Ronny Bugis Pelaku Penyiraman Novel Baswedan Mestinya Dilepas

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman: Ronny Bugis Pelaku Penyiraman Novel Baswedan Mestinya Dilepas.
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman: Ronny Bugis Pelaku Penyiraman Novel Baswedan Mestinya Dilepas.

Pegiat Anti Korupsi Boyamin Saiman menyampaikan, satu dari dua penyerang penyidik senior KPK Novel Baswedan mestinya dilepas. Sebab, yang bersangkutan tidak terbukti melakukan kejahatan.

Menurut Boyamin Saiman yang Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) itu, hal itu disimpulkannya setelah melakukan investigasi ala detektif.

Menurut Boyamin, pihaknya  telah melakukan penelusuran terhadap beberapa pihak yang mengetahui proses penanganan perkara penyiraman terhadap Novel Baswedan. Yang diduga dilakukan oleh Rahmat Kadir dan Ronny Bugis, yang saat ini sedang berproses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.


Penelusuran ini dilakukan dengan metode pola detektif swasta yang diusahakan mengacu pola detektif swasta di Negara-negara maju seperti Amerika Serikat.

Tujuan penelusuran ini dilakukan adalah untuk menjadi Amicus Curae alias Sahabat Keadilan dalam rangka mencari keadilan bagi korban atau pelaku berdasarkan bukti-buki yang dihadirkan dalam persidangan.

“Hal-hal baru yang  terungkap dari hasil penelusuran atas Terdakwa Ronny Bugis yang oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) didakwa turut serta melakukan Penyiraman kepada Novel Baswedan,” tutur Boyamin Saiman, Senin (15/06/2020).


Pertama, peran Ronny Bugis adalah  sekedar diajak untuk mengantar jamu kepada famili Rahmat Kadir. Sehingga perannya hanya sebagai pengantar tanpa tahu tujuan dan sama sekali tidak mengetahui perencanaan termasuk akibatnya.

Kedua, Ronny Bugis justru selaku faktor utama terungkapnya perkara penyiraman Novel Baswedan. Karena dia telah melakukan pengakuan dosa kepada Pendeta atas perannya telah mengantar Rahmat Kadir meskipun tidak tahu rencana, tujuan dan akibat dari ajakan Rahmat Kadir.

“Setelah menerima pengakuan dosa,  Pendetanya tersebut meneruskan kepada Kapolri sehingga Kapolri memerintahkan Penyidikan kepada Ronny Bugis dan Rahmat Kadir,” ujarnya.


Ketiga, setelah Rahmat Kadir menyiram Novel Baswedan, kemudian Rahmat Kadir menyuruh Ronny Bugis segera memacu motornya dan kemudian terhalang portal. Saking gugupnya maka motor diangkat berdua utk melewati portal tersebut.

“Berdasar hal-hal tersebut semestinya Ronny Bugis dibebaskan dari dakwaan karena tidak cukup bukti turut serta melakukan penyiraman,” ujarnya.

Alasan-alasan yang ditemukan Boyamin Saiman untuk melepas Ronny Bugis, pertama, Ronny Bugis tidak cukup bukti turut serta melakukan penyiraman karena semata-mata hanya diajak Rahmat Kadir tanpa tahu tujuan dan tanpa tahu percanaan serta tidak tahu akibatnya.


Kedua, Ronny Bugis justru berfungsi sebagai justice collaborator atas terungkapnya peristiwa dan pelaku penyiraman Novel Baswedan.

“Atas peristiwa tersebut semestinya beban hukuman hanya diberikan kepada Rahmat Kadir jika dinyatakan bersalah. Dan Hakim dapat memutus penjara di atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) apabila mengacu hal yang memberatkan,” terangnya.

Kemudian, hal-hal yang memberatkan yang diajukan JPU yakni, pertama, Rahmat Kadir selaku penegak hukum seharusnya melindungi warga negara termasuk Novel Baswedan.


“Kedua, Rahmat Kadir telah memperdaya dengan cara berbohong kepada Ronny Bugis untuk mengantar jamu kepada famili Rahmad Kadir. Sehingga Ronny Bugis bersedia mengantar tanpa mengetahui rencana, tujuan dan akibatnya,” tandas Boyamin Saiman.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan