Rugikan Negara Rp55 Miliar, Kejagung Tahan Empat Tersangka Kasus Anjag Piutang PT PANN

Program Tabur 31.1 Kejaksaan Agung 2019; Ditangkap di Daerah Salemba, Jaksa Berhasil Amankan Buronan ke 22.

Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan empat (4) orang tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dan perjanjian jual beli anjag piutang antara PT. Kasih Industri Indonesia dan PT. PANN (Persero) tahun 2007.

Empat orang itu diantaranya, “EWK” pekerjaan mantan Direktur Utama PT. Kasih Industri Indonesia, “GLT” pekerjaan mantan Kepala Divisi Keuangan PT. PANN (Persero), “FX.K” pekerjaan mantan Kepala Divisi Usaha PT. PANN (Persero)/mantan Kepala Divisi Pengembangan Bisnis PT. PANN (Persero) dan “BW” pekerjaan mantan Direktur Administrasi dan Keuangan PT. PANN (Persero)/mantan Direktur Operasi PT. PANN (Persero).

“Yang bersangkutan ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejagung selama 20 (dua puluh) hari terhitung mulai tanggal 15 Oktober 2018 sampai dengan 3 Nopember 2018,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mukri, di Jakarta, Senin (15/10/2018).

Ia mengatakan, penahanan tersebut karena dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana.

“Keempat tersangka juga diancam pidana penjara lebih dari 5 (lima) tahun,” ujarnya.

Kasus ini berawal, pada tanggal 31 Juli 2007, PT PANN (Persero) melakukan perjanjian jual-beli piutang (cessie) dengan PT. Kasih Industri Indonesia dimana, salah satu perubahannya invoice diganti dengan bill of loading (surat pengangkutan jalan) yang mengakibatkan PT. Kasih Industri Indonesia dapat menjual piutangnya di PT. Indonesia Power kepada PT. PANN (Persero).

Meskipun hak tagih PT. Kasih Industri Indonesia belum timbul dan dalam addendum perjanjian PT. PANN (Persero) mempunyai hak melakukan pengecekan langsung kepada PT. Indonesia Power mengenai tagihan kepada PT. Kasih Industri Indonesia terhadap tagihan dari PT. Kasih Industri Indonesia yang jatuh tempo dan terhadap hal tersebut, PT. PANN (Persero) telah mengetahui jika PT. Kasih Industri Indonesia telah memperoleh pembayaran dari PT. Indonesia Power.

Hal ini sesuai dengan surat yang disampaikan oleh PT. Kasih Industri Indonesia kepada PT. Indonesia Power dan PT. PANN (Persero) mengetahui bahwa pembiayaan anjag piutang PT. Kasih Industri Indonesia telah jatuh tempo dan PT. Kasih Industri Indonesia tidak memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran sehingga, pembiayaan PT. Kasih Industri Indonesia dinyatakan macet namun, tetap memberikan persetujuan untuk diberikan pembiayaan kepada PT. Kasih Industri Indonesia, dan PT. Kasih Industri Indonesia tidak pernah membayarkan anjag piutang kepada PT. PANN (Persero).

“Atas perbuatannya Negara mengalami kerugian senilai Rp55.058.412.928, berdasarkan hasil audit dari Kantor Akuntan Publik Pupung Heru,” ujar Mukri.(Richard)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan