Pesantren & Kelompok Cipayung Plus Banten Deklarasi Kebulatan Tekad NKRI

Hari Lahir Pancasila Momen Pertebal Rasa Persaudaraan, Pesantren & Kelompok Cipayung Plus Banten Deklarasi Kebulatan Tekad NKRI.

Dalam momentum Hari Lahir Pancasila, ratusan tokoh pesantren dan Kelompok Cipayung Plus bersama Organisasi Kepemudaan (OKP) dan jajaran Muspida Provinsi Banten bersepakat mempertebal persaudaraan sesama anak bangsa dengan menggelar Deklarasi Damai Jaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Deklarasi yang digelar di Alun-alun Kota Serang, pada Jumat (01/06/2018) itu diikuti seribuan peserta, yang terdiri dari 565 peserta dari Kelompok Cipayung Plus, OKP dan Pesantren, dan sisanya masyarakat sekitar.

Koordinator Pelaksana Deklarasi Damai dari Banten untuk Indonesia, Richard Fernando menyampaikan, memudarnya semangat persaudaraan dalam koridor Pancasila dan NKRI adalah bukti Indonesia kian tidak peduli dengan sesama.

“Kami Kelompok Cipayung Plus bersama OKP se-Banten, para Tokoh Agama, Pesantren,  Pejabat Pemerintah, Kepolisian, Militer dan segenap elemen yang ada di Provinsi Banten menggelar deklarasi ini mengingat mulai memudarnya semangat kebangsaan dalam mewujudkan persatuan dan perdamaian bangsa. Kami menyepakati bahwa Pancasila adalah hal yang final, karena Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa dan ideologi satu-satunya di republik ini,” tutur Richard, Sabtu (02/06/2018).

Deklarasi ini, lanjut dia, diinisiasi Kelompok Cipayung Plus seperti GMKI, PMII, GMNI, HMI, IMM, KAMMI, Hikmahbudhi, Duta Damai, PWNU, Muspida, PP Hamas, KNPI Banten, BKC, FL2MI Banten, DPC Sapma Kota Serang, Pemuda Muhammadiyah Banten, GP Anshor, Wali 9, Persatuan Umat Buddha Banten, Perkumpulan Umat Hindu Banten, GKI Classis Banten, Gereja Katolik Kristus Raja Kota Serang dan OKP-OKP yang lain.

Di tempat yang sama, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fathaniyah KH Matin Syarqowi menyerukan semua unsur masyarakat di Banten agar berkomitmen memperkuat NKRI dan menjaga Pancasila.

“Orang yang tidak menghargai adanya keragaman, itu orang yang tidak menghargai adanya Tuhan,” ungkapnya.

KH Matin juga menambahkan, masyarakat Indonesia harus bergandengan tangan mewujudkan kedamaian. Dia bilang, Banten tidak akan lepas dari Pancasila dan NKRI.

“Dalam catatan sejarah, Banten pernah dipercaya untuk membuat mata uang sendiri. Tapi Banten tidak akan geser dari NKRI. Banten adalah darah Indonesia, darah Pancasila,” ujarnya.

Komandan Kodim 0602 Serang, Letkol Czi Harry Praptomo menjelaskan, deklarasi damai dan komitmen terhadap Pancasila dan NKRI yang digelar di Banten itu, sebagai wujud nyata persaudaraan yang perlu juga digelar oleh saudara-saudara sebangsa dan se-tanah air di daerahnya masing-masing.

“Kegiatan ini menunjukkan, semua punya komitmen yang kuat untuk mempertahankan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” ujar Letkol Czi Harry Praptomo.

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin dalam sambutannya bertema Dari Banten untuk Indonesia, mengapresiasi kebulatan tekad, kesatuan hati, dan komitmen persaudaraan yang ditunjukkan masyarakat Banten.

“Deklarasi damai ini sebuah kegiatan yang sangat layak diapresiasi. Kegiatan dari seluruh elemen mahasiswa di Provinsi Banten, khususnya Kota Serang, dalam rangka hari lahirnya Pancasila,” ujar Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin.

Dia pun berharap, masyarakat Indonesia tetap bersatu padu dalam persaudaraan, dan akan selalu mengatasi persoalan apapun dengan cara bersama-sama dan saling menghormati, serta saling menghargai.

“Inilah kami menunjukkan dari wilayah Banten yang tergabung dari elemen ormas dan mahasiswa hadir di tengah kita, untuk menyatukan suara bahwa Banten bagian dari Pancasila. Kita semua berkomitmen untuk menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*