Presiden Jokowi Perhatian Untuk Kasusnya Novel Baswedan, Wadah Pegawai KPK Girang

Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap: Kami menyambut dengan baik adanya Perintah Presiden kepada Kapolri untuk mengumumkan hasil dari kasus Novel Baswedan.
Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap: Kami menyambut dengan baik adanya Perintah Presiden kepada Kapolri untuk mengumumkan hasil dari kasus Novel Baswedan.

Wadah Pegawai KPK girang dengan adanya perhatian khusus Presiden Joko Widodo terhadap penyelesaian kasus yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap menyampaikan, kasus penyiraman air keras terhadap penyelidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjadi sejarah buruk pemberantasan korupsi di Indonesia. Peristiwa tersebut juga memberikan tanda bawah pemberantasan korupsi sengaja diperhambat dan tidak ingin dituntaskan.

Sampai belum terungkapnya tersangka dan aktor yang terlibat di dalam kasus Novel menguatkan indikasi tersebut. Namun dikeluarkannya Perintah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada Kapolri Idham Azis untuk mengumumkan hasil penyelidikan memberikan angin segar.

Wadah Pegawai KPK (WP KPK) menyambut baik perintah presiden tersebut. “Kami menyambut dengan baik adanya perintah Presiden   kepada Kapolri untuk mengumumkan hasil dari kasus Novel,” ujar Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap dalam rilisnya, Rabu (11/12/2019).

Yudi pun berharap, untuk beberapa hari kedepan setelah diterbitkannya perintah Presiden tersebut dapat diugkap dan disimpulkannya pelaku yang telah melakukan penyerangan terhadap Novel Baswedan.

Walaupun sebelumnya perintah Presiden tersebut sempat diundur dari tanggal 17 Oktober 2019 sampai awal Desember 2019. Namun menurut Yudi, perintah tersebut merupakan kabar baik di tengah kebuntuan akan kasus Novel yang pada Januari 2020 nanti akan mencapai 1000 hari.

“Penangkapan pelaku penyerangan terhadap penyelidik senior KPK tersebut merupakan harapan dari masyarakat Indonesia dan salah satu kado terindah dalam hari antikorupsi ini,” ujar Yudi.

Presiden Joko Widodo pun meyakini bahwa kasus Novel akan dapat diugkap dan mendapatkan kesimpulannya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan