Breaking News

Praperadilankan Status Tersangkanya, Jessica ‘Bertarung’ Dengan Polisi Di Pengadilan

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Gelar Sidang Perdana Gugatan Praperadilan Jessica Kumala Wongso

Sidang Perdana gugatan praperadilan yang dilakukan tersangka kasus dugaan pembunuhan dengan Kopi Sianida digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (23/02/2016).

Jessica Kumala Wongso menggugat penyidik Kepolisian yang menetapkan dirinya sebagai tersangka dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Jessica menggugat Polda Metro Jaya  dan akan bertarung di pengadilan terkait kasus ini.

“Inti dari permohonan praperadilan adalah penahanan tidak sah dan pencekalan tidak sah karena tidak ada perbuatan pidana. Pencekalan yang dimaksud ke luar negeri, tidak boleh pulang ke Australia,” ujar kuasa hukum Jessica, Yudi Wibowo Sukinto, di PN Jakpus, Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Selasa (23/2/2016).

Yudi yang merasa penahanan yang dilakukan Polda Metro Jaya terhadap Klienya itu ada yang  janggal sehingga dia mengajukan praperadilan.

“Saya ingin membuktikan dalam Pasal 66 KUHAP, mereka menahan Jessica bukti kuatnya apa? Saya ingin tahu orang tidak berbuat kok ditahan. Sekarang mana buktinya Jessica menaruh racun sianida di kopi itu?”  ujarnya.

Dalam praperadialan ini, Yudi akan menghadirkan 2 saksi ahli yang menurutnya mampu membuktikan Jessica tidak bersalah dalam kasus ini.

“Kalau memang merasa tidak bersalah, silakan praperadilan kata Pak Iqbal (Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iqbal),” ungkap Yudi.

Sementara itu, pihak yang tergugat, Polda Metro Jaya mengaku tidak takut menghadapi praperadilan yang yang diajukan oleh tersangka.

“Kita sudah siap. Kepala Bidang Hukum Polda Metro Jaya siap menghadiri sidang praperadilan. Polda Metro Jaya telah mempelajari dan siap menghadiri praperadilan,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal.

Menurut Iqbal, meskipun ada gugatan dari pihak tersangka yang menyatakan Jessica tidak bersalah, namun proses hukum yang dilakukan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dalam mengusut kasus kematian Mirna  sudah memenuhi Standar Operasi Prosedur (SOP).

“Sejak awal saya katakan, penyidik, seluruh upaya paksa sudah sesuai SOP. Penetapan tersangka minimal 2 alat bukti. Sudah cukup, itu kan sudah diatur dalam KUHP,” jelas Iqbal.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*