Pimpinan OKP Aniaya Dan Pukuli Aktivis Mahasiswa, Sahat Martin Philip Sinurat Juga Sudah Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Pimpinan OKP Aniaya Dan Pukuli Aktivis Mahasiswa, Sahat Martin Philip Sinurat Juga Sudah Dilaporkan ke Bareskrim Polri. – Foto: Sahat Martin Philip Sinurat yang merupakan salah seorang pimpinan OKP, Sekretaris Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Sekum DPP GAMKI), mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Pemilik Rumah Millenial Indonesia (RMI), mantan Mahasiswa ITB bermasalah, mantan Caleg DPD RI Dapil Riau. (Net)
Pimpinan OKP Aniaya Dan Pukuli Aktivis Mahasiswa, Sahat Martin Philip Sinurat Juga Sudah Dilaporkan ke Bareskrim Polri. – Foto: Sahat Martin Philip Sinurat yang merupakan salah seorang pimpinan OKP, Sekretaris Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Sekum DPP GAMKI), mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Pemilik Rumah Millenial Indonesia (RMI), mantan Mahasiswa ITB bermasalah, mantan Caleg DPD RI Dapil Riau. (Net)

Aparat Kepolisian di Bareskrim Polri diminta mengusut tuntas laporan penganiayaan dan pengeroyokan kepada sejumlah aktivis yang dilakukan Sahat Martin Philip Sinurat dan kawan-kawannya.

Wira Leonardi Sinaga, salah seorang korban yang melaporkan penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan Sahat Martin Philip Sinurat ke Bareskrim Polri, mengungkapkan, mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) Sahat Martin Philip Sinurat dan kawan-kawannya harus diproses secara hukum.

“Yang kami alami dan kami laporkan waktu itu adalah penganiayaan dan pengeroyokan serta tindak pidana kekerasan yang dilakukan Sahat Martin Philip Sinurat dan kawan-kawannya. Kami melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri waktu itu. Dan kasus ini masih berjalan. Polisi harus segera mengungkap dan mengusut laporan kami,” ungkap Wira Leonardi Sinaga, di Jakarta, Jumat (31/07/2020).

Lebih lanjut, Wira Leonardi yang juga mantan Sekretaris Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Jakarta (Sekcab GMKI Jakarta) ini menyampaikan, Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo jangan malah melindungi aktivis Ormas Kepemudaan seperti Sahat Martin Philip Sinurat dan kawan-kawannya.

“Harusnya Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo segera memerintahkan anak buahnya di Bareskrim menangkap dan memroses Sahat Martin Philip Sinurat dan kawan-kawannya pelaku penganiayaan, pemukulan dan pengeroyokan kepada kami,” ujarnya.

Menurut Wira Leonardi, sekarang ini, Sahat Martin Philip Sinurat menjadi Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI), dan juga sebagai owner sebuah lembaga bentukan Rumah Millenial Indonesia (RMKI). Dalam aktivitas keorganisasiannya kini, menurut Wira Leonardi, Sahat Martin Philip Sinurat dan kawan-kawannya seperti Agung Tamtam Sanjaya Butar-butar dan Carlos Wawo sering membawa-bawa nama kedekatan dengan Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

“Mungkin Pak Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo belum tahu siapa Sahat Martin Philip Sinurat dan kawan-kawannya. Maka ini kita sampaikan, bahwa kami adalah korban penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan Sahat Martin Philip Sinurat dan kawan-kawannya, sewaktu kami masih aktif sebagai aktivis GMKI Jakarta dalam proses Kongres 36 GMKI,” beber Wira Leonardi.

Karena itu, dia meminta Kabreskrim Polri dan jajarannya segera menangkap dan memroses Sahat Martin Philip Sinurat dan kawan-kawannya yang sudah sering melakukan pelanggaran hukum, dan dugaan tindak pidana itu.

Wira Leonardi mengungkapkan, Sahat Martin Philip Sinurat yang pernah maju sebagai Calon Senator atau Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Daerah Pemilihan Riau (Dapil Riau) itu telah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri pada Jumat, 12 Oktober 2018 lalu.

Sahat Martin Philip Sinurat dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri, atas dugaan penganiayaan berat terhadap sejumlah mahasiswa yang menjadi peserta Kongres Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ke 36 di Green Forest Hotel, Batutulis, Bogor, pada 19 September 2018 lalu.

Pelaporan ke Bareskrim Mabes Polri dilakukan oleh korban penganiayaan Wira Leonardi, Charles Hutahaean dan Jepri Johannes Pangaribuan, pada Jumat (12/10/2018).

Pimpinan OKP Aniaya Dan Pukuli Aktivis Mahasiswa, Sahat Martin Pilip Sinurat Juga Sudah Dilaporkan ke Bareskrim Polri. – Foto: Sahat Martin Philip Sinurat yang merupakan salah seorang pimpinan OKP, Sekretaris Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Sekum DPP GAMKI), mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Pemilik Rumah Millenial Indonesia (RMI), mantan Mahasiswa ITB bermasalah, mantan Caleg DPD RI Dpil Riau. (Net)
Pimpinan OKP Aniaya Dan Pukuli Aktivis Mahasiswa, Sahat Martin Philip Sinurat Juga Sudah Dilaporkan ke Bareskrim Polri. – Foto: Sahat Martin Philip Sinurat yang merupakan salah seorang pimpinan OKP, Sekretaris Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Sekum DPP GAMKI), mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Pemilik Rumah Millenial Indonesia (RMI), mantan Mahasiswa ITB bermasalah, mantan Caleg DPD RI Dapil Riau. (Net)

Selain melaporkan Sahat Martin Philip Sinurat, mereka juga melaporkan tujuh pihak lainnya yang terlibat penganiayaan itu.

“Ada delapan pihak yang kami laporkan. Sahat Martin Philip Sinurat, Pihak Hotel Green Forest Bogor, dan enam pihak lainnya,” tutur Wira.

Wira bersama sejumlah rekannya mahasiswa yang menjadi peserta Kongres 36 GMKI di Green Forest Hotel, Batutulis, Bogor, tidak terima dengan aksi massa dan penganiayaan yang dialami.

Dijelaskan Wira, meski sudah mencoba menahan diri dan membangun komunikasi secara organisatoris, namun pihak-pihak yang dilaporkannya itu tidak menggubris.

“Akhirnya kami mengambil langkah hukum saja. Biarkan proses hukum yang fair berjalan untuk laporan ini,” ujar Wira.

Sementara itu, Charles Hutahaean, yang juga menjadi korban penganiayaan, meminta aparat kepolisian segera memroses laporan itu.  “Saya berharap, penyidik segera memanggil dan menahan mereka,” ujar Charles.

Charles Hutahaean yang berprofesi sebagai Advokat itu, pada Kongres 36 GMKI itu mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Ketua Umum PP GMKI. Sebagai peserta dalam kongres mahasiswa itu, Charles dkk malah diusir dan dipukuli, dengan cara aksi massa dan penganiayaan oleh pihak-pihak yang terlibat di Kongres itu.

Lebih lanjut, Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Edukasi dan Advokasi Masyarakat Indonesia (LBH Lekasia) ini menyatakan, pihak Green Forest Hotel, Batutulis, Bogor, juga dilaporkan, lantaran pihak hotel tidak menjaga keamanan dan membiarkan kerusuhan chaos itu terjadi.

“Padahal, saya sudah meminta pihak hotel waktu itu agar keamanan dan tindakan melanggar hukum dihentikan. Namun tidak digubris. Ada saksinya tuh dari pihak Polsek Batutulis dan Koramil atau Kodim setempat,” ungkap Charles.

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) Sahat MP Sinurat, yang juga Caleg DPD RI Nomor 43 dari Provinsi Riau dan Ketua Pelaksana Panitia Kongres 36 GMKI dan kawan-kawannya dilaporkan ke polisi.

Pelaporan itu dilakukan lantaran melakukan dugaan penganiayaan berat terhadap sejumlah peserta kongres, pada Kongres 36 GMKI, di Green Forest Hotel, Batutulis, Jawa Barat.

“Saya dan teman-teman saya dipukuli, hingga luka-luka. Dikejar-kejar oleh massa bayaran yang beringas, sebagian dari mereka adalah massa yang sudah mabok, karena berbau minuman keras. Semua lokasi kongres di-sweeping oleh sebagian peserta dan massa yang tak dikenal untuk menghabisi kami,” tutur Charles.

Akibat kerusuhan serta aksi massa dan tawuran yang terjadi di lokasi kongres, tidak kurang dari enam orang anggota GMKI Jakarta yang merupakan peserta kongres mengalami luka serius harus dilarikan ke rumah sakit.

Mereka yang menjadi korban adalah Charles Hutahaean, Michael Nababan, Jepri Johannes Pangaribuan, Wira Leonardi Sinaga, Bangun Tri Anugrah Sitorus dan Kristofel Manurung.

Menurut Charles Hutaen, laporan mereka adalah adanya dugaan penganiayaan berat. “Dengan ancaman hukuman 5 tahun ke atas,” ujarnya.

Saat ini, Sahat Martin Philip Sinurat menjadi Sekum DPP GAMKI dan Pendiri Rumah Millenial Indonesia (RMI). “Masa pimpinan Ormas seperti dia menganiaya anggotanya?” ujar Charles.

Pimpinan OKP Aniaya Dan Pukuli Aktivis Mahasiswa, Sahat Martin Pilip Sinurat Juga Sudah Dilaporkan ke Bareskrim Polri. – Foto: Sahat Martin Philip Sinurat yang merupakan salah seorang pimpinan OKP, Sekretaris Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Sekum DPP GAMKI), mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Pemilik Rumah Millenial Indonesia (RMI), mantan Mahasiswa ITB bermasalah, mantan Caleg DPD RI Dpil Riau. (Net)
Pimpinan OKP Aniaya Dan Pukuli Aktivis Mahasiswa, Sahat Martin Philip Sinurat Juga Sudah Dilaporkan ke Bareskrim Polri. – Foto: Sahat Martin Philip Sinurat yang merupakan salah seorang pimpinan OKP, Sekretaris Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Sekum DPP GAMKI), mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Pemilik Rumah Millenial Indonesia (RMI), mantan Mahasiswa ITB bermasalah, mantan Caleg DPD RI Dapil Riau. (Net)

Sebelumnya, Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Jakarta (Kecab GMKI Jakarta) Gorga Donny Manurung menyampaikan, Sahat Martin Philip Sinurat yang saat ini menjadi Sekum DPP GAMKI dan Rumah Millenial Indonesia (RMI) tercatat pernah terlibat pada kasus terbunuhnya mahasiswa jurusan Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB) Dwiyanto Wisnugroho.

Peristiwa itu terjadi, Sahat Martin Philip Sinurat yang diketahui pernah kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Geodesi.

Pada 8 Februari 2009, saat menggelar Orientasi Proses Penerimaan Anggota Baru (PPAB) mahasiswa ITB,  Sahat Martin Philip Sinurat bersama kawannya dilaporkan melakukan kegiatan ilegal yang menyebabkan Mahasiswa Jurusan Geodesi ITB bernama Dwiyanto Wisnugroho tewas terbunuh.

Sahat Martin Philip Sinurat yang juga mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Bandung, Jawa Barat itu sudah terindikasi melakukan sepak terjang yang melanggar hukum, dengan melakukan tindak pidana, yang harus segera diusut tuntas.

“Kalau di internal kita, kita bilang dia itu perampok dan pembunuh. Namun selama ini didiamkan. Dia dan kelompok kecilnya, sering berulah, bermain proyek bermasalah, dan juga diketahui menjadi salah seorang pembunuh terhadap mahasiswa jurusan Geodesi di ITB saat melakukan ospek pada Februari 2009 silam,” ungkap Ketua Cabang GMKI Jakarta, Gorga Donny Manurung.

Lebih lanjut, Donny yang aktif dalam pergerakan mahasiswa di Jakarta Raya ini mengatakan, banyak gerakan mahasiswa yang kritis terbungkam oleh ulah Sahat Martin Philip Sinurat dan kawan-kawannya. Bahkan, untuk mengkritisi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang sangat menyengsarakan mahasiswa seluruh Indonesia, diduga dihalang-halangi oleh Sahat Martin Philip Sinurat dan kawan-kawannya.

“Dia sering mengklaim dirinya dekat dengan ‘istana’, dekat dengan Kabareskrim Mabes Polri, dekat dengan Menteri Sosial Juliari P Batubara, dan sejumlah petinggi. Nah, ini yang sering dimanfaatkan dia dan kawan-kawannya untuk menjegal para aktivis dalam bersikap kritis,” beber Gorga Donny Manurung.

Lebih jauh lagi, Donny mengungkapkan, saat menjadi Ketua Umum PP GMKI pada periode lalu, Sahat Martin Philip Sinurat mengobok-obok organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta (GMKI Jakarta), khususnya saat menjelang Kongres GMKI Ke 36 di Jakarta.

Pada waktu itu, dituturkan Gorga Donny, GMKI Cabang Jakarta adalah Tuan Rumah pelaksanaan Kongres 36 GMKI, hal itu sudah ditetapkan pada Kongres 35 GMKI di Tarutung, Sumatera Utara.

Nah, sejak saat itu, sepak terjang Sahat Martin Philip Sinurat ini kian menjadi-jadi. Kongres 36 GMKI malah diintervensi dan melakukan kepanitiaan yang double-double. Tujuannya, untuk mencari uang bagi dirinya dan kelompok kecilnya.

“Masa ada 3 Surat Keputusan Kepanitiaan? Organisasi macam apa itu? Dan Kongres GMKI 36 digeser ke Bogor, padahal Tuan Rumahnya adalah GMKI Jakarta. Banyak persoalan lanjutan pasca Kongres 36 GMKI itu yang diakibatkannya. Dan itu akan kami usut tuntas,” tuturnya.

Oleh karena itu, ditegaskan Donny, pihaknya sedang menyusun sejumlah bukti dan fakta, terkait pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Sahat Martin Philip Sinurat dan kawan-kawannya.

“Karena itu, kami akan melaporkan dan menggugatnya, termasuk meminta diusut tuntas kembali pembunuhan mahasiswa jurusan Geodesi ITB bernama Dwiyanto Wisnugroho, yang disebut dilakukan Sahat Martin Philip Sinurat dan kawan-kawannya waktu itu,” tandas Gorga Donny Manurung.

Pimpinan OKP Aniaya Dan Pukuli Aktivis Mahasiswa, Sahat Martin Pilip Sinurat Juga Sudah Dilaporkan ke Bareskrim Polri. – Foto: Sahat Martin Philip Sinurat yang merupakan salah seorang pimpinan OKP, Sekretaris Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Sekum DPP GAMKI), mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Pemilik Rumah Millenial Indonesia (RMI), mantan Mahasiswa ITB bermasalah, mantan Caleg DPD RI Dpil Riau. (Net)
Pimpinan OKP Aniaya Dan Pukuli Aktivis Mahasiswa, Sahat Martin Philip Sinurat Juga Sudah Dilaporkan ke Bareskrim Polri. – Foto: Sahat Martin Philip Sinurat yang merupakan salah seorang pimpinan OKP, Sekretaris Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Sekum DPP GAMKI), mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Pemilik Rumah Millenial Indonesia (RMI), mantan Mahasiswa ITB bermasalah, mantan Caleg DPD RI Dapil Riau. (Net)

Terkait tewasnya mahasiswa Geodesi ITB Dwiyanto Wisnugroho, juga santer diberitakan. Salah satunya bisa diakses pada link berita https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-1102762/tak-jadi-di-drop-out-mahasiswa-geodesi-itb-hanya-diskorsing, https://www.liputan6.com/news/read/172644/mahasiswa-itb-meninggal-saat-ospek, https://news.detik.com/berita/d-1081629/-mahasiswa-itb-tewas-saat-ikuti-ospek, https://www.jpnn.com/news/dikti-tak-tanggung-jawab-soal-opspek-itb, https://www.solopos.com/buntut-meninggalnya-mahasiswa-itb-bentuk-tim-penyelidik-128936, https://www.viva.co.id/arsip/33369-kampus-rekomendasi-3-mahasiswa-geodesi-di-do, https://nasional.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/09/02/17/31859-keluarga-korban-ospek-itb-tetap-tolak-otopsi, https://inilah.com/news/82396/mahasiswa-itb-dwi-tewas-saat-ospek, http://www.cuplik.com/read/4753/Mahasiswa-ITB-Tewas-Saat-Mengikuti-Ospek, https://nasional.kompas.com/read/2009/02/09/10423666/pulang.ospek.mahasiswa.itb.tewas, https://dhimaskasep.wordpress.com/2009/02/09/meninggalnya-mahasiswa-itb-saat-ospek-tantangan-bagi-km-itb-ke-depan/comment-page-1/, https://anggitsaputradwipramana.wordpress.com/2009/02/10/musibah-dalam-kaderisasi-ikatan-mahasiswa-geodesi-itb-sebuah-refleksi/, https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-1102762/tak-jadi-di-drop-out-mahasiswa-geodesi-itb-hanya-diskorsing, https://www.viva.co.id/berita/nasional/42575-itb-skorsing-11-mahasiswa-panitia-orientasi, https://sinarkeadilan.com/selain-dugaan-lakukan-serangkaian-tindak-pidana-korupsi-salah-seorang-pimpinan-ormas-kepemudaan-juga-pernah-ikut-membunuh-mahasiswa-ospek-itb/.

Pada waktu itu, sempat dikabarkan akan di-DO (Drop Out) karena kasus kematian Dwiyanto Wisnugroho, tiga panitia inti penerimaan mahasiswa baru Ikatan Mahasiswa Geodesi (IMG) ITB ternyata hanya dikenai sanksi skorsing empat semester. Sementara panitia lainnya dikenai skorsing beragam, mulai dari tiga semester hingga hanya pengurangan SKS.

Tiga mahasiswa yang jadi panitia inti itu adalah Ketua IMG Gunawan Raditya, Ketua Panitia orienrasi I Putu Tria Dharma, Korlap Orientasi Zahril Affendi. Ketiganya dikenai skorsing empat semester. Mereka adalah angkatan 2005.

Hal itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Widyo Nugroho S di ruang Annex Gedung Rektorat ITB, Jalan Taman sari, Jumat (20/3/2009). Menurutnya selain tiga mahasiswa itu, ada 9 panitia inti lainnya yang juga dikenai sanksi skorsing. “Jadi ada 11 mahasiswa yang diberikan sanksi,” ujarnya.

Dua orang mahasiswa dikenai skorsing tiga semester, yaitu Kepala Divisi Kaderisasi Aditya Yudha dan Wakil Kepala Himpunan Bidang Internal Ernis Lukman, yang keduanya angkatan 2005.

Sementara Ketua Acara Deril Awinda (Ang 2005) dan Ketua Materi Nurul Firda (Ang 2006) diganjar hukuman skorsing dua semester.

Sedangkan empat panitia lainnya yang merupakan asisten korlap diberikan hukuman skorsing 1 semester. Mereka adalah Jananuragadi W (Ang 2005), Ikhsan Nurul (2006), Bahtera Aji Wibowo (2005), dan Sahat Martin Philip (2006).

“Selain 11 mahasiswa tadi, dua orang mahasiswa lainnya Jon Mahmudy dan Dias Fahmi Fajri dikurangi 15 SKS. Karena Dias harusnya sidang tahun ini, jadi dia tak boleh ikut siding,” kata Widyo.

Tak hanya panitia inti, 93 anggota panitia aktif lainnya pun diganjar hukuman penguranan SKS sebanyak 10. Hal yang sama juga diperoleh oleh 83 peserta orientasi. Mereka pun diganjar hukuman pengurangan 10 SKS.

Ketua Komisi Penegakan Norma dan Kemahasiswaan Nanang T Puspito menyatakan keputusan ini dilakukan setelah enam kali persidangan.

“Mereka sudah melakukan secara sengaja dan telah merencanakan kegiatan tersebut. Apa yang mereka lakukan hasil rapat anggota bersama, makanya semua kena sanksi,” jelasnya.

Mahasiswa Geodesi Dwiyanto Wisnugroho meninggal saat mengikuti orientasi Proses Penerimaan Anggota Baru (PPAB) di Lembang pada 7-8 Februari 2009. Belum diketahui penyebab kematian Dwiyanto karena keluarga menolak untuk diotopsi waktu itu.

Sementara, saat dikonfirmasi mengenai persoalan ini, Sahat Martin Philip Sinurat bergeming. Saat berita ini ditayangkan, Sahat Martin Philip Sinurat tidak merespon pesan dan telepon wartawan ke nomornya.(Nando)

 

1 Trackback / Pingback

  1. Akui Terlibat Dalam Kegiatan Ilegal Berujung Terbunuhnya Mahasiswa ITB, Relawan Rumah Millenial Indonesia Sahat Martin Philip Sinurat Juga Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

Tinggalkan Balasan