Breaking News

PT Conch Grup Perbanyak Beasiswa Untuk Wujudkan Jalur Sutera Kemaritiman

PT Conch Grup Perbanyak Beasiswa Untuk Wujudkan Jalur Sutera Kemaritiman.

Pimpimpinan PT Conch Grup, Ke Qiubi dalam pemaparannya sebelum penandatanganan MoU, menuturkan bahwa Conch Holding didirikan pada tahun 1996.

Perusahaan ini telah tumbuh dan berkembang menjadi salah satu perusahaan raksasa di dunia. PT Conch Grup telah berkembang hingga memiliki pusat penelitian standar nasional, 4 perusahaan terbuka, dengan pendapatan pertahunnya mencapai 28 miliar Dolar Amerika.




Menurut Ke Qiubi, sesuai dengan strategi One Belt One Road (Jalur Sutera), perusahaan telah merencanakan serta merealisasikan pendirian 220 buah perusahaan yang tersebar di 21 provinsi Negara China, Rusia, Indonesia, Myanmar, Laos, Kamboja, Uzbeskistan, Pakistan dan Negara lainnya.

Adapun produk yang dihasilkan berupa semen, bahan material kimia, material ramah lingkungan, trading, logistik, konstruksi, jasa, dan lain-lain. Selain itu, Conch merupakan merek terbesar di dunia.

“Pada tanggal 3 Oktober 2013, Presiden China Mr Xi Jin Ping mengunjungi Negara di ASEAN, di Indonesia Beliau memberikan pidato dan menyampaikan inisiatif tentang Jalur Sutera Kemaritiman abad 21, hal ini sesuai dengan strategi Indonesia yang ingin menjadi Negara maritim besar di dunia,” tutur Ke Qiubi.

Hal itu disampaikan Ke Qiubi, saat mengikuti penandatanganan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Conch Cement Grup melalui Nanjing Polytechnic Institute China dengan Pemerintah Daerah yakni Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Manokwari, yang digelar di Kantor PT Conch International Trade Indonesia, The Suites Tower Lantai 19, Jalan Boulevard Pantai Indah Kapuk (PIK) Nomor 1, RT 007/RW 002, Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (27/04/2019).

Conch Cement Group telah masuk ke Indonesia pertama kali pada tahun 2011 untuk melakukan survei. Pada akhir 2014, pembangunan pabrik semen di Kalimantan Selatan terselesaikan dan resmi beroperasi produksi. Proyek ini menjadi proyek investasi pabrik semen pertama Jalur Sutera Kemaritiman.

Hingga hari ini, dijelaskan Ke Qiubi, Conch Cement telah berinvestasi sekitar 2,2 miliar Dolar Amerika di regional Indonesia, dengan mendirikan 8 Perusahaan Terbatas (PT), 7 diantaranya perusahaan proyek dan 1 perusahaan trading, dengan kapasitas produksi semen 11,25 juta ton pertahun. Kini, Conch Cement berada di urutan ketiga perusahaan semen di Indonesia.

Dia menekankan, sejak tahun 2014, Conch di Indonesia terus melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab sosial berupa Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat sekitar.

Ke Qiubi merinci, pihaknya telah masuk ke sekolah memberikan bantuan pendidikan kepada murid Sekolah Dasar, menyelenggarakan Proyek Harapan, yaitu mengkoordinasi siswa Sekolah Menengah untuk melanjutkan sekolah di China, memberikan pelatihan SDM Conch OBOR, memberikan kesempatan mahasiswa Indonesia untuk magang di Perusahaan.

“Kami beradaptasi dan menambah kepercayaan Pemerintah setempat kepada kami, ikut memperbaiki jalan desa yang rusak, memberikan sumbangan kepada sekolah, rumah ibadah dan koperasi, serta meningkatkan komunikasi yang baik antara desa dengan perusahaan,” bebernya.

Beberapa waktu lalu, lanjutnya, di Beijing diadakan The Belt and Road Forum for International Cooperation untuk kedua kalinya. Presiden China Mr Xi Jin Ping pada pidato pembukaan menyampaikan  bahwa China akan  meingkatkan kerjasama di banyak bidang, antara lain pendidikan, teknologi, kebudayaan, olahraga, pariwisata, kesehatan dan lain lain.

“Program Beasiswa Jalur Sutra Pemerintah Tiongkok akan terus dilaksanakan. Berharap seluruh dunia dapat menciptakan lingkungan investasi yang baik, perusahaan serta mahasiwa China mendapat perlakuan yang sama. Menyediakan lingkungan yang adil dan ramah untuk pertukaran informasi internasional,” tutur Ke Qiubi.

Pada tanggal 25 April 2019, diungkapkan Ke Qiubi, Presiden China bertemu dengan Wakil Presiden Indonesia untuk melakukan pembicaraan terkait kepentingan Negara. Menurut dia, Wakil Presiden Indonesia menyampaikan Indonesia merupakan partner penting dalam kerjasama One Belt One Road.

“Dan berharap mempererat hubungan dengan China perdagangan, investasi, pendidikan dan lain-lain, membangun koridor ekonomi terintegrasi regional, membantu Indonesia membangun industrialisasi,” ujarnya.

Kali ini, lanjut Ke Qiubi, melalui kerjasama PT Conch dengan  Pemerintah Kabupaten dan Pihak Universitas China, dapat mewujudkan semangat yang disampaikan oleh Pimpinan kedua Negara, memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.

“Melalui platform kerjasama ini, dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar di luar negeri dan magang di perusahaan international. Memberikan dukungan SDM yang mumpuni kepada keperluan industri,” ujarnya.

Selain itu, kerjasama itu harus mampumeningkatkan pendidikan kejuruan dan sistem ketenagakerjaan bagi pemerintah daerah, membangun platform untuk persahabatan antara China dan Indonesia.

“Ini akan meningkatkan pengembangan sekolah dan perusahaan yang sehat serta meningkatkan kemakmuran ekonomi sosial setempat,” ucap Ke Qiubi.




Ke depannya, lanjutnya, PT Conch Grup akan terus menambah investasi di Indonesia serta ikut mengambil peran dalam meningkatkan perekonomian di daerah.

“Kami sangat berharap mendapat dukungan dari Pemerintah Indonesia dan pihak universitas dari China agar terus berkembang di Indonesia,” tuturnya.

Terakhir, Ke Qiubi mengutip Pidato Presiden China, “Bersama sama kita bergandeng tangan, sebarkan benih kerjasama, menikmati hasil panen dari kerjasama itu. Semoga tamu yang hadir selalu diberikan kesehatan dan kelancaran. Dan semoga acara penandatanganan Nota Kesepahaman hari ini berjalan lancar.  Terima kasih,” tutup Ke Qiubi.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*