Road Show Ke Sekolah-Sekolah, Kak Harris Promosikan Lagi Belajar Anak Dengan Mendongeng

Pendongeng Nasional Kak Harris

Road Show Mendogeng Ke Sekolah-Sekolah, Kak Harris Promosikan Lagi Belajar Anak Dengan Mendongeng. Foto: Kak Harris ini memberikan materi kepada ratusan orang tua dalam Seminar Workshop di Aula TK Aisyiyah Bustanul Athfal 39 Wringin Anom, Gresik, pada Jumat, 28 Februari 2020. (Istimewa).
Road Show Mendogeng Ke Sekolah-Sekolah, Kak Harris Promosikan Lagi Belajar Anak Dengan Mendongeng. Foto: Kak Harris ini memberikan materi kepada ratusan orang tua dalam Seminar Workshop di Aula TK Aisyiyah Bustanul Athfal 39 Wringin Anom, Gresik, pada Jumat, 28 Februari 2020. (Istimewa).

Dongeng merupakan salah satu media pendekatan pada anak yang sangat efektif, sehingga motorik anak bisa berkembang. Melalui  dongeng anak bisa mempunyai imajinasi dan daya ingat yang sangat melekat.

Melalui mendongeng, Pendongeng Nasional Harris menggelar roadshow ke sekolah-sekolah. Seperti yang dilakukannya di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 39 Wringin Anom ,Gresik, pada Jumat, 28 Februari 2020.

Pria yang akrab disapa Kak Harris ini memberikan materi kepada ratusan orang tua dalam Seminar Workshop di Aula TK Aisyiyah Bustanul Athfal 39 Wringin Anom, Gresik.

Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal 39 Wringin Anom Gresik, Kusmiati mengatakan, mendogeng adalah salah satu media efektif meningkatkan daya ingat dan imajinasi anak.

“Karena dalam kegiatan dongeng sekarang ini jarang sekali dilakukan, khususnya kepada orang tua,” ujarnya.

Kusmiati menjelaskan, kegiatan itu mengajak orang tua murid dan masyarakat untuk kembali memasyarakatkan aktivitas mendogeng sebagai media belajar anak.

“Maka kami menghadirkan Pendongeng Nasional ternama Kak Harris ini. Saya menginginkan kita semua, khususnya orang tua, untuk berbagi pengalaman dalam menangani permasalahan pada anak. Anak adalah generasi yang dimana kita orang tua harus bisa memberikan rasa nyaman dan aman selama anak berada di dekat orang tua,” jelas Kusmiati.

Dia mengatakan, sekarang-sekarang ini banyak orang tua yang sibuk dengan aktivitas dan pekerjaannya sendiri, tanpa memperhatikan anaknya lagi.

Kusmiati menambahkan, banyak orang tua menyerahkan semua urusan pendidikan dan belajar anak-anak mereka kepada sekolah. Termasuk tentang perilaku terhadap anak. Padahal, hal semacam itu sangatlah keliru. Karena anak seharusnya harus berada di dekat dengan orang tuanya. Sebab perilaku anak adalah wujud cermin orang tua.

“Dalam hal ini orang tua merupakan ujung tombak yang seharusnya membentuk perilaku anak,” tutur Kak Harris dalam penyampaikannya.

Saat menyampaikan materi presentasi-nya, Pendongeng Nasional Kak Harris juga menjelaskan, sesibuk apapun orang tua, seharusnya dan diwajibkan harus ada komunikasi dengan anak, tentang apa yang ingin disampaikan anak kepada orang tuanya.

“Banyak sekali kenakalan anak disebabkan faktor lingkungan dan kurang perhatian orang tua terhadap anak,” ujar Harris.

Sumiati, salah satu orang tua murid, yang kesehariannya berdagang nasi di warung mengungkapkan, mereka ditinggal suami karena meninggal dunia saat anaknya masih usia bayi. Bahkan kesehariannya dihabiskan untuk berdagang nasi di warung demi mencukupi perekonomian keluarga.

Sehingga si anak protes kepada ibunya, karena jarang sekali memperhatikan anaknya. Inilah salah satu cermin kalau anak juga butuh diperhatikan. Dan akhirnya, Sumiati sadar apa yang mereka perbuat adalah keliru.

“Dan saat itulah Sumiati bisa membagi waktunya untuk mencari nafkah dan perhatiannya kepada buah hatinya,” ungkap Harris.

Workshop yang menghabiskan waktu satu setengah jam itu diresponi positif. Banyak sekali pertanyaan yang disampaikan orang tua murid kepada Kak Harris.

Di akhir sesi penyampaikan materi, Kak Harris memberikan contoh dongeng yang baik dari orang tua kepada buah hatinya.

Dongeng tidak harus seperti pendongeng umumnya. Cukup bacakan buku cerita di samping anak sebelum tidur. Atau menasehati anak dengan baik sebelum tidur. “Dengan begitu anak merasa sangat dekat dengan orang tuanya,” tutupnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan