Rp 13,6 Miliar Lebih Aset BRI Di Surabaya Diselamatkan

Rp 13,6 Miliar Lebih Aset BRI Di Surabaya Diselamatkan. – Foto: Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono. (net)
Rp 13,6 Miliar Lebih Aset BRI Di Surabaya Diselamatkan. – Foto: Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono. (net)

Sudah bukan rahasia umum kalau aset-aset Negara di Bank-Bank milik Negara banyak yang raib dan sering dibiarkan hilang begitu saja.

Upaya penyelamatan aset Negara, khususnya yang ada di Bank-Bank milik Negara harus terus dilakukan.

Pada Kamis 4 Juni 2020  lalu, Tim Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Surabaya telah berhasil melakukan penandatanganan akte cessie sebagai pelaksanaan Putusan Mahkamah Agung RI No. 1296K/Pdt/1998 dan Putusan Mahkamah Agung RI No. 2122K/Pdt/2014 secara sukarela, oleh PT Indaco Group kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Cabang Rajawali Surabaya. Penandatanganan itu dilakukan di hadapan Notaris, Radina Lindawati.

Sebesar Rp 13.635.592.726 atau tiga belas miliar enam ratus tiga puluh lima juta lima ratus Sembilan puluh dua ribu tujuh ratus dua puluh enam rupiah aset Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Surabaya, diselamatkan Jaksa Pengacara Negara (JPN).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono mengungkapkan, acara penandatanganan akta cessie dihadiri oleh Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Surabaya selaku penerima kuasa dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Cabang Rajawali Surabaya.

Acara penandatanganan akta cessie dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya  Anton Delianto, bersama Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasidatun Kejari surabaya) Normadi Elfajr.

Sedangkan Tim Jaksa Pengacara Negara (JPN) yang hadir adalah Galih Dewanty, Sidharta Praditya Revienda Putra, Hanafi Rachman, Palupi Sulistyaningrum, Teddy Isadiansyah, Diajeng Kusuma Ningrum, Imam Hidayat dan Yushar.

Hari Setiyono mengatakan, penyelamatan aset Negara di Bank BRI yang dilakukan dengan pelaksanaan kewajiban atau prestasi, melalui akta cassei secara sukarela tersebut bernilai total assetnya sebesar Rp 13.635.592.726 atau tiga belas miliar enam ratus tiga puluh lima juta lima ratus Sembilan puluh dua ribu tujuh ratus dua puluh enam rupiah.  Itu sebagaimana termuat dalam kedua putusan Mahkamah Agung RI.

Hari melanjutkan, berdasarkan informasi dari pihak Bank BRI, pelaksanaan putusan secara sukarela dengan cara cessie tersebut merupakan tonggak sejarah baru di Bank BRI. Karena untuk bank pemerintah yang belum pernah melakukan cessie hanya Bank BRI. Dan ini merupakan yang pertama kali dilakukan untuk Bank BRI secara nasional di Surabaya.

“Jaksa Agung RI dan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara memberikan apresiasi dan penghargaan serta mengucapkan terimakasih atas keberhasilan tim JPN Kejari Surabaya dalam melakukan pendampingan hukum  atau legal assistance, dan bantuan hukum sebagai kuasa pihak Bank BRI. Sehingga pihak debitur dengan sukarela melaksanakan kewajibannya atau prestasi melalui akta cessie tersebut,” tutur Hari Setiyono, Minggu (21/06/2020).

Keberhasilan semacam ini, kata dia, patut menjadi contoh dan teladan yang baik bagi semua Korps Adhyaksa di tempat lainnya.

“Khususnya JPN dari Kejati atau Kejari  lainnya, untuk bisa mencontoh dan dapat dijadikan studi banding dalam menyelamatkan aset milik Negara, daerah, BUMN, BUMD,” ujarnya.

Sebelumnya, ditambahkan Hari, di wilayah hukum Kota Surabaya, JPN berhasil melakukan pengembalian aset Pemerintah Kota Surabaya berupa lahan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ketabang I Surabaya seluas 2.464 m². Dengan nilai aset Rp 20.770.500.000, atau dua puluh miliar tujuh ratus tujuh puluh tujuh juta lima ratus ribu rupiah.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan