen Pluit Sea View Tower Belize A yakni PT Binakarya Bangun Propertindo dilaporkan dan diancam dengan pidana pasal 372 KUHP, Pasal 378 KUHP dan Pasal 62 Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Penyidik Polres Jakarta Utara, AKP Samsono yang dibantu oleh Iptu Sutiaji dan Aiptu SM Sinabutar membenarkan, Direktur Utama PT Binakarya Bangun Propertindo, Budianto Halim dan Direktur PT Binakarya Bangun Propertindo Go Hengky Setiawan telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka Kamis 3 Januari 2019, di Ruang Kerja Unit II/Harda Lantai 4, Polres Metro Jakarta Utara,” ujar AKP Samsono.

Selain ditetapkan sebagai tersangka, penyidik juga sudah diperintahkan melakukan penyitaan terhadap Bangunan Apartemen Pulit Sea View milik Go Hengky Setiawan.

Surat Perintah Penyitaan, Nomor: Sp.Sita/108/III/2018/Reskrim/ Tanggal 26 Maret 2018, dan telah memperoleh penetapan persetujuan ijin penyitaan dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara, berdasarkan penetapan Nomor: 1386/Pen.Pid/2018/PN.Jkt.Utr, tanggal 23 Juli 2018. “Masih kami proses dan kembangkan,” ujar AKP Samsono.

 Go Hengky Setiawan dan Perusahaan-Perusahaan Propertinya Sering Lecehkan Warga

Ketika dikonfirmasi, tak sebait kalimat pun yang diberikan pihak PT Binakarya Bangun Propertindo untuk merespon persoalan ini.

Paling tidak, ketika dikonfirmasi lewat nomor resmi yang tertera di Website Resmi PT Binakarya Bangun Propertindo di nomor 085959612218, tidak ada respon sama sekali. Demikian juga ketika dikonfirmasi lewat Divisi Legal PT Binakarya Bangun Propertindo yang bernama Teguh Iman P di nomor 081283892972 dan 08111920091, juga tidak memberi respon.

Dikonfirmasi berkali-kali, nomor-nomor itu tidak memberi sahutan. Sedang melalui staf PT Binakarya Bangun Propertindo bernama Maju Hutajulu di nomor 081510369807, hanya direspon bahwa dia tidak berwenang dan nomor tersebut adalah nomor pribadinya serta tidak berkenan menyampaikan ke PT Binakarya Bangun Propertindo.

Kuasa Hukum Ernawati dkk, Patar Sihaloho mengakui, sikap dan respon Pihak PT Binakarya Bangun Propertindo sangat mengesalkan dan sangat tertutup. Selain telah dengan sengaja menipu warga, pihak PT Binakarya Bangun Propertindo disebut sangat melecehkan warga masyarakat.

“Selain telah mengalami kerugian materil, klien kami juga sudah dirugikan secara immaterial berupa perasaan dilecehkan dan direndahkan, serta tidak dihargai oleh pihak PT Binakarya Bangun Propertindo. Klien kami menanyakan bolak-balik ke kantor mereka, pejabat-pejabat di perusahaan itu tidak mau menerima kehadiran klien kami kok,” tutur Patar Sihaloho.

Kuasa Hukum Lim Ratna Sari, Sandi Ebenezer Situngkir menambahkan, Go Hengky Setiawan sebagai Presiden Komisaris PT Binakarya Bangun Propertindo dan Budianto Halim sebagai Presiden Direkturnya tidak memiliki itikad baik untuk mengembalikan kerugian warga, dan tidak memiliki itikad baik dalam berkomunikasi.

“Dan itu tegas loh, mereka itu penipu. Polres Jakarta Utara dengan jelas menetapkan mereka sebagai tersangka penipuan dan melakukan kejahatan atas perlindungan konsumen,” ujar Sandi Ebenezer Situngkir.

Menurut Sandi Ebenezer, pengusaha seperti itu tidak perlu ada dan hidup di Indonesia. Sebab, menurut dia lagi, sebagai pengusaha, Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim dan perusahaan-perusahaannya bukanlah pelaku usaha yang baik.

“Selain itu, banyak juga pemberitaan melalui media massa, pembicaraan masyarakat yang diketahui oleh Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim dan perusahaannya, bahwa mereka bermasalah karena merugikan masyarakat. Tetapi kok masih saja tak merespon persoalan?” ujarnya.

Sandi menyampaikan, banyak liputan media massa yang mengajukan keberatan atas perbuatan Go Hengky Setiawan dkk yang merugikan masyarakat. “Termasuk Para Penggugat, seperti klien saya. Bahkan, apabila dilakukan googling di media internet, beberapa perkara mereka sudah masuk ke Pengadilan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujar Sandi Ebenezer Situngkir.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*