Rakyat Belajar Damai Dari Pemimpin Yang Berdamai

Koordinator Bela Indonesia Kita, Ronald Mulia Sitorus: Rakyat Belajar Damai Dari Pemimpin Yang Berdamai.
Koordinator Bela Indonesia Kita, Ronald Mulia Sitorus: Rakyat Belajar Damai Dari Pemimpin Yang Berdamai.

Perkumpulan Anti Radikalisme Bela Indonesia Kita menyampaikan, para pemimpin yang berdamai akan berefek pada proses rakyat yang berdamai. Sebab, rakyat itu belajar damai dari pemimpinnya yang berdamai.

Koordinator Bela Indonesia Kita, Ronald Mulia Sitorus mengatakan, Pemilihan Umum 2019 telah berlalu dengan hasil yang sangat membanggakan jika kita lihat dari sisi demokratisasi.  Dimana rakyat bisa melihat sendiri ke 2 calon Presiden saat itu, kini bersatu dalam pemerintahan yang sama.

“Pak Jokowi terpilih sebagai Presiden dan Pak Prabowo ikut serta membantu pemerintah sebagai salah satu menteri dalam Pemerintahan Pak Jokowi. Dari keadaan ini, rakyat akan belajar tentang sebuah kedamaian. Rakyat tidak lagi memperributkan perbedaan kubu pendukung Capres yang telah berlalu itu,” tutur Ronald Mulia Sitorus, Jumat (14/02/2020).

Menurutnya, Pasca pelantikan Presiden dan Kabinet, sudah sewajarnya dalam pemerintahan akan ada evaluasi-evaluasi. Seperti baru- baru ini ada Pemberitaan terkait persoalan Dugaan Korupsi Asabri dan Jiwasraya, yang diprediksi menyerey nama-nama yang dekat dengan kekuasaan.

“Bagi saya pribadi, pemberitaan seperti ini adalah evaluasi biasa saja. Jika masih menyertakan kata diduga,” ujarnya.

Seperti ada tulisan yang belum lama ini sempat beredar, dengan menyebutkan penulisnya adalah Haidar Alwi, yakni dari Haidar Alwi Institute.

Jika tulisan tersebut sebatas Kajian, sebaiknya ditanggapi pula dengan kajian. Dan tidak direspon dengan reaksi dari seorang Kuasa Hukum untuk meneruskan soal tulisan dan kajian ke ranah hukum.

“Saya seorang pendukung Presiden Jokowi yang ada di bawah, rakyat biasa dan bukan siapa-siapa. Saya merasakan prihatin ketika melihat ada perseteruan yang tidak produktif terjadi kepada sesama barisan pendukung Pak Jokowi,” katanya.

Ronald menjelaskan, Haidar Alwi juga seorang pendukung Presiden Jokowi yang juga kerja keras dengan menghidupkan mesin pemenangan Pemilu dengan mengorganisir hampir seribu Organ Relawan yang tergabung dalam Aliansi Relawan Jokowi (ARJ). Dengan berbagai kegiatan diantaranya Program Satu juta Posko, Program Santunan Satu Juta Anak Yatim, sampai habis masa jabatan Jokowi 2024.

“Yang seluruh biayanya berasal dari sumbangsih pribadi Pak Haidar Alwi sendiri. Demikian juga dengan Pak Moeldoko, yang kerja keras dalam pemenangan Pak Jokowi sejak Pemilu 2014 lalu. Sudah saatnya sekarang Rakyat seperti sekarang belajar tentang Kedamaian dari para pemimpin. Jika para pemimpin berjiwa damai, maka rakyat yang dibawah juga akan damai,” ujarnya.(Togap)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*