Saat Uji Tera Nozzle, Disperindag Mendapat Perlakuan Buruk di SPBU 14 282 667 Hangtuah Pekanbaru

Saat Uji Tera Nozzle, Disperindag Mendapat Perlakuan Buruk di SPBU 14 282 667 Hangtuah Pekanbaru. – Foto: Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru (Kadisperindag) Ingot Ahmad Hutasuhut. (Ist)
Saat Uji Tera Nozzle, Disperindag Mendapat Perlakuan Buruk di SPBU 14 282 667 Hangtuah Pekanbaru. – Foto: Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru (Kadisperindag) Ingot Ahmad Hutasuhut. (Ist)

Pekanbaru, Sinarkeadilan.com – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru (Kadisperindag) Ingot Ahmad Hutasuhut mengaku, petugas Disperindag Kota Pekanbaru mendapat perlakuan yang buruk dari SPBU 14 282 667 Hangtuah Pekanbaru.

Perlakuan kurang baik itu terjadi, saat petugas Disperindag melakukan pemeriksaan dan pengujian Tera Nozzle di SPBU yang menurut kabar adalah milik salah seorang pejabat Pemerintahan Provinsi Riau yang pernah terjerat dugaan kasus korupsi Dana Pekan Olah Raga Nasional (PON) tahun 2019 lalu itu.

Atas laporan masyarakat yang masuk ke mejanya, Kadisperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut memerintahkan timnya untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian di SPBU yang berlokasi di Jalan Hangtuah, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, pada Selasa (02/09/2020).

“Karena pemberitaan di surat kabar dan media juga ramai mengenai SPBU itu, maka kami memerintahkan dan menurunkan Tim ke SPBU itu untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian Tera,” tutur Kadisperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut kepada wartawan, Jumat (04/09/2020).

Pemeriksaan itu, lanjutnya, sesuai dengan ketentuan yang diatur di dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal. “Jadi, lagi sedang bermasalah atau tidak sedang bermasalah SPBU memang harus kita uji,” ujarnya.

Nah, dia melanjutkan, sebelum dirinya menurunkan Tim ke SPBU yang disebut sebagai milik mantan Sekda Provinsi Riau, yang juga pernah menjabat sebagai Walikota Dumai, Wan Syamsir Yus itu, Ingot mendapat pesan singkat ke henpon-nya. Yang isi pesannya pada intinya berupaya untuk menghalangi, dan bahkan memprovokasi dirinya agar tidak melakukan pengujian Tera di SPBU 14 282 667 Hangtuah Pekanbaru itu.

“Kan, kalau memang benar, kenapa harus takut? Kan tinggal diuji. Misalnya nih, kalau kita tidak korupsi ya tidak perlu takutlah,” ujar Ingot.

Ingot dan timnya tetap turun melakukan pemeriksaan dan pengujian Tera di SPBU itu. Tidak ada masalah. Ingota mengatakan, pihaknya akan tetap berupaya se-responsif mungkin untuk menindaklanjuti setiap laporan, informasi maupun temuan masyarakat ketika berkenaan dengan SPBU.

Ingot mengingatkan, di Kota Pekanbaru saja ada sebanyak 64 SPBU. Dan dia mengingatkan agar dilakukan pemeriksaan secara rutin.

“Semua SPBU di Kota Pekanbaru mesti diuji Tera. Karena, kalau mereka tidak mau di-Tera, Pertamina tidak akan mengisi minyak untuk kebutuhan penjualan SPBU tersebut. Ada petugas pengamat Tera di sana. Kalau ada keluhan masyarakat yang signifikan, kita akan lakukan semacam monitor kesana, dan untuk menelusuri apakah memang SPBU itu terindikasi melakukan kecurangan,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) 14 282 667 Hangtuah Pekanbaru itu mendapat komplain atas takaran Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijual. SPBU tersebut dilaporkan menjual BBM tidak sesuai takaran sebagaimana mestinya.

Kejadiannya pada Selasa sore (25/08/2020), pukul 16.27 WIB. Pelanggan yang mengisi BBM  di SPBU itu terkejut, karena jumlah uang yang dibayarkannya tidak sesuai dengan takaran BBM yang diisikan ke tanki Sepeda Motornya.

Diketahui Inisial JM (33) pada saat sedang mengisi BBM di SPBU Jalan Hangtuah Kota Pekanbaru itu yang ternyata adalah seorang wartawan yang bekerja di sebuah media surat kabar online Sinarkeadilan.com.

Dirinya protes karena uang yang diberikannya sebesar Rp 13 ribu, tidak sesuai dengan takaran BBM yang diisikan petugas SPBU itu ke tanki sepeda motornya. Sedangkan harga BBM per liter yang tertera di SPBU itu adalah Rp 6.450.

JM menceritakan atas kejadian itu, dirinya sempat mendapatkan perlakuan tidak wajar oleh petugas SPBU dan Staf kantor ketika dirinya berusaha bertanya untuk mengkonfirmasi dan ingin mengetahui kebenaran informasi itu. Sebab dirinya memergoki adanya dugaan kecurangan dalam pengisian BBM oleh Petugas SPBU ke Sepeda Motor yang dikendarainya.

Peristiwa itu pun langsung viral Kota Pekan Baru. Yang kemudian direspon oleh pihak Disperindag Kota Pekanbaru.(JTM)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan