Breaking News

Petugas PPSU Kebersihan Naufal Rosyid Meninggal Ditabrak Lari Saat Menyapu Jalanan, BPJS Ketenagakerjaan Bersama Gubernur DKI Serahkan Santunan JKK Kepada Ahli Waris

Petugas PPSU Kebersihan Naufal Rosyid Meninggal Ditabrak Lari Saat Menyapu Jalanan, BPJS Ketenagakerjaan Bersama Gubernur DKI Serahkan Santunan JKK Kepada Ahli Waris.

BPJS Ketenagakerjaan telah menyerahkan santunan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada ahli waris Petugas Kebersihan dari Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Naufal Rosyid, yang menghembuskan nafas terakhirnya akibat kecelakaan fatal yang menimpa dirinya saat sedang bertugas membersihkan jalanan pada Selasa pagi (26/3/2019) yang lalu.

Naufal merupakan salah satu anggota PPSU Kelurahan Susukan Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang sehari-harinya bertugas menyapu jalan di Kawasan Jalan Layang Pasar Rebo. Naufal adalah korban tabrak lari oleh orang yang tidak dikenal. Tubuhnya ditemukan oleh rekan kerjanya dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan masih berseragam lengkap dan menggenggam sapunya.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat oleh rekan PPSU lainnya, yang kemudian dirujuk ke RSUD Pasar Minggu, dan dirawat selama 5 hari hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu 30 Maret 2019.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif mengatakan kejadian yang dialami oleh Naufal tersebut merupakan kejadian kecelakaan kerja. Oleh karena itu, ahli warisnya berhak menerima santunan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja yang merupakan manfaat dari program JKK senilai 48 kali upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami telah menyerahkan secara simbolis di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta. Santunan JKK kepada Ibunda dari Naufal, Ely Hamaliah, selaku ahli waris yang sah. Semoga apa yang terjadi tidak lantas membuat keluarga yang ditinggalkan mengalami kesulitan sosial ekonomi dan semoga santunan yang diterima dapat meringankan duka yang dialami keluarga,” ujar Krishna, dalam keterangan persnya, Rabu (03/04/2019).

Dengan disaksikan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, Ely Hamaliah menerima santunan secara simbolis dari Krishna Syarif.

“Ini merupakan wujud kepedulian pemberi kerja, dalam hal ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam memberikan perlindungan kepada pekerja PPSU. Mereka memiliki risiko kerja yang cukup tinggi jika dilihat dari kondisi kerja di lapanganm” ujar Krishna.

Dia menambahkan, selain dalam bentuk santunan, perawatan Almarhum Naufal selama di RSUD Pasar Minggu juga ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan karena masuk ke dalam manfaat dari program JKK, yaitu perawatan tanpa batasan biaya bagi peserta.

Menurut Krishna, komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov)  DKI Jakarta dalam memberikan perlindungan jaminan sosial, khususnya non-ASN, patut diapresiasi.

Pasalnya terhitung hingga periode Februari 2019, Pemprov DKI Jakarta tercatat telah mendaftarkan 18.322 PPSU dan 53.116 Tenaga Kerja PHL (Pekerja Harian Lepas) untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan dalam program JKK dan JKm (Jaminan kematian).

Di samping itu pelaporan data upah yang disampaikan oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai pemberi kerja juga sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang diterima oleh Almarhum.

“Selama periode Desember 2018 saja, tercatat kami telah menyalurkan 61 santunan untuk program JKm dan 42 manfaat JKK kepada peserta PPSU dan PHL Pemprov DKI Jakarta dengan total klaim sebesar Rp5,5 Milyar. Ini sudah menjadi komitmen kami sebagai penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh pekerja, tidak terkecuali pekerja non-ASN seperti PPSU dan PHL,” jelas Krishna.

Dia berharap, kiranya kejadian yang menimpa Naufal dapat dipetik hikmahnya dan menjadikan siapapun pekerja agar lebih waspada dan berhati-hati saat melaksanakan tugas, dan kepada pemberi kerja agar memperhatikan kepastian perlindungan jaminan sosial para pekerjanya melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan, Pemprov DKI masih berduka sepeninggal Novel atas musibah kecelakaan yang dialami keluarga Naufal.

“Di samping saya, Bu Ely hadir bersama BPJS Ketenagakerjaan yang didampingi Direktur Pelayanan menyerahkan santunan yang menjadi hak dari almarhum Naufal kepada ibunya sebesar Rp. 196 Juta sebagai manfaat dari Jaminan Kecelakaan Kerja dari BPJS Ketenagakerjaan atau senilai 48 kali gaji Naufal,” tutur Anies Baswedan.

Gubernur DKI Jakarta juga menyampaikan, santunan sebesar apapun jumlahnya tak akan bisa menggantikan Naufal, tapi ini meringankan beban dan saya menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan merespon cepat baik pemberian santunan maupun selama perawatan yang dicover 100%.

“Karena itu saya mengajak pada semua, seperti di DKI Jakarta, semua pegawai lepas kita terlindungi BPJS Ketenagakerjaan sehingga apabila mengalami kecelakaan pada saat bekerja sudah ada yang menanggung segala resikonya dan merekapun dapat bekerja dengan tenang,” terang Anies.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*