Pilihan Jokowi Oke, Nelayan Beri Dukungan Full Ke Menteri BUMN Erick Thohir

Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) Siswaryudi Heru: Pilihan Jokowi Oke, Nelayan Beri Dukungan Full Ke Menteri BUMN Erick Thohir.
Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) Siswaryudi Heru: Pilihan Jokowi Oke, Nelayan Beri Dukungan Full Ke Menteri BUMN Erick Thohir.

Nelayan Indonesia menyebut, sejumlah menteri pilihan Jokowi sudah oke bagi mereka. Terutama Menteri BUMN Erick Thohir.

Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) Siswaryudi Heru mengatakan, bagi kepentingan Nelayan, pengelolaan BUMN sektor Kelautan dan Perikanan, sangat dibutuhkan.

“Karena itu, kita menilai sosok Erick Thohir yang kini sebagai Menteri BUMN, sangat pas, cocok dan oke untuk mengembangkan BUMN, terutama di sektor kelautan dan perikanan,” tutur Siswaryudi Heru, di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Siswaryudi Heru yang juga Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) itu menyampaikan, sosok Erick Thohir dianggap mampu melakukan perubahan yang kian baik di berbagai sektor BUMN.

Lagi pula, lanjutnya, Erick Thohir menyatakan siap mundur dari Kabinet jika gagal melaksanakan tugasnya.

Wakil Ketua Komite Tetap (Wakomtap) Hubungan Antar Lembaga Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) ini menambahkan, sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi yang sangat besaar. Sehingga, tidak perlu khawatir akan menghabiskan APBN. Sebab, justru akan membawa devisa yang sangat besar bagi Negara Indonesia.

“Pastinya akan untung. Tidak usah khawatir merugi. Sebab jika dikelola dengan baik, pasti tidak akan merugi. Kita yakin, Pak Erick Thohir juga bisa mewujudkan itu,” ujar Siswaryudi Heru.

Menteri BUMN Erick Thohir berjanji akan bekerja keras untuk memenuhi target yang telah ditentukan. Salah satunya menaikkan kelas perusahaan-perusahaan BUMN.

Erick mengatakan jika dalam 100 hari tak mencapai target yang ditetapkan, maka ia siap untuk dicopot dari jabatan menteri.

“Saya punya KPI yang harus dicapai selama tiga bulan dan statement ini juga disampaikan beliau bahwa semua menteri harus dicopot. Dan saya sangat siap dicopot,” tutur Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Selain menaikkan kelas, Mantan Presiden Klub Sepak Bola Inter Milan itu juga bakal membawa perusahaan-perusahaan BUMN jadi pemain global.

“Saya juga berharap tentu kita membangun ekosistem yang sehat BUMN-BUMN dimana tidak lain tadi untuk kolaborasi yang seperti tadi ibu sampaikan atau Pak Presiden sampaikan hari ini kita tidak hanya bisa jago kandang tapi juga jadi pemain global,” jelasnya.

Erick Thohir juga menegaskan, dirinya akan melakukan bersih-bersih BUMN. Bersih-bersih itu sangat perlu untuk membuat tata kelola BUMN semakin baik.

“Sudah waktunya saya juga bersih-bersih. Hal ini penting, karena saya tidak mau good corporate governance di BUMN hanya sebuah lips service, sudah banyak sekali hal-hal yang sudah terjadi yang saya rasa kurang baik buat citra BUMN,” jelasnya.

Erick akan melakukan evaluasi terhadap semua kinerja perusahaan BUMN. “Pasti sudah seyogyanya saya baru disini pasti saya evaluasi total, baik mengenai kinerja, managemen, tanpa ada prasangka-prasangka. Jadi engga bisa mengevaluasi itu karena ada sesuatu nggak lah, kita mau profesional, mau bikin iklim yang baik dan sehatlah,” ucapnya.

Untuk itu, Erick juga menyatakan, dirinya mengajukan tiga Wakil Menteri BUMN untuk membantunya di Kementerian itu.

Presiden Jokowi mengungkapkan, formasi wakil menteri (wamen) di Kabinet Indonesia Maju sudah rampung. Seperti halnya jabatan menteri, posisi wamen akan diisi kalangan politikus dan profesional.

“Mengenai wamen jadi, sebetulnya sudah selesai. Ada yang dari partai ada juga yang dari profesional. Yang kita harapkan betul-betul membantu menterinya,” ungkap Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019).

Jokowi memaparkan, ada kementerian yang membutuhkan wamen lebih dari satu. Sebab, yang harus diawasi dan dikontrol cukup banyak. Dia mencontohkan, Kementerian BUMN yang kini dipimpin Erick Thohir. Menurutnya, butuh tiga Wamen untuk membantu Erick.

“Itu diperlukan. Kita tahu jumlah BUMN ada 140-an. Mengelola perusahaan sebanyak itu, perlu pengawasan, perlu dikontrol, perlu cek. Kalau itu diperlukan, ya nggak apa-apa,” tutur Presiden Jokowi.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan