Rakyat Indonesia Butuh Pasokan Makanan, Nelayan Tolak Lockdown

Terutama di Saat Covid-19 Melanda, Indonesia Butuh Pasokan Makanan

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru: Rakyat Butuh Pasokan Makanan, Nelayan Indonesia Tolak Lockdown.
Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru: Rakyat Butuh Pasokan Makanan, Nelayan Indonesia Tolak Lockdown.

Nelayan Indonesia tidak menginginkan adanya lockdown meski situasi sangat mengkhawatirkan karena penyebaran pendemik virus corona atau Covid-19.

Hingga saat ini, nelayan Indonesia masih mampu melaut dan menangkap ikan untuk pasokan makanan bagi masyarakat. Selain itu, nelayan yang entah kenapa jarang tersentuh virus corona, berharap kondisi ini bisa diatasi oleh pemerintah.

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru mengungkapkan, meskipun daerah nelayan ada saja yang sedang gelisah dan mendorong lockdown, seperti daerah Tegal, dan beberapa daerah di daratan Pulau Jawa, namun hendaknya pemerintah melakukan upaya lain saja, selain lockdown.

“Nelayan Indonesia masih tetap bisa melaut dan menangkap ikan. Itu sangat dibutuhkan untuk pasokan pangan Indonesia. Terlebih di situasi Indonesia yang sedang dilanda pandemik virus corona sekarang. Karena itu, kita, para nelayan, tidak setuju jika opsi lockdown yang dilakukan. Itu malah akan membuat semua rakyat sengsara. Termasuk para nelayan sendiri akan kian sengsara,” tutur Siswaryudi Heru, di Jakarta, Selasa (31/03/2020).

Siswaryudi Heru yang juga Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) ini mengatakan, jika pilihan lockdown yang dilakukan, pasokan makanan dari sektor perikanan, khususnya dari Nelayan Indonesia akan turut lockdown. Itu akan sangat membuat kondisi Indonesia di ujung kehancuran.

Lagi pula, lanjutnya, saat ini Negara Jepang dan China, sudah mulai pulih. Dan juga sudah membuka komunikasi dengan para nelayan Indonesia, untuk dikirimkan pasokan ikan hasil tangkapan nelayan Indonesia ke sana.

Alangkah kurang tepatnya, menurut Siswaryudi Heru, jika langkah lockdown yang dilakukan.

“Jepang dan China saja sudah kembali perlahan membangkitkan perekonomian dan pasokan makanan bagi rakyatnya. Sudah ada beberapa permintaan dari sana ke nelayan Indonesia. Jika lockdown, tentu itu semua juga akan batal. Dan kita yang akan terus terpuruk,” jelasnya.

Siswaryudi Heru yang juga anggota Pengarah Dewan Perubahan Iklim Nasional ini optimis, kondisi Indonesia juga akan membaik. Dengan langkah-langkah yang sudah dilakukan Pemerintahan Jokowi-Ma’aruf Amin.

Nelayan Indonesia, katanya, akan tetap bisa melaut. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dan juga untuk pasokan pangan di dalam negeri, maupun luar negeri.

“Nelayan Indonesia mendukung upaya Pemerintahan Jokowi untuk memulihkan situasi. Langkah-langkah yang dilakukan, masih mending. Asal jangan lockdown sajalah,” jelasnya.

Wakil Ketua Komite Tetap (Wakomtap) Hubungan Antar Lembaga Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin)  ini menyampaikan, Negara Indonesia sanggup bertahan, dan memenuhi kebutuhan pangannya. Asalkan masyarakat, seperti nelayan bisa tetap beraktivitas mencari dan mengumpulkan ikan.

Lagi pula, lockdown itu perlu dipertimbangkan dengan sangat amat matang. Sebab, jika tidak ada pasokan makanan yang memadai, maka akan mati juga.

“Nelayan Indonesia, tidak ingin ada lockdown. Berdayakan nelayan, maka lockdown itu tidak kita perlukan. Lockdown itu adalah langkah yang paling terakhir saja. Itupun, jika situasi sudah sangat amat tidak memungkinkan,” pungkas Siswaryudi Heru.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan