Pura-Pura Turun Tangan Dalam Ekstradisi Maria Pauline Lumowa, Boyamin Saiman: Bagaimana Dengan Buronan Joko Soegiarto Tjandra Dan Harun Masiku, Pak Menkumham Yasonna Laoly?

Pura-Pura Turun Tangan Dalam Ekstradisi Maria Pauline Lumowa, Boyamin Saiman: Bagaimana Dengan Buronan Joko Soegiarto Tjandra Dan Harun Masiku, Pak Menkumham Yasonna Laoly?

- in DAERAH, HUKUM, NASIONAL
32
0
Pura-Pura Turun Tangan Dalam Ekstradisi Maria Pauline Lumowa, Boyamin Saiman: Bagaimana Dengan Buronan Joko Soegiarto Tjandra Dan Harun Masiku, Pak Menkumham Yasonna Laoly? – Foto: Buronan pembobol Bank BNI Maria Pauline Lumowa diekstradisi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dari Serbia ke Indonesia, Kamis (09/07/2020). (Istimewa)Pura-Pura Turun Tangan Dalam Ekstradisi Maria Pauline Lumowa, Boyamin Saiman: Bagaimana Dengan Buronan Joko Soegiarto Tjandra Dan Harun Masiku, Pak Menkumham Yasonna Laoly? – Foto: Buronan pembobol Bank BNI Maria Pauline Lumowa diekstradisi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dari Serbia ke Indonesia, Kamis (09/07/2020). (Istimewa)

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly dianggap hanya sedang bermain sandiwara dan berupaya menutup-nutupi kebohongannya karena tidak menangkap buronan kakap Joko Soegiarto Tjandra, dan juga politisi partai banteng Harun Masiku.

Pegiat Anti Korupsi dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyampaikan, proses ekstradisi yang dilakukan Menkumham Yasonna H Laoly terhadap Maria Pauline Lumowa hanya berupaya untuk menutupi rasa malu Si Menkumham Yasonna H Laoly sendiri.

“Ekstrasidi Maria Pauline Lumowa itu hanya untuk menutupi malu atas bobolnya Joko Soegiarto Tjandra dan Harun Masiku,” tutur Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman dalam keterangannya, Kamis (09/07/2020).

Boyamin menyindir proses ekstradisi yang dilakukan Yasonna H Laoly kepada Maria Pauline Lumowa. Sebagaimana diketahui, pada Kamis 09 Juli 2020, Maria Pauline Lumowa telah dibawa pulang ke Indonesia, lewat proses ekstradisi dari Serbia.

“Dan dibawa langsung oleh MenkumHam Yasona Laoly, yang mana Yasona dengan pakaian kebesaran topi Cowboy, gagah bak Cowboy membawa penjahat,” ujar Boyamin Saiman.

Oleh karena itu, Boyamin menyatakan, ekstradisi terhadap Maria Pauline Lumowa itu adalah upaya Menkumham Yasonna H Laoly untuk menutupi rasa malu atas bobolnya buron Joko Soegiarto Tjandra. Soalnya, Joko Tajndra bisa masuk dan keluar Indonesia tanpa terdeteksi.

Bahkan, Joko Tjandra  mampu membuat Kartu Tanda Penduduk Elektroni (KTP El) yang baru, serta passport yang baru, dan bahkan bisa mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

“Selain itu, mestinya rasa malu Menkumham Yasonna H Laoly juga terjadi atas menghilangnya Harun Masiku, yang hingga saat ini yang belum tertangkap,” jelas Boyamin Saiman.

Atas ektradisi yang terjadi terhadap Maria Pauline Lumowa, lanjutnya, menunjukkan cekal akibat Daftar Pencarian Orang (DPO) adalah abadi, hingga tertangkap.

Meskipun tidak ada update dari Kejaksaan Agung, karena senyatanya Maria Pauline Lumowa berstatus tetap cekal sejak tahun 2004 hingga saat ini.

“Hal ini membuktikan kesalahan penghapusan cekal pada kasus Joko Soegiarto Tjandra yang pernah dihapus cekal pada tanggal 12 Mei 2020 sampai 27 Juni 2020 oleh Imigrasi. Atas permintaan Sekretaris NCB Interpol Indonesia. Padahal, tidak ada permintaan hapus oleh Kejagung yang menerbitkan DPO,” beber Boyamin.

Kemudian, lanjutnya, proses ektradisi terhadap Maria Pauline Lumowa ini membuktikan, apabila Pemerintah mau serius maka akan bisa menangkap buron.

“Sehingga, semestinya Pemerintah akan bisa menangkap Joko Soegaiarto Tjandra, Eddy Tansil, Honggo Wendratno dan buronan-buronan kakap lainnya,” imbuhnya.

Agar tidak terulang kembali adanya kasus buron yang enak-enakan berbisnis di luar negeri, dikatakan Boyamin Saiman, maka Pemerintah harus segera mencabut berlakunya pasport buron tersebut. Dan meminta negara-negara lain yang memberikan pasport untuk juga mencabutnya.

Sehingga, buron tidak leluasa bepergian. Juga jika sudah diketahui punya pasport negara lain, maka segera dicabut kewarganegaraannya. Sebab itu adalah amanat pasal 23 ayat 8 UU Nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan.

“Jika buron tertangkap, cukup diterbitkan Surat Perjalanan Laksana Pasport (SPLP) sekali pakai, untuk membawa pulang ke Indonesia,” ujarnya.

“Meskipun demikian, kita tetap memberikan apresiasi, meskipun kadarnya sedikit, atas tertangkapnya Maria Pauline Lumowa. Dan semoga segera tertangkap Joko S Tjandra dan Harun Masiku dan buronan kakap yang lainnya,” tandas Boyamin Saiman.(JR)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Buronan Kakap Bikin Surat Jalan Dan Bebas Bepergian Di Wilayah Indonesia, Tak Ditangkap. Konyol! Aparat Indonesia Dipecundangi Joko Soegiarto Tjandra

Telah dibaca: 532 Ini adalah cerita yang termasuk