Saat Ini KPK Tidak Sehat, Pimpinan KPK Baru Harus Bersihkan Para Perusak

Ada Polisi Taliban, Ada Polisi India, KPK Hendak Dipecah Belah

Ada Polisi Taliban, Ada Polisi India, KPK Hendak Dipecah Belah, Saat Ini KPK Tidak Sehat, Pimpinan KPK Baru Harus Bersihkan Para Perusak.
Ada Polisi Taliban, Ada Polisi India, KPK Hendak Dipecah Belah, Saat Ini KPK Tidak Sehat, Pimpinan KPK Baru Harus Bersihkan Para Perusak.

Proses seleksi Capim KPK 2019 sejauh ini berjalan dengan baik. Namun, dalam perjalanan proses seleksi ini, terkuak adanya kekuatan yang tidak sedap di dalam tubuh KPK itu sendiri. KPK retak dan terpecah belah.

Oleh karena itu, pimpinan KPK yang baru nantinya, harus membersihkan barang-barang busuk yang membuat KPK sakit.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus menyampaikan, tangung jawab Pansel Capim KPK kali ini berbeda. Tidak hanya untuk melahirkan kualitas kepemimpinan KPK dalam mencegah dan memberantas korupsi. Tetapi juga harus mampu menjaga soliditas di antara Pimpinan dan ASN di KPK.

“Juga me-manage struktur dan personalia ASN di internal KPK. Terutama membersihkan apa yang disebut ada Polisi Taliban dan Polisi India. Karena jika saja dua warna Polisi di KPK ini tetap ada, maka KPK akan tetap tersandera oleh kepentingan-kepentingan lain di luar pemberantasan korupsi yang berkepanjangan,” tutur Petrus Selestinus, di Jakarta, Senin, 02 September 2019.

Saat ini, lanjut mantan Komisioner KPKPN ini, KPK butuh pimpinan KPK yang sangat paham seluk beluk dan dinamika yang berkembang secara tidak sehat di internal KPK.

Pansel Capim KPK sangat paham akan kondisi itu. Oleh karena itu, pimpinan KPK seperti apa yang dibutuhkan KPK saat ini pun, pansel sangat paham.

“Dan telah menghasilkan 10 Capim KPK dengan karakter kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi riil KPK saat ini,” jelasnya.

Meskipun Pansel Capim KPK didera berbagai kritikan, fitnah bahkan nyaris diintervensi oleh kekuatan yang mengatasnamakan publik, bagi Petrus, pansel tetap on the track. Dan sukses mengantarkan 10 nama Capim KPK ke Presiden Jokowi.

“Publik harus memahami, bahwa tugas pimpinan KPK ke depan tidak hanya sekedar membenahi kualitas penindakan dan pencegahan KKN. Akan tetapi lebih daripada itu, bagaimana  pimpinan KPK membersihkan benih-benih radikalisme yang konon telah terpapar pada sejumlah oknum di internal KPK,” ujar Petrus.

Advokat Senior Peradi ini menyatakan, munculnya istilah Polisi Taliban dan Polisi India di KPK memberi kesan bahwa di internal KPK sedang terjadi masalah serius. Yaitu masalah soliditas dan loyalitas ganda.

Karena itu, lanjutnya,  masalah kubu Polisi Taliban dan kubu Polisi India yang ada di KPK harus dibersihkan.

Jika tidak, maka KPK akan tersandera, terbelah dua sehingga memperlebar ruang berkembangnya loyalitas ganda di kalangan Pimpinan dan Pegawai KPK.

“Ini jelas membahayakan kepentingan Negara di masa yang akan datang. Karena itu benahi manajemen, personalia dan struktur kepemimpinan KPK termasuk meng-clearkan adanya benih-benih radikalisme di KPK. Itu harus menjadi prioritas pimpinan KPK ke depan,” tutupnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan