Reformasi di Kejaksaan Tak Tampak, Sekarang Jaksa Agungnya Tak Bagus

Desmond J Mahesa: "Jaksa Agung sekarang Enggak Bagus"

Presiden Jokowi diminta untuk segera mengganti atau me-reshuffle Jaksa Agung HM Prasetyo. Politisi Nasional Demokrat (Nasdem) itu dianggap berkinerja tidak bagus dalam menegakkan hukum dan menangani segudang perkara yang masih mandeg di Kejaksaan.

 

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa menyampaikan, kinerja HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung tidak bagus. Kejaksaan di bawah kepemimpinan Prasetyo terlihat lamban dalam menindak dan memberantas kasus korupsi. Selain itu, kinerja memperbaiki atau melakukan reformasi di tubuh Korps Adhiyaksa itu tidak terjadi, malah mundur di era Prasetyo ini.

 

Desmond juga menyampaikan, desakan agar Jaksa Agung HM Prasetyo dicopot dan segera diganti pun sudah bermunculan dari berbagai kalangan. Karena itu, sebaiknya Presiden Jokowi memperhatikan kinerja dan evaluasi yang dilakukan terhadap kinerja HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung yang tidak berprestasi itu.

 

“Jaksa Agung sekarang tidak bagus, maka itu, ICW (Indonesia Corruption Watch) pun sudah meminta diganti saja. Kita setuju aja maunya ICW,” kata Desmond, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (26/07/2016).

 

Meski begitu, Desmond menyindir ulah ICW yang sering kali mendesak seseorang pejabat publik untuk mundur hanya karena tidak terakomodir kepentingan ICW.

 

Dikatakan dia, untuk kali ini pun, selama apa yang diinginkan ICW dipenuhi oleh pemerintah, termasuk mengganti Jaksa Agung tentu nantinya akan baik di mata lembaga swadaya masyarakat (LSM) di bidang anti korupsi tersebut.

 

“Kita setuju aja maunya ICW, ganti Jaksa Agung dengan Bambang Widjajanto, pasti semua beres. Seperti masuknya Teten Masduki yang sebelumnya disebut pemerintahan korup, setelah itu tidak akan ICW ngomong lagi kan,” ujarnya.

 

Sehingga, menurut Desmond, keinginan ICW sederhana yakni mengganti Jaksa Agung dengan Bambang Widjajanto. Nantinya, dengan digantinya Jaksa Agung, otomatis kejaksaan akan bagus di mata ICW.

 

“Pemerintahan ini pun bagus di mata ICW termasuk pengampunan pajak kan bagus ya. Jadi bagi ICW teman dia bagus, yang bukan teman dia pasti enggak bagus,” ucapnya.

 

Sebelumnya, Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Lola Easter ada banyak kasus yang sampai saat ini belum terselesaikan di Kejaksaan Agung seperti kasus dana talangan bank yang merupakan salah satu kasus besar yang hingga kini masih mangkrak atau jalan ditempat.

 

“Dari zaman dulu sampai sekarang enggak selesai, berarti ini prosesnya sangat lambat,” ujar Lola di Jakarta, Minggu (24/7/2016).

 

Untuk itu, dia menyarankan agar Presiden Jokowi segera turun tangan membantu sekaligus melakukan pembenahan reformasi birokrasi di internal Kejagung untuk menjadi penegak hukum lebih baik.

 

“Jokowi ambil tindakan. Rasanya birokrasi masih belum ada gebrakan, jangan-jangan hampir tidak ada gebrakan yang dikeluarkan,” ujarnya.(Richard)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan