Breaking News

Perusahaan Tambang Batubara Terbesar Semena-mena Mem-PHK, Buruh Lakukan Perlawanan

Rapat Konsolidasi SBSI di Kabupaten Paser menolak PHK Buruh oleh PT KJM, PT SIMS dan PT ABM, di Batu Kajang, Kalimantan Timur, Minggu malam (22/01/2017).

Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kalimantan Timur tidak terima dengan upaya perusahaan tambang batu bara terbesar di negeri itu yang dengan semena-mena memecat dan hendak mem-PHK sejumlah buruh yang sudah pontang-panting bekerja.

 

Koordinator SBSI Wilayah Kalimantan Timur Neneng Herawati Panjaitan meminta semua unsur pengurus SBSI di Kalimantan Timur untuk melakukan advokasi, pendampingan dan juga memperjuangkan nasib buruh yang didiskriminasi oleh perusahaan.

 

“Kita mendesak agar para buruh dipekerjakan kembali. Untuk PT SIMS, KJM, ABM, sudah keluar anjuran dari Pemerintah, agar perusahaan-perusahaan ini mempekerjakan kembali para buruh. Namun, perusahaan-perusahaan itu menolak mempekerjakan kembali,” ungkap Neneng Herawati Panjaitan, Minggu (22/01/2017).

 

Karena ulah manajemen perusahaan yang tidak memenuhi hak-hak buruh, lanjut dia, maka SBSI pun sudah menggugat PT SIMS di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). “Sekarang sudah memasuki agenda sidang kedua,” ujarnya.

 

Neneng juga menyampaikan, pihaknya pun sudah melaporkan persoalan ini kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur agar meminta perusahaan-perusahaan itu mempekerjakan kembali para buruh sebagaimana anjuran pemerintah.

 

“Sudah dilaporkan ke DPRD untuk melakukan hearing agar memanggil ketiga perusahaan itu,” ujarnya.

 

Sebelumnya, SBSI juga menggelar aksi unjuk rasa spontanitas mendukung para buruh dan menuntut perusahaan agar memenuhi hak-hak buruh.

 

“Dari aksi spontanitas yang dilakukan, sebenarnya sudah disepakati oleh manajemen bahwa upah buruh yang melakukan aksi itu akan segera dibayar. Maka, berdasarkan hal itu, ada upaya kita melakukan hearing dengan DPRD agar perusahaan memenuhi janjinya kepada para buruh,” ujarnya.

 

Neneng menginformasikan, bahwa rencanya hearing dengan DPRD Kabupaten Paser itu dijadwalkan akan digelar Senin, 23 Januari 2017 pukul 10.00 WIB di kantor DPRD Kabupaten Paser.

 

SBSI pun terus melakukan konsolidasi dan membahas sejumlah persoalan serta langkah-langkah yang akan dilakukan untuk memperjuangkan nasib buruh itu.

 

“Malam ini, kami sedang membahas kasus-kasus yang terjadi di perusahaan, khususnya kasus yang terjadi di Batu Kajang, Kabupaten Paser. Dan besok, Senin 23 Januari 2017 akan hearing dengan pimpinan DPRD Kabupaten Paser,” ujarnya.

 

Dia mengatakan, Ketua Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (PK SBSI) di PT SIMS yakni Juhriansyah bersama satu orang anggota SBSI dan juga anggota PK SBSI PT KJM Amiruddin, telah mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh PT SIMS dan PT KJM.

 

Sebelumnya, diinformasikan, upaya  advokasi terhadap sejumlah karyawan perusahaan yang bergerak di sektor batu bara seperti PT ABM Balikpapan sedang dilakukan oleh SBSI. Terdapat sejumlah anggota SBSI yang bekerja di perusahaan itu dan terancam di-PHK. Bahkan, sejumlah karyawan diputus hubungan kerja secara sepihak tanpa ada surat teguran dan tanpa pesangon.

 

Sementara, PT Sims Jaya Kaltim merupakan sebuah perusahaan jasa pertambangan dan disebut sebagai produsen batu bara ketiga terbesar di Indonesia. Dan PT. Kideco Jaya Agung untuk menjadi salah satu kontraktornya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*