Polisi Inisiasi Dialog, Eh Malah Direksi PT Jalantol Lingkarluar Jakarta Tolak Serikat Pekerja

Polisi Inisiasi Dialog, Eh Malah Direksi PT Jalantol Lingkarluar Jakarta Tolak Serikat Pekerja.
Polisi Inisiasi Dialog, Eh Malah Direksi PT Jalantol Lingkarluar Jakarta Tolak Serikat Pekerja.

Manajemen perusahaan pelat merah PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (PT JLJ) dianggap arogan dan menolak Serikat Pekerja, meskipun upaya dialog telah dilakukan dengan inisiasi dari pihak Kepolisian.

Sabda Pranawa Djati, Sekretaris Jenderal Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) selaku induk organisasi dari SKJLJ menyatakan sangat menyayangkan sikap penolakan dan arogansi yang dipertunjukkan oleh direksi PT JLJ itu.

“Kami menyayangkan sikap manajemen PT JLJ yang menolak dialog dengan perwakilan dari KSPI dan ASPEK Indonesia, terkait permasalahan hubungan industrial antara Serikat Karyawan PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (SK JLJ) dengan manajemen,” ujar Sabda Pranawa Djati, dalam keterangan persnya, Kamis (09/01/2020).

Disampaikan Sabda, dia dan Muhamad Rusdi selaku Ketua Harian Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pada Rabu pagi (08/01/2020) hadir di PT JLJ untuk mengapresiasi inisiatif mediasi yang dilakukan oleh Wakasat Intel Polres Kota Bekasi. Yang berupaya membangun dialog dan mempertemukan Direksi PT JLJ dengan KSPI dan ASPEK Indonesia.

Pertemuan itu hendak membahas penyelesaikan terkait kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang melanggar UU Ketenagakerjaan terhadap Serikat Karyawan PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (SK JLJ) Mirah Sumirat.

“Saya dan Bung Rusdi dari pagi tadi sudah hadir di sekretariat SK JLJ dan siap melakukan dialog. Namun ternyata, informasi dari Pak Muhadi, Wakasat Intel Polres Kota Bekasi, pihak Direksi PT JLJ menolak dialog dengan perwakilan ASPEK dan KSPI. Kami hadir dengan itikad baik karena prinsipnya kami terbuka untuk dialog dan menghormati upaya Pak Muhadi,” ungkapnya.

Ketua Harian Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhamad Rusdi menambahkan, permasalahan pelanggaran hukum ketenagakerjaan yang dilakukan oleh Direksi PT JLJ telah menjadi perhatian serius di KSPI.

“KSPI melihat upaya PHK terhadap Bu Mirah Sumirat karena adanya mismanagemen yang terjadi di lingkaran manajemen PT Jasa Marga dan PT JLJ,” ujar Rusdi.

Surat pemberitahuan aksi solidaritas untuk Mirah Sumirat juga telah dikirim oleh KSPI ke Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. KSPI dan ASPEK telah menunjukkan itikad baik dengan hadir pagi hari ke kantor secretariat SK JLJ.

“Kalau Direksi PT JLJ menolak dialog, bagi kami nggak masalah. Aksi solidaritas KSPI besok Kamis (09/01/2020) akan terus dilakukan dan akan ada aksi lanjutan KSPI tanggal 20 Januari 2020 di kantor pusat PT Jasa Marga,” tegas Rusdi.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan