Politisi Asal Papua Willem Wandik Terpilih Jadi Ketua Umum GAMKI

Politisi Asal Papua Willem Wandik Terpilih Jadi Ketua Umum GAMKI.
Politisi Asal Papua Willem Wandik Terpilih Jadi Ketua Umum GAMKI.

Politisi Partai Demokrat Willem Wandik terpilih menahkodai Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) untuk periode 2019-2022.

Willem Wandik yang merupakan anggota Komisi V DPR RI itu menjadi Putra Papua pertama memimpin organisasi massa kepemuduaan Kristen terbesar di Indonesia itu.

Willem Wandik terpilih sebagai Ketua Umum DPP GAMKI bersama mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) Sahat Martin Philips Sinurat, yang terpilih sebagai Sekretaris Umum (Sekum).

Willem yang sebelumnya menjabat sebagai Bendahara Umum DPP GAMKI masa bakti 2015-2018 menggantikan Michael Wattimena. Keterpilihan itu terjadi di Kongres GAMKI Ke-XI di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, yang berlangsung 1-4 Agustus 2019.

Putra Papua yang merupakan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini berhasil mengalahkan Dikson Siringo-ringo dengan perolehan 136 suara. Sementara Dikson memperoleh 59 suara pada Pemilihan di Kongres XI GAMKI, Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Minggu (4/8/2019).

Sebelum melaju dalam penjaringan bakal calon Ketua Umum GAMKI, Willem meraih 95 suara, Dikson 65, Reza Ginting 30, Sahat 2, dan calon lainnya meraih 1 suara. Sesuai syarat melaju dengan syarat minimal 25 persen dari 195 suara. Akhirnya, mayoritas peserta Kongres memilih Willem untuk menjabat Ketua Umum GAMKI masa bakti 2019 – 2022.

Di tempat yang sama, Sahat Martin Philip Sinurat terpilih secara aklamasi. Dalam penjaringan bakal calon, Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) masa bakti 2016-2018 itu meraih 151 suara.

Sementara, Sherly Wattimena hanya 20 suara, Dikson Siringgo-ringgo (19), Hendrik Aryanto Sinaga (5) dan Reza Ginting (2). Karena bakal calon lainnya tidak memenuhi syarat 25 persen suara, akhirnya Sahat yang merupakan alumni S1 dan S2 dari ITB ini didapuk menjabat Sekretaris Umum.

Dalam Kongres ini, secara musyawarah mufakat 18 Ketua DPD memilih Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) untuk tiga tahun mendatang. Michael Wattimena terpilih sebagai Ketua MPO didampingi Wakil Ketua Landen Marbun (GAMKI Sumut) dan Stefanus SK. Kemudian terpilih sebagai Sekretaris MPO Johan Rohatoknam dari GAMKI Maluku dan Aris RP dari GAMKI Sulawesi Tenggara sebagai Wakil Sekretaris MPO.

Disepakati, nominasi tuan rumah Kongres berikutnya Sulawesi Tengah, Maluku Utara dan Jawa Timur. Majelis Persidangan kongres dipimpin oleh Jeverson Petonengan dari DPP GAMKI, Ruben Isir dari DPD GAMKI Papua Barat, Tigor Doll Simarmata dari DPD GAMKI Sumut, Daniel Rajagukguk dari DPC GAMKI Tuban, dan Agus Tina Randu dari DPC GAMKI Kapuas Hulu.

Seusai penutupan Kongres, Willem dan Sahat sama-sama berharap terjadinya sinergitas antara pengurus di daerah dan pusat yang membuat segala program bisa berjalan dengan baik.

“Ada beberapa rekomendasi Kongres, dan persoalan nasional yang harus ditindaklanjuti antara lain amandemen AD/ART, konsolidasi organisasi dan Gereja, otonomi khusus Papua, dan bahaya virus radikalisme-terorisme yang saat ini mulai menyebar ke daerah-daerah di luar Jawa. DPP akan bekerja sebaik mungkin dan kami berharap dukungan dari semua kader sebagai kekuatan organisasi ke depan,” ujar Willem Wandik.

Wilem menyampaikan, GAMKI sebagai anak kandung Gereja selama tiga tahun ke depan akan memperkuat komunikasi dan kerjasama dengan ratusan Sinode di seluruh Indonesia.

“GAMKI sebagai OKP Kristen terbesar di Indonesia akan menjadi rumah bagi semua pemuda Kristen dari berbagai aliran Gereja. Keanggotaan dan kepengurusan GAMKI tidak dibatasi hanya dari aras Gereja PGI saja, melainkan juga dari PGPI, PGLII, Advent, Ortodoks, dan lainnya. Kami akan mengajak perwakilan pemuda dari setiap aras Gereja untuk dapat terlibat dalam kepengurusan GAMKI mulai dari tingkatan DPP, DPD, dan DPC,” ujar Willem.

Sekum terpilih Sahat MP Sinurat mengatakan, GAMKI sebagai OKP Kristen terbesar di Indonesia dengan ratusan DPC dan puluhan DPD memiliki tugas untuk menjaga keutuhan bangsa serta memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi semua umat.

“GAMKI tidak boleh terjebak dengan ego sektarian dan primordial. Sebagai angkatan Muda Kristen, GAMKI ke depannya akan konsisten menyampaikan suara kenabian, tidak hanya tentang suara dari umat Kristen, melainkan juga suara seluruh umat Indonesia yang memiliki latar belakang agama yang majemuk,” ujar Sahat..

Dia menyampaikan, di tengah perkembangan zaman yang sangat cepat, GAMKI harus juga berjalan cepat, bahkan melakukan lompatan-lompatan besar agar tidak tertinggal oleh pesatnya perkembangan zaman.

“GAMKI harus dapat membaca tanda-tanda zaman sehingga dapat memberikan warna bagi kemajuan peradaban Indonesia. Kami akan segera melakukan tugas formatur sehingga struktur DPP dapat segera terisi dan kepengurusan bisa segera berjalan. Kami akan mengajak para pemimpin muda Gereja untuk sama-sama terlibat di kepengurusan dan membangun gerakan ini,” ujarnya.

Ditemui secara terpisah, beberapa Ketua DPD dan DPC GAMKI mengungkapkan harapan mereka terhadap kepemimpinan baru di GAMKI.

Ketua DPD GAMKI Sulawesi Tengah, Tomson Tirolemba berharap konsolidasi yang telah terbangun sejak periode Ketua Umum Michael Wattimena untuk terus ditingkatkan dan selalu memerhatikan kebutuhan daerah.

Ketua DPD GAMKI Maluku Utara Risno Sadonda, yang juga anggota DPRD terpilih Provinsi Maluku Utara berharap GAMKI dapat terus maju dan lebih baik dari periode sebelumnya.

“Kami para pengurus di daerah mengharapkan Ketum dan Sekum terpilih dapat membawa organisasi ini maju melaju. Apalagi dengan komposisi Ketum dan Sekum terpilih saat ini yang mana Ketum telah berpengalaman dalam legislasi dan pelayanan publik. Sedangkan Sekretaris Umum merupakan mantan pimpinan Kelompok Cipayung dan diusulkan sebagai calon menteri milenial oleh beberapa Ketua Umum dari organisasi HMI, PMII, KAMMI, dan KNPI,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD GAMKI Jawa Tengah Yudhy VS memberikan catatan terkait pelaksanaan Kongres yang lalu, khususnya terkait ketidakhadiran Presiden Jokowi untuk membuka Kongres XI GAMKI, padahal sudah tertulis di dalam undangan yang dikirimkan kepada setiap delegasi DPD dan DPC.

“Kami datang ke Kongres dari berbagai daerah yang jauh salah satunya untuk dapat melihat langsung Presiden Jokowi yang kami hormati. Ternyata Presiden tidak hadir untuk membuka Kongres XI GAMKI dan Menteri KKP Susi Pudjiastuti juga batal hadir sebagai narasumber dalam sesi study meeting. Padahal GAMKI selama ini telah ikut berkontribusi secara nasional maupun daerah dan menjadi wadah berhimpun ratusan ribu bahkan jutaan pemuda Gereja. Saya rasa DPP GAMKI ke depan harus menyikapi serius tentang hal ini,” ujarnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) DKI Jakarta Jhon Roy P Siregar mengusulkan, DPP GAMKI ke depan, harus juga menjadi sebuah gerakan yang turun melakukan advokasi berbagai permasalahan bangsa Indonesia.

Menurut Siregar, salah satu wujud pergerakan angkatan muda zaman now adalah turun dan aktif mengadvokasi berbagai kebijakan dan kondisi, yang tidak berpihak kepada masyarakat.

“GAMKI hendaknya menjadi Gerakan Advokasi yang berguna bagi semua golongan, semua agama, dan seluruh masyarakat Indonesia. Roh gerakan hari ini adalah advokasi,” tutur Jhon Roy P Siregar.

Terakhir, Ketua DPC GAMKI Kabupaten Tapanuli Utara Rijon Manalu mengharapkan Ketua Umum dan Sekretaris Umum bisa membawa GAMKI berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan gereja.

“Kami harapkan Ketum dan Sekum dapat membantu terdistribusinya kader-kader potensial di berbagai bidang seperti dunia kerja, birokrasi, politik, bisnis, dan lainnya. Sehingga para pemimpin muda yang dibina oleh GAMKI dapat berkontribusi bagi masyarakat baik di daerah, maupun di tingkat nasional,” ujar Rijon.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*