Saatnya Elit Pikirkan Keutuhan Bangsa, Alumni USU Ajak Masyarakat Jaga Persatuan

Saatnya Elit Pikirkan Keutuhan Bangsa, Alumni USU Ajak Masyarakat Jaga Persatuan.
Saatnya Elit Pikirkan Keutuhan Bangsa, Alumni USU Ajak Masyarakat Jaga Persatuan.

Alumni Universitas Sumatera Utara (USU) dalam Ikatan Alumni USU (IKA USU) menyerukan segenap elemen bangsa menjaga keutuhan dan persatuan Indonesia.

Gontok-gontokan komunikasi politik yang terjadi selama proses Pemilu 2019, mesti diakhiri. Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Universitas Sumatera Utara Jakarta dan sekitarnya (IKA USU Jakarta dan Sekitarnya), Marolop Nainggolan menyatakan, menyambut pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada hasil Pilpres dan Pileg 2019, serta memperhatian dinamika sosial politik di tengah masyarakat, maka keutuhan Negara dan Bangsa harus menjadi prioritas.




“Patut disampaikan penghargaan atas pelaksanaan Pemilu 2019 dengan segala dinamikanya berkat kerja keras dan tekad dari seluruh jajaran pelaksana Pemilu, seperti KPU, Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atau DKPP, berjalan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017,” tutur Marolop Nainggolan, dalam keterangan persnya, Selasa (21/05/2019).

Perlu disadari, lanjut dia, bagi negara demokrasi sebesar Indonesia, diperlukan dukungan penuh kepada KPU untuk menuntaskan seluruh tugas dan kewajibannya dalam tahapan yang telah diatur melalui peraturan dan perundang-undangan yang ada, seraya menyerukan agar seluruh komponen bangsa menghormati setiap keputusannya.

Perlu diingatkan kembali, katanya, pada awal bangsa Indonesia membangun sistem demokrasi, telah disepakati pendirian seperangkat kelembagaan penyelenggaraan Pemilu yakni KPU sebagai lembaga Penyelenggara Pemilu, Bawaslu sebagai lembaga pengawas penyelenggaraan Pemilu, dan DKPP sebagai lembaga yang menangani pelanggaraan kode etik Penyelenggara Pemilu.




“Selain itu telah pula disepakati penyelesaian konflik dan sengketa Pemilu menjadi bahagian dari tugas dan tanggung-jawab  Mahkamah Konstitusi,” tutur Marolop Nainggolan.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat Ikatan Alumni Universitas Sumatera Utara Jakarta dan sekitarnya (IKA USU Jakarta dan Sekitarnya), HS Dillon menyampaikan, seluruh kontestan Pilpres maupun Pileg, tidak asing dengan tatanan demokrasi yang tersedia pada Pemilu sebelumnya.

Oleh karenanya, para kontestan tersebut sudah pernah menerima dan memberi kepercayaan maupun penghargaan kepada hasil dari sistem demokrasi seperti yang sedang dijalankan saat ini.




“Kami percaya seluruh kontestan akan menghormati keputusan KPU dan seluruh tahapan yang berlangsung. Akhirnya, kami mengajak semua Warga Negara menyatukan langkah dalam ikatan persaudaraan dan kesetiakawanan untuk masa depan Republik Indonesia yang lebih berharkat,” ujar HS Dillon.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan