Protes Kepada Rezim Joko Widodo, Jangan Berkelit Dengan Berbagai Argumentasi, GMKI Bersama PMKRI Siantar Desak Presiden Segera Tangkapi Mafia dan Segera Turunkan Harga Barang

Protes Kepada Rezim Joko Widodo, Jangan Berkelit Dengan Berbagai Argumentasi, GMKI Bersama PMKRI Siantar Desak Presiden Segera Tangkapi Mafia dan Segera Turunkan Harga Barang

- in DAERAH, EKBIS, HUKUM, NASIONAL, POLITIK, PROFIL
424
0
Protes Kepada Rezim Joko Widodo, Jangan Berkelit Dengan Berbagai Argumentasi, GMKI Bersama PMKRI Siantar Desak Presiden Segera Tangkapi Mafia dan Segera Turunkan Harga Barang. - Foto: Ketua Presidium PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi Periode 2021-2022, Edis Galingging (kiri) dan Ketua Cabang GMKI Pematangsiantar Simalungun Periode 2021-2023, Juwita Panjaitan.(Ist)Protes Kepada Rezim Joko Widodo, Jangan Berkelit Dengan Berbagai Argumentasi, GMKI Bersama PMKRI Siantar Desak Presiden Segera Tangkapi Mafia dan Segera Turunkan Harga Barang. - Foto: Ketua Presidium PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi Periode 2021-2022, Edis Galingging (kiri) dan Ketua Cabang GMKI Pematangsiantar Simalungun Periode 2021-2023, Juwita Panjaitan.(Ist)

Belakangan ini, banyak rentetan aksi turun ke jalan yang dilakukan oleh elemen mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia, baik tingkat Daerah maupun Pusat. 

Hal itu tentu diakibatkan banyaknya kebijakan serta isu Nasional yang dilakukan oleh Pemerintah, yang tentu menimbulkan pro-kontra di tengah-tengah masyarakat, sehingga berdampak buruk bagi masyarakat Indonesia. 

Sebut saja, mahal dan langkanya minyak goreng yang sampai saat ini tidak menemukan solusi yang tepat, kenaikan pajak atau PPN, mahal dan langkanya pupuk di beberapa Daerah, naiknya harga gas LPG, naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax per 1 April 2022, kenaikan harga pangan, isu tunda Pemilu sampai isu usulan masa jabatan Presiden 3 periode masih saja terus bergulir. 

Semua kondisi itu menjadi pusat perhatian masyarakat, terutama dari kalangan mahasiswa, terlepas ada yang mendukung atau pun tidak. 

Menanggapi hal itu, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi menyatakan sikap, agar Pemerintahan Joko Widodo tidak malah mencari-cari alasan dan jangan berlindung di balik segudang argumentasi yang tidak faktual. 

Presiden Joko Widodo harus segera bertindak untuk membuktikan penangkapan dan pemberantasan mafia pangan, mafia minyak goreng, dan mafia-mafia lainnya yang nyata-nyata menyusahkan masyarakat. 

Ketua Presidium PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi Periode 2021-2022, Edis Galingging mengatakan, semua karut sengkarut kondisi di Indonesia saat ini, adalah bukti bahwa Pemerintahan Joko Widodo tidak pernah serius untuk menyelesaikannya. Dan tidak ada solusi yang dilakukan bagi penderitaan rakyat. 

“Apa yang sedang terjadi saat ini menjadi bukti ketidakseriusan para pejabat saat ini. Persoalan saat ini akan menguji ketegasan dan power Pimpinan Negara kita. Kita sangat berharap agar Pemerintah agar tetap fokus menjalankan programnya, jangan sibuk memikirkan Pemilu di 2024,” ujar Edis Galingging, dalam siaran pers yang diterima Minggu (10/04/2022). 

Senada dengan Edis, Ketua Cabang GMKI Pematangsiantar Simalungun Periode 2021-2023, Juwita Panjaitan menyampaikan, sudah terlalu banyak kebijakan Pemerintahan Jokowi yang tidak berpihak kepada Masyarakat Indonesia. Kebijakan-kebijakan yang melenceng itu sangat nyata menyiksa dan menyengsarakan masyarakat. 

“Kami dari GMKI sangat mengecam segala kebijakan dari Pemerintah yang tidak pro kepada rakyat kecil. Karena berdampak menyiksa dan menyengsarakan banyak masyarakat, terutama masyarakat kalangan menengah ke bawah di tengah-tengah keterpurukan perekonomian rakyat di masa Pandemi Covid-19,” ujar Juwita Panjaitan. 

Juwita menegaskan, kebijakan-kebijakan yang belepotan itu, sangat dirasa tidak adil bagi masyarakat. 

“Di tengah-tengah pendapatan rakyat yang belum pulih akibat pandemi Covid-19 sudah menaikkan harga yang mematikan bagi banyak masyarakat. Dan kami pastikan bahwa GMKI Pematangsiantar-Simalungun akan terus mengawal dan mengkritisi segala kebijakan yang tidak pro rakyat,” tegas Juwita Panjaitan. 

Secara bersama-sama, GMKI dan PMKRI Pematangsiantar juga menyampaikan aspirasinya. 

Pertama, mendorong Pemerintah agar sesegera mungkin melakukan tindakan menstabilkan harga-harga pangan. 

Dua, meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk menindak tegas dan menjatuhkan sanksi berat kepada Pejabatnya yang mengusulkan Penundaan Pemilu atau perpanjangan masa jabatan Presiden. 

Tiga, meminta Pemerintah agar fokus mengerjakan program-program nyata yang pro rakyat. 

Empat, mendorong Pemerintah Pusat untuk segera menurunkan harga pangan, menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), menurunkan harga gas LPG dan menurunkan tarif pajak PPN. 

Lima, meminta kepada Presiden Joko Widodo agar secara konkrit memroses dan menindak tegas dalang di balik mahal serta langkanya minyak goreng. 

Tujuh, meminta Pemerintah untuk menunjukkan komitmennya melakukan pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), yang pada kenyataannya malah kian marak terjadi di Indonesia saat ini. 

Delapan, mendorong Presiden Joko Widodo segera melakukan evaluasi terhadap para Menteri dan kinerja kabinetnya. 

“Pemerintah harus buktikan bahwa bisa melakukan itu semua,” tandas Juwita Panjaitan.(JRO) 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Hakim ‘Gemes’ di Sidang Bongkar Kejahatan Biksu Perempuan dan Keluarganya pada PN Jakarta Utara

Persidangan kasus pidana dengan Nomor Perkara 246/Pid.B/2024, di