Rakyat Sedang Dirundung Beban Berat, Anggota DPR Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Rakyat Sedang Dirundung Beban Berat, Anggota DPR Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan. Foto: Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni. (Net)
Rakyat Sedang Dirundung Beban Berat, Anggota DPR Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan. Foto: Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni. (Net)

Keputusan Pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan dinilai sangat tidak tepat. Saat ini, masyarakat sedang memikul beban yang sangat berat, di tengah masa pandemic Virus Corona atau Covid-19.

Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni menilai, kebijakan pemerintah yang mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 tahun 2020 yang mengatur iuran BPJS Kesehatan tidak tepat. Apalagi kenaikan tersebut dilakukan di saat beban masyarakat semakin berat.

“Saat ini sedang krisis. Banyak masyarakat yang kehilangan mata pencaharian. Kok tega-teganya Pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan,” kata Obon Tabroni, Jumat (15/05/2020).

Obon mengingatkan, kesehatan adalah hak rakyat. Seharusnya akses masyarakat untuk mendapat jaminan kesehatan dipermudah.

“Bukannya dipersulit dengan mebaikkan iuran seperti ini. Masyarakat sedang susah,” lanjutnya.

Apalagi, kata dia, kenaikan iuran BPJS Kesehatan baru beberapa bulan lalu dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA).

Mengacu pada putusan MA tersebut, seharusnya yang dikeluarkan adalah Perppres baru yang membatalkan kenaikan Iuran BPJS Kesehatan (sama dengan iuran yang lama).

“Kenaikan ini sekaligus mencerminkan jika pemerintah tidak menghormati keputusan pengadilan yang bersifat inkracht. Hal ini akan memberi contoh buruk. Bisa saja nantinya masyarakat tidak lagi menghargai putusan lembaga yudikatif yang seharusnya ditaati semua pihak, tanpa pandang bulu,”tandas Obon Tabroni.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan