Presiden FIFA Gianni Infatino Usulkan Durasi Pertandingan Piala Dunia Dari 90 Menit Menjadi 100 Menit

Presiden FIFA Gianni Infatino Usulkan Durasi Pertandingan Piala Dunia Dari 90 Menit Menjadi 100 Menit

- in DUNIA, OLAHRAGA
433
0
Presiden FIFA Gianni Infatino Usulkan Durasi Pertandingan Piala Dunia Dari 90 Menit Menjadi 100 Menit. - Foto: Presiden FIFA, Gianni Infantino.(Reuters)Presiden FIFA Gianni Infatino Usulkan Durasi Pertandingan Piala Dunia Dari 90 Menit Menjadi 100 Menit. - Foto: Presiden FIFA, Gianni Infantino.(Reuters)

Badan sepak bola dunia FIFA lewat sang presiden, Gianni Infatino dikabarkan memiliki ide gila dengan ingin memperpanjang durasi pertandingan di Piala Dunia 2022 dari 90 menjadi 100 menit. 

Dalam beberapa tahun terakhir, menit bermain yang efektif telah menjadi topik hangat dalam peraturan pertandingan sepak bola. Beberapa laga bahkan tercatat bola hanya dimainkan secara efektif selama kurang lebih 60 menit. 

Sebuah studi yang dilakukan Badan Peneliti Sepak Bola, CIES baru-baru ini menemukan fakta bahwa rata-rata bola dimainkan secara efektif di laga Liga Champions adalah 60,2 persen dari satu pertandingan. 

Seperti dilansir Corriere dello Sport, FIFA pun ingin meningkatkan menit bermain efektif dari sebuah pertandingan jelang digelarnya pentas Piala Dunia 2022 di Qatar November hingga Desember mendatang. 

Untuk mewujudkan keinginan tersebut, FIFA pun diklaim berencana menambah durasi pertandingan dari 90 menjadi 100 menit. Ide gila ini datang langsung dari presiden FIFA, Gianni Infatino. 

Meski demikian, FIFA masih harus menunggu lampu hijau dari badan peraturan sepak bola, IFAB sebelum resmi mengaplikasikan aturan baru tersebut. 

Bukan kali ini saja FIFA lewat Gianni Infantino membuat rencana kontroversial. Sebelumnya, mereka juga diklaim ingin menggelar Piala Dunia dua tahun sekali. 

“Ketika kita membahas Piala Dunia yang diadakan setiap dua tahun, itu karena emosi yang diberikan oleh kompetisi ini luar biasa,” tutur Infantino baru-baru ini. 

“Italia telah terlibat hampir sepanjang waktu, negara lain ingin lebih sering terlibat dan memberikan lebih banyak harapan kepada negara lain sangat penting,” lanjutnya. 

“Saya memikirkan apa yang saya alami sebagai seorang anak dan sayang sekali anak-anak lain tidak dapat melakukannya hari ini. Di dunia yang terpecah ini, penting untuk memiliki lebih banyak kesempatan untuk bersatu dan berolahraga bersama. Saat ini, para pemain terbaik bermain di liga terbaik, dan yang lainnya dikecualikan,” imbuh Infatino. 

Namun kemudian, isu ini dibantah oleh FIFA sendiri. Selama ini, pertandingan sepakbola berjalan normal 90 menit. Laga terbagi menjadi dua babak, masing-masing masih sama selama 45 menit. Tapi, nantinya laga akan bertambah 10 menit. 

Menurut FIFA, tambahan waktu 10 menit ini akan mengganti waktu yang hilang karena berbagai macam hal. Sebab dari studi yang ada, rata-rata pertandingan per babak berjalan 54 menit. 

Sebagai kompensasi dari waktu pertandingan yang mencapai 100 menit, FIFA lantas mengizinkan adanya lima pergantian pemain plus tim juga bisa membawa sampai 26 pemain dalam skuatnya, tidak 23 pemain seperti biasanya. 

Ide ini lantas mendapat pro-kontra karena dianggap cuma mau menguras fisik pemain dan menguntungkan FIFA serta pihak sponsor, karena pemasukan makin banyak. 

Tak mau isu tersebut berkembang lebih liar, FIFA mengeluarkan pernyataan bahwa kabar tersebut tidak benar dan pertandingan dipastikan berjalan seperti biasanya, 90 menit plus injury time. 

“Menyusul isu yang berkembang liar hari ini, FIFA ingin mengklarifikasi bahwa tidak ada rencana untuk mengubah aturan terkait durasi pertandingan sepakbola di Piala Dunia Qatar 2022 atau kompetisi lainnya,” demikian pernyataan resmi FIFA. 

Piala Dunia 2022 di Qatar akan digelar pada 21 November hingga 18 Desember mendatang. Sebanyak 32 negara akan bersaing memperebutkan trofi dengan laga Qatar vs Ekuador sebagai pembukanya.*** 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Bakal Segera Diadili di Kursi Pesakitan, Ketua Yayasan Sekolah Pendeta Indonesia Timur Prof Dr Marthen Napang Dijebloskan Ke Rutan Salemba

Ketua Badan Pengurus Yayasan Sekolah Tinggi Filsafat dan