Breaking News

Pilpres Telah Usai Pun Masih Saja Berisik, Woi..Rakyat Kecil Butuh Ruang Tenang Untuk Cari Makan

Pilpres Telah Usai Pun Masih Saja Berisik, Woi..Rakyat Kecil Butuh Ruang Tenang Untuk Cari Makan.

Hari pencoblosan Pemilu 2019 sudah selesai digelar, namun pro kontra atau keberisikan maupun keributan-keributan menjengkelkan masih diteruskan oleh kubu dua pasangan capres dan para pendukungnya.

Rakyat Kecil dan para pelaku usaha kecil merasa terusik dan menjadi tidak tenang dalam melanjutkan aktivitas dan keberlanjutan hidupnya memutar roda perekonomiannya, cari makan.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun Atmo menyampaikan, para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan rakyat kecil lainnya, beserta pelaku usaha kecil di Tanah Air juga telah turut memberikan suaranya dalam Pilpres 2019 kemarin.

Pasca pencoblosan itu, rakyat kecil membutuhkan ruang tenang untuk mencari makan. Keributan dan pro kontra akibat hitung cepat perolehan suara tidak perlu dikembangkan.

“Kami pelaku ekonomi rakyat kecil, petani, nelayan, pedagang, buruh, ojek, becak, sopir, TKI, pengrajin, home industri, seniman, pemulung, pekerja Rumah Tangga, dan lainnya harus tetap berjualan dan bekerja. Kami butuh ruang tenang untuk cari makan,” tutur Ali Mahsun, dalam keterangan persnya, Kamis (18/04/2019).

Keberisikan massif dalam rangka pembentukan opini, menurut Ali, tidak perlu lagi dilakukan oleh kedua kubu pasangan capres dan para pendukungnya. Sebab, lanjutnya, keberisikan seperti itu hanya akan menimbulkan ketegangan baru di masyarakat.

“Lagi pula itu tidak ada gunanya bagi kehidupan yang lebih baik bagi rakyat kecil seperti kami. Tidak juga berguna keberisikan itu untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik,” tuturnya.

Permainan para elit politik dengan segala perangkatnya yang masih berupaya menimbulkan kisruh di tengah-tengah wacana masyarakat, menurut Ali lagi, harus dihentikan.

Ingat, kata dia, tidak ada Presiden dan Wakil Presiden tanpa adanya rakyat, bumi atau wilayah negara dan perjalanan panjang bangsa Indonesia.

Kewenangan mereka pun, kata dia lagi, diatur dalam tata peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia, serta dibatasi oleh Hukum Sang Maha Agung Tuhan YME, yang tidak dapat dibohongi dan tidak dapat disiasati sebagaimana termaktub dalam Pancasila dan Konstitusi UUD 1945.

“Mendapatkan amanah menjadi Presiden dan Wapres itu bukan untuk diri sendiri dan atau golongan tertentu, melainkan untuk seluruh rakyat dan bangsa, tanah air dan dan negara Indonesia,” ujarnya.

Ali mengatakan, dinamika pasca pencoblosan kembali menukik sangat tajam, tatkala ada dua versi penghitungan hasil Pilpres di luar tahapan penghitungan KPU. Masyarakat pun kembali seperti hendak dipecah belah dengan permainan isu itu.

“Terhadap realitas tersebut, semua pihak seyogyanya bersikap arif dan bijaksana, menyejukkan dan damai, serta menahan diri hingga tahapan Pilpres diselesikan dan diumumkan KPU nantinya. Adalah sikap ksatria, arif dan bijaksana, kedua menyiapkan diri untuk melakukan gugatan sengketa Pilpres ke MK jika nantinya merasa dirugikan atau dicurangi,” tutur Ali.

Oleh karena itu, Ali yang disebut sebagai Presiden Poros rakyat Kecil (PKR Indonesia), meminta kedua kubu untuk bertemu dan memberikan ruang ketenangan bagi rakyat dan bangsa Indonesia untuk mencari makan.

“Rakyat ini tetap butuh ketenangan mengail rezeki, tetap bersatu, rukun dan damai, serta sabar menunggu hasil penghitungan manual Pilpres yang akan diumumkan KPU,” ujarnya.

Setiap kubu pasangan calon dan para pendukungnya, lanjut Ali lagi, seyogyanya hanya mengeluarkan pernyataan yang menyejukkan, serta membangun persaudaraan, perdamaian, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Hendaknya juga, semua pihak, khususnya para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, akademisi, intelektual, cendekiawan, pengamat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama membangun iklim yang kondusif, aman dan damai di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Kami rakyat kecil berharap agar, TNI, Polri dan BIN tetap bersikap netral dan bekerja hanya untuk mengabdi kepada kepentingan rakyat, bangsa, dan negara Indonesia,” ujar Ali.

Ali menyerukan agar segenap rakyat dan bangsa Indonesia tetap bersatu dan membangun kebersamaan, persaudaraan dan perdamaian, serta tetap berjualan dan bekerja guna menafkahi keluarga, menyekolahkan anak-anak generasi penerus bangsa, dan memutar roda perekonomian rakyat dan perekonomian nasional.

“Kepada para pelaku ekonomi rakyat kecil, petani, nelayan, pedagang, buruh, ojek, becak, sopir, TKI, pengrajin, home industry, seniman, pemulung, pekerja RT, dan lainnya harus tetap berjualan dan bekerja, serta tidak boleh terprovokasi propaganda apapun,” tuturnya.

Kepada mahasiswa dan pemuda di seluruh Indonesia, Ali menyerukan untuk mendampingi dan bersama rakyat ciptakan iklim kesejukan dan kedamaian di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Siapapun yang terpilih sebagai Presiden dan Wapres adalah kemenangan rakyat dan bangsa Indonesia, bukan kemenangan diri sendiri atau pribadi dan golongan tertentu. Siapapun Pendukung Paslon 01 dan 02 adalah rakyat dan bangsa Indonesia yang harus disejahterakan dan dimakmurkan secara berkeadilan oleh Presiden dan Wapres,” tutupnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*