Breaking News

Putra Putri Golkar Ingin Lahirkan Generasi Penerus Partai Beringin

Putra Putri Golkar Ingin Lahirkan Generasi Penerus Partai Beringin. Putra Putri Golkar Ingin Lahirkan Generasi Penerus Partai Beringin.

Sejumlah anak muda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Putra Putri Golkar (FKPPG) mengaku ingin melahirkan kepemimpinan baru, sebagai regenerasi baru yang akan meneruskan kepemimpinan di Partai Golkar.

Koordinator Forum Komunikasi Putra Putri Golkar (FKPPG) Azka Aufary Ramly menegaskan, partai berlambang beringin itu membutuhkan renegerasi yang tak bisa ditunda-tunda.

“Kami hadir untuk proses estafet tongkat kepemimpinan,” tutur Azka Aufary Ramly, Kamis (08/08/2019).

Untuk itulah, lanjut Azka, FKPPG aktif menggelar berbagai kegiatan, seperti Dialog Publik bertema Misi Golkar untuk Indonesia Maju, Adil dan Makmur. Dialog publik ini digelar oleh Forum Komunikasi Putra Putri Golongan Karya (FKPPG), di Winners Cafe, Jalan Cikini Raya Nomor 77, Jakarta Pusat, Rabu (07/08/2019).

Diskusi itu dihadiri oleh para pembicara, yaitu politisi senior Partai Golkar yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Papua, Yoris Raweyai, Politisi Senior Jakarta Timur Rudy Darmawanto, Politisi Senior Golkar DKI Jakarta Andi Ruman, Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari, dengan moderator Khalid Zabidi dari Kabar Golkar.

“FKPPG hadir untuk menjalankan amanah tersebut. Amanah yang telah lahir dan telah diemban selama lebih dari setengah abad lamanya. FKPPG siap melahirkan dan mengkader embrio-embrio penggagas cemerlang. Dan embrio-embrio kader terdepan menjaga dan mewujudkan amanah untuk Demokrasi Terpimpin Bangsa Indonesia dan Konstitusi Kuat Partai Golongan Karya,” tutur Azka.

Menurut dia, FKPPG diibaratkan kelompok anak kecil yang lugu, yang tanpa arah, yang sedikit ilmu, namun mau terus belajar, mau mendengar, dan mau mengamanahkan, serta membangun bangsa.

FKPPG akan terus mendengar, belajar, serta menjadikan kiprah Partai Golkar sebagai poros utama, pilar terkokoh dan akar terkuat dari perpolitikan Indonesia.

Golkar yang menciptakan gagasan kebangsaan, berfungsi sebagai sarana pendidikan politik bagi masyarakat luas, menciptakan iklim yang kondusif, yang maju, dan yang cerdas. Bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Semata- mata demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat, rakyat Indonesia sendiri,” ujarnya.

Perlu diketahui, menurut Azka, Partai Golkar dikenal sebagai partai yang terdepan dalam gagasan kebangsaan. Lihat saja, Soeharto dengan GBHN-nya, BJ Habibie dengan inovasi dan teknologi bangsa yang maju, Akbar Tandjung dengan konsolidasi organisasi yang terstruktur dan sistematis, Aburizal Bakrie (ARB) dengan Visi Kesejahteraan 2045-nya, serta Airlangga Hartarto dengan Revolusi Industri 4.0/Making Indonesia 4.0.

Dia berharap, Golkar terus hadir sebagai Poros Utama, motor penggerak perpolitikan. Golkar akan selalu berbenah diri, selalu berbenah internal, memegang teguh arti penting proses estafet tongkat kepemimpinan.

“Golkar kuat karena selalu berkaca dari ketidaksempurnaan. Golkar kuat karena mengingat amanah dari rakyat. Golkar kuat karena kinerja para kader pejuang partai Golkar,” katanya.

Bahkan dalam lintasan sejarah Indonesia, lanjutnya, Golkar hadir sebagai Poros Utama pun tidak dibentuk dalam sehari.

Golkar sebagai Pilar Kokoh tidak disusun dalam hitungan menit dan jam. Golkar bukanlah Taring Tajam yang diasah untuk menghancurkan. Golkar hadir untuk membangun Bangsa Besar, Indonesia.

“Kami tidak sendiri. Kami bersama kader-kader terbaik Golkar dari seluruh Indonesia. Golkar tidak akan lupa akan perjuangan besar. Kami ada bersama para pejuang, kader-kader terbaik Golkar. Golkar kuat dalam karya kekaryaanya dan gagasan kebangsaannya,” tutup Azka.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*