Presiden Jokowi Lantik Daniel Yusmic dan Suhartoyo Sebagai Hakim MK

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyaksikan pengucapan sumpah jabatan oleh Daniel Yusmic Pancastaki Foekh dan Suhartoyo sebagai Hakim Konstitusi untuk periode 2020 hingga 2025. Pengucapan sumpah dua hakim konstitusi tersebut dilakukan di hadapan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Selasa (07/01/2020).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyaksikan pengucapan sumpah jabatan oleh Daniel Yusmic Pancastaki Foekh dan Suhartoyo sebagai Hakim Konstitusi untuk periode 2020 hingga 2025. Pengucapan sumpah dua hakim konstitusi tersebut dilakukan di hadapan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Selasa (07/01/2020).

Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik dua hakim Mahkamah Konstitusi (MK), yakni Daniel Yusmic Pancastaki Foekh dan Suhartoyo. Daniel Yusmic merupakan wajah baru. Sementara Suhartoyo sudah dua periode menjadi hakim MK.

Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Selasa 07 Januari 2020, pukul 15.00 WIB. Pelantikan Suhartoyo berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 141/P Tahun 2019 tentang Pengangkatan Kembali Hakim MK yang Berasal dari Mahkamah Agung.

Adapun pelantikan Daniel berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1/P Tahun 2020 tentang Pemberhentian dengan Homat dan Pengangkatan Hakim MK yang diajukan Presiden. Proses pemilihannya melalui panitia seleksi. Ia menyisihkan dua kandidat lain, yaitu Suparman Marzuki dan Ida Budhiati.

Daniel Yusmic melalui proses panitia seleksi yang dibentuk Presiden sejak November 2019. Daniel ditunjuk Presiden untuk menggantikan I Dewa Gede Palguna yang telah dua periode jadi Hakim Konstitusi dan telah memasuki masa pensiun.

Daniel merupakan bagian dari tiga orang yang diajukan Pansel ke Presiden, dua lainnya Suparman Marzuki dan Ida Budhiati. Daniel adalah Dosen Hukum di Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Universitas Atmajaya, Jakarta. Semasa kuliah di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Daniel Yusmic aktif sebagai kader Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Sementara, Suhartoyo merupakan wajah lama di MK. Setelah masa jabatannya habis, ia kembali diusulkan oleh Mahkamah Agung untuk kembali menjabat. Ini merupakan periode kedua Suhartoyo menjabat sebagai hakim konstitusi.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan