Rumah Bersalin Lengkap dan Keren di Tengah Pasar Padat Penduduk

Rumah Bersalin Lengkap dan Keren di Tengah Pasar Padat Penduduk, Indonesia Butuh Pelayanan Kesehatan Prima Bagi Ibu dan Anak di Puskesmas-Puskemas.

Shinta Nurbaeningsih masih terbaring lemah di tempat tidur. Seorang bayi laki-laki mungil juga tertidur di tempat tidur bayi yang diletakkan di sebelah kanan tempat tidur Shinta. Perempuan berusia 23 tahun itu baru sekitar 12 jam lalu melahirkan anak keduanya. Anak kedua laki-laki yang baru berusia 1 hari itu diberi nama Muhammad Abinaya Abidzar.

“Itu nama pemberian adik saya. Adik saya yang tahu banget artinya,” tutur Shinta ketika berbincang dengan dengan wartawan, di ruangan istirahat pasca bersalin, di Rumah Bersalin Puskesmas Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kamis siang (02/05/2019).

Rumah Bersalin Puskesmas Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru diresmikan oleh Walikota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau, pagi hari itu.

Shinta termasuk pasien pertama yang bersalin di Rumah Bersalin itu. Anak pertamanya, yang kini berusia 2 tahun, lahir di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara. Menurut dia, Rumah Bersalin Kelurahan Kalibaru, Cilincing ini, meski masih baru, langsung menjadi pilihannya untuk melahirkan anak keduanya.

Rabu malam sekitar pukul 19.30 WIB, Shinta sudah merasa mulas, dan tanda-tanda akan segera melahirkan. Shinta dan suaminya Budi tinggal di daerah sangat padat penduduk, Manunggal, Cilincing.

“Kalau ke rumah sakit, kayaknya kejauhan. Dapat informasi ada Rumah Bersalin bagus di daerah Cilincing, Suamiku Budi segera membawa saya kemari,” tuturnya.

Dia menjelaskan, sejak masuk pada Rabu malam, pelayanan di Rumah Bersalin Kelurahan Kalibaru itu sangat bagus. “Di sini enak, cepat penanganannya. Bidan dan para petugasnya ramah-ramah,” ujar Shinta.

Shinta yang hanya sebagai Ibu Rumah Tangga itu mengaku tertolong dengan hadirnya Rumah Bersalin Kelurahan kalibaru, Cilincing itu. Suaminya, Budi, bekerja sebagai pekerja proyek bagian gudang.

Pada pukul 23.20 WIB, Shinta melahirkan anaknya yang kedua, di Rumah Bersalin Kelurahan Kalibaru, Cilincing itu. Bayi laki-laki yang kemudian diberi nama Muhammad Abinaya Abidzar. Lahir dengan berat 3,7 kilogram. Shinta melahirkan normal. “Tidak bayar. Karena saya pakai BPJS,” ujarnya.

Shinta berharap, para ibu lainnya dan anak-anaknya juga bisa merasakan pelayanan yang baik seperti yang dirasakannya di Rumah Bersalin Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara ini.

Memang, dari pantauan wartawan, Rumah Bersalin Kelurahan Kalibaru, Cilincing ini keren dan dilengkapi peralatan bersalin yang sangat memadai. Bahkan bisa disebut, Rumah Sakit Bersalin ini mirip rumah sakit kecil khusus Ibu dan Anak.

Kepala Bidan di Rumah Bersalin Kalibaru, Cilincing, Djaenab Sridari mengatakan, pihaknya memberikan pelayanan semaksimal mungkin. Cerita buruk mengenai Rumah-Rumah Bersalin yang selama ini sering terdengar, harus diakhiri.

Ada 4 ruangan bersalin di Rumah Bersalin ini. Ruangan dilengkapi dengan pendingin ruangan. Selain itu, peralatan dan perlengkapan untuk melahirkan juga komplit. “Tenaga bidan dan tenaga sekuriti, juga office boy, lengkap,” ujar Djaenab.

Rumah Bersalin Kelurahan Kalibaru, Cilincing itu, katanya, mengalami perbaikan tahun 2018. Rumah Bersalini ini berada persis di belakang kiri Gedung Kantor Kelurahan Kalibaru, Cilincing. Dikelilingi pasar tradisional yang padat dan sesak.

“Di sini memang khusus untuk ibu-ibu yang bersalin, melahirkan normal. Kalau operasi cesar itu dirujuk ke Rumah Sakit Cilincing,” ujar Djaenab.

Ada lagi tindakan pihak Rumah Bersalin yang dirasa bisa meningkatkan nilai pelayanan, yakni setiap orang yang melahirkan di Rumah Bersalin ini, wajib diantar pulang dengan mempergunakan mobil dari Kelurahan, sampai ke rumah. “Disediakan mobil untuk mengantar pulang,” ujarnya lagi.

Puskesmas Lainnya Juga Kepengen Dibagusin

Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kelurahan Kalibaru, Cilincing, drg Lesti Harni menjelaskan, angka ibu melahirkan di wilayahnya memang termasuk tinggi. Daerah padat penduduk ini perlu upaya ekstra untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Setiap bulannya, angka kunjungan ibu-ibu hamil ke Puskesmas bisa mencapai 300 orang. Jadi, menurut Lesti Harni, setiap bulan dipersiapkan untuk ibu melahirkan antara 70 hingga 100 kelahiran.

Dengan luas wilayah Kelurahan Kalibaru yang tidak lebih dari 166 hektare, kepadatan penduduknya berbeda dengan kelurahan-kelurahan lainnya di wilayah Jakarta Utara.

Lesti Harni mengatakan, terdapat 86 ribu jiwa yang menjadi penduduk Kelurahan Kalibaru. Setiap jarak 1 kilometer, jumlah penduduk mencapai 12 ribu jiwa.

“Dalam satu rumah saja, bisa kita temukan ada 5 Kepala Keluarga. Dan, Kelurahan Kalibaru ini dikenal dengan pasar tak berujung. Setiap sudut sepertinya hanya pasar saja,” tuturnya.

Pelayanan kesehatan untuk kaum ibu dan anak-anak menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Rasyid Baswedan. Menurut Lesti Harni, instruksi itu juga sudah turun sampai ke tingkat kelurahan, seperti di Kelurahan Kalibaru, Cilincing.

“Untuk pelayanan di Rumah Bersalin Kelurahan Kalibaru ini dibuka 24 jam. Kita memberikan pelayanan terbaik yang bisa kita lakukan,” ujarnya.

Selain membuka Rumah Bersalin yang keren dan pelayanan terjangkau, Puskesmas Kelurahan Kalibaru Cilincing juga menggeber sejumlah program ke masyarakat. Seperti, kampanye dan penyuluhan rutin kepada kaum ibu dan anak.

“Kita jemput bola. Kita yang turun ke masyarakat. Kalau kaum ibu kesulitan ke Puskesmas, ya kita datangi dong,” ujar Lesti Harni.

Puskesmas ini juga memiliki program Gesih, yaitu Gerakan Sayangi Ibu Hamil. “Ada sekitar 500 ibu-ibu yang kita kalau kumpul, rutin kita jumpai melakukan penyuluhan dan pendidikan serta pelayanan kesehatan dengan cara jemput bola,” ujarnya lagi.

Pelayanan bersalin di Rumah Bersalin Kelurahan Kalibaru, Cilincing ini, lanjutnya, sangat terjangkau. Untuk peserta BPJS Kesehatan diberikan pelayanan gratis. Untuk setiap warga yang ber-KTP Provinsi DKI Jakarta, menjadi prioritas pelayanan.

“Kalau biaya bersalin sesuai Perda (Peraturan Daerah) itu hanya Rp 600 ribu. Udah itu aja,” ujarnya.

Selain itu, Rumah Bersalin Kelurahan Kalibaru Cilincing juga menyediakan air minum gratis. Air panas dan air putih, bagi ibu-ibu yang bersalin dan juga bagi pengunjungnya.

“Kita harus menjadikan Rumah Bersalin ini tempat yang nyaman bagi masyarakat. Jangan malah makin sakit orang kalau ke Rumah Bersalin atau ke Puskesmas. Ini ibaratnya Rumah Bersalin dengan pelayanan kesehatan kelas I,” tuturnya.

Kepala Puskesmas Kecamatan Pademangan Timur, Jakarta Utara, dr Dara Pahlarini mengaku sedikit cemburu dengan keberadaan Rumah Bersalin Kelurahan Kalibaru, Cilincing itu.

Untuk Rumah Bersalin di tingkat Kelurahan, menurut dia, sudah sangat bagus. “Punya kami saja sudah di tingkat kecamatan, tak sebagus ini. Kapan kami akan punya Rumah-Rumah Bersalin yang bagus dengan pelayanan seperti ini?” ujar Dara ketika ditemui di Rumah Bersalin Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Kamis (02/05/2019).

Dara mengatakan, pelayanan bagi ibu-ibu hami dan anak-anak harusnya seperti yang dilakukan di Kelurahan Kalibaru itu. Dimulai dari Cilincing, Jakarta Utara bahkan ke seluruh Indonesia.

“Kalau di Pademangan Timur, persoalannya sudah hampir empat tahun ini adalah soal keberadaan lahan yang belum selesai-selesai. Sekarang, untuk Puskesmas Kecamatan Pademangan Timur, menumpuk, saling numpang, dengan Rumah Bersalinnya,” ungkap Dara.

Mereka membutuhkan lahan seluas 4000 meter persegi untuk mendirikan pusat kesehatan yang lebih layak. Dengan memberikan space yang memadai dan bagus untuk Rumah Bersalinnya.

Wilayahnya juga termasuk padat penduduk. Dengan kebutuhan persalinan yang tidak kalah jauh dengan yang di Kelurahan dan Kecamatan Cilincing. Pihaknya sudah berkali-kali menyampaikan persoalan itu ke tingkat Dinas Kesehatan dan Walikota. “Semoga dalam waktu dekat bisa diwujudkan,” harapnya.

Pelayanan Kesehatan Masyarakat Itu Mesti Jemput Bola

Kepala Puskesmas Kecamatan Cilincing, dr Edison Sahputra, MARS, menuturkan, di zaman Gubernur Anies Rasyid Baswedan ini, setiap pelayan masyarakat di tingkat kecamatan dan kelurahan memang diminta untuk mengungkapkan dan menyampaikan persoalan-persoalan yang ada dan terjadi di wilayahnya masing-masing.

Dengan begitu, menurut dr Edison Sahputra, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan lebih mudah mencarikan solusi secara terbuka bagi masyarakat.

Untuk pelayanan Rumah Bersalin Kelurahan Kalibaru, Cilincing ini, lanjut Edison, pihaknya memprediksi akan melayani sekitar 90 ribu jiwa warga masyarakatnya.

Oleh karena itu, selain fasilitas dan ruangan yang memadai, Rumah Bersalin Kelurahan Kalibaru, Cilincing ini dilengkapi dengan tenaga Bidan sebanyak 9 orang, tenaga cleaning service sebanyak 2 orang, Satpam sebanyak 4 orang, mobil mengantar ibu-ibu usai melahirkan, air minum yang sangat dibutuhkan ibu melahirkan dan bayi serta yang menjagai.

“Kalau kebutuhan dokter juga cukup. Dokter Puskemas kita yang melayani ke sini,” ujar Edison.

Edison menyampaikan, pihaknya terus melakukan inovasi dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Selain itu, program-program kesehatan harus lebih didekatkan terus kepada masyarakat, dengan cara jemput bola.

“Ibaratnya anak kecil, anak kita di rumah, bisa setiap beberapa kali kita ingatkan dia, kita tanyakan sudah mandi atau belum? Sudah makan atau belum? Nah, kepada masyarakat kita, pelayanan kesehatan pun masih begitu. Kita yang harus pro-aktif,” tuturnya.

Pihak kesehatan memang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan juga Program Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Edison menyampaikan, jika hendak mendapat pelayanan, warga ber-KTP DKI Jakarta menjadi prioritas.

“Makanya, buruan urus KTP dan BPJS Kesehatan,” imbaunya.

Pada Kamis pagi, (02/05/2019), Walikota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau meresmikan Rumah Bersalin Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.

Peresmian juga diikuti jajaran Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Kasudin Kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati beserta jajarannya turut hadir. Selain Kepala Puskesmas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, dr Edison Sahputra MARS, sejumlah Kepala-Kepala Puskesmas se-Jakarta Utara juga diundang hadir dalam peresmian.(JR/Nando)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*