Redistribusi Untuk Majukan Kehidupan Petani, Pastikan Tanah Tidak Untuk Dijual

Kanwil BPN Banten Akan Segera Redistribusi Tanah

Kepala Kanwil BPN Provinsi Banten, Andi Tenri Abeng: Kanwil BPN Banten Akan Segera Redistribusi Tanah, Majukan Kehidupan Petani, Pastikan Tanah Tidak Untuk Dijual. Foto: Kanwil BPN Banten Sosialisasi ke Warga Desa. (Istimewa).
Kepala Kanwil BPN Provinsi Banten, Andi Tenri Abeng: Kanwil BPN Banten Akan Segera Redistribusi Tanah, Majukan Kehidupan Petani, Pastikan Tanah Tidak Untuk Dijual. Foto: Kanwil BPN Banten Sosialisasi ke Warga Desa. (Istimewa).

Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Banten (Kanwil BPN Banten) akan segera menggelar redistribusi tanah kepada warga masyarakat Desa Mangkualam. Redistribusi itu untuk memastikan dan memberikan kebahagiaan bagi warga Desa Mangkualam.

Keraguan masyarakat Desa Mangkualam, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang atas status tanah yang dikuasai akhirnya terjawab.

Dalam Penyuluhan Sertifikat Redistribusi Tanah, Pemerintah dalam hal ini Kementrian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional melalui Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Banten yang berlangsung pada hari Rabu, 4 Maret 2020,  memastikan akan segera meredistribusikan tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Prama Nugraha, seluas15,79 hektar kepada masyarakat Desa Mangkualam.

Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) yang berasal dari pelepasan HGU PT Prama Nugraha yang berdasarkan Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 7 Tahun 2017 adalah minimal 20 % dari luas yang dimohonkan. Saat ini seperti diketahui, PT. Prama Nugraha mengajukan pembaruan HGU ke Kanwil BPN Provinsi Banten seluas 800 hektar.

Kepala Kanwil BPN Provinsi Banten, Andi Tenri Abeng dalam arahannya mengatakan, Kanwil BPN Banten akan terus melakukan percepatan realisasi redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Banten, sehingga pada tahun 2023 seluruh bidang tanah terpetakan lengkap.

Pemerintah melalui Kanwil BPN Banten sudah menyiapkan slot anggaran untuk 300 bidang tanah. Dan di luar tanah eks HGU masyarakat yang punya tanah bisa segera mensertifikatkannya.

“Silakan pasang patok lalu sampaikan ke BPN, sehingga bisa dimasukan dalam skema lain seperti PTSL. Dengan demikian seluruh bidang tanah di Desa Mangkualam bisa terpetakan lengkap,” tuturnya, Jumat (06/03/2020).

Untuk mewujudkan redistribusi tanah berjalan cepat dan PTSL bisa segera dilakukan,  maka sangat diharapakan keseriusan, semangat dari pemerintah desa dan masyarakat Mangkualam.

Oleh karena itu, hal-hal yang harus dilakukan adalah, memasang patok sehingga batas-batas tanah bisa clean and clear, cek KTP dan pastikan NIK harus valid dengan penduduk yang bersangkutan benar-benar tinggal di Desa Mangkualam, mengisi formulir permohonan baru setelah itu petugas ukur dari BPN akan melakukan pengukuran.

Dia mengakui, jalan terbaik mengurai ketimpangan dan kemiskinan rakyat untuk Petani adalah dengan menjalankan Reforma Agraria.

Program Reforma Agraria Joko Widodo yang salah satunya adalah redistribusi tanah harus dipastikan bahwa tanah-tanah yang telah diredistribusikan dan tidak dijual. Atau, apabila diagunkan ke bank, harus memberikan dampak ekonomi berupa kesejahteraan bagi penerima tanah.

“Jadi sertifikat tanah yang nanti diberikan bisa dijadikan sebagai modal produksi bukan untuk membeli barang-barang konsumtif,” ujar Andi Tenri Abeng.

Dengan demikian, lanjutnya, tujuan akhir dari pelaksanaan Reforma Agraria adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat dan petani miskin. Dan memberikan peluang-peluang pembentukan modal di wilayah Perdesaan, yang akan menjadi fondasi kuat bagi proses menuju negara industri yang berbasis agraris. Dan berakar kuat pada Petani sebagai penyangga terbesarnya.

Kepala Kanwil BPN Banten Andi Tenri Abeng dalam penutupan arahannya  menegaskan, pemerataan penguasaan tanah terkhusus di Perdesaan juga akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi dan akan berdampak pada kesejahteraan warga desa.

“Perlu diingat juga bahwa Reforma Agraria tidak hanya menjadi dasar bagi pembangunan sosial ekonomi, tetapi juga menjadi dasar bagi tumbuh kembangnya kehidupan masyarakat yang demokratis dan berkeadilan,” ujarnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan